Sabtu, 12 Maret 2016

Teori Perdagangan Modern - Erry Dwi R

Erry Dwi Rahmanto
2013 23 0091

TEORI PERDAGANGAN INTERNASIONAL MODERN

Teori Hecksher-Ohlin

Teori Perdagangan Internasional modern dimulai ketika ekonom Swedia yaitu Eli Hecskher (1919) dan Bertil Ohlin (1933) mengemukakan penjelasan mengenai perdagangan internasional yang belum mampu dijelaskan dalam Teori Perdagangan Klasik, lebih khusus pada teori keunggulan komparatif.  Tulisan ini sedikit akan mengemukakan kelemahan teori klasik yang mendorong munculnya teori H-O. Teori Klasik Comparative Advantage menjelaskan bahwa perdagangan internasional dapat terjadi karena adanya perbedaan dalam productivity of labor(faktor produksi tenaga kerja) antar negara.

Teori H-O kemudian mencoba memberikan penjelasan mengenai penyebab terjadinya perbedaan produktivitas tersebut,yakni karena adanya jumlah atau proporsi faktor produksi yang dimiliki (factor endowment) oleh masing-masing negara, sehingga selanjutnya menyebabkan terjadinya perbedaan harga barang yang dihasilkan. Faktor endowment yang sudah disebutkan memiliki arti, yaitu kepemilikan faktor-faktor produksi didalam suatu negara. Teori ini pada intinya menyatakan bahwa suatu negara akan mengekspor produk yang menggunakan faktor yang murah dan berlimpah dan mengimpor produk yang menggunakan faktor langka.

Penjelasan analisis teori H-O menggunakan dua kurva, yaitu:
a. Kurva Isocost, yaitu kurva yang menggambarkan total biaya produksi yang sama.
b. Kurva Isoquant, yaitu kurva yang mengggambarkan total kuantitas produk yang sama.

Teori ekonomi mikro menyatakan bahwa jika terjadi persinggungan antara kurva isoquant dan kurva isocost maka akan ditemukan titik optimal. Sehingga dengan menetapkan biaya tertentu suatu negara akan memperoleh produk maksimal atau sebaliknya dengan biaya yang minimal suatu negara dapat memproduksi sejumlah produk tertentu.

Analisis Teori H-O
1.      Masing-masing negara akan  cenderung  melakukan spesialisasi  produksi dan mengekspor barang tertentu karena negara itu memiliki faktor produksi yang relatif banyak dan murah untuk memproduksinya
2.      Harga/biaya produksi suatu barang akan ditentukan oleh jumlah faktor produksi yang dimiliki oleh masing-masing negara.
3.      Sebaliknya,  masing-masing  negara akan mengimpor barang tertentu karena negara tersebut memiliki faktor produksi yang relatif sedikit dan mahal memproduksinya.

Implikasi dari Teori H-O
            Ekspor negara yang memiliki sumber daya modal berlimpah akan berasal dari industri yang menggunakan sumber daya modal secara besar, dan negara yang memiliki sumber daya buruh yang berlimpah akan mengimpor barang tersebut dan mengekspor barang yang menggunakan tenaga buruh secara besar sebagai gantinya.



Referensi:

Haris Munandar, Faisal Basri.2010. Dasar-dasar Ekonomi Internasional: Pengenalan dan

   Aplikasi Metode Kuantitatif.  Jakarta: Kencana.

0 komentar:

Posting Komentar