Erry Dwi Rahmanto
2013 23 0091
2013 23 0091
TEORI PERDAGANGAN INTERNASIONAL MODERN
Teori Hecksher-Ohlin
Teori Perdagangan Internasional modern dimulai
ketika ekonom Swedia yaitu Eli Hecskher (1919) dan Bertil Ohlin (1933)
mengemukakan penjelasan mengenai perdagangan internasional yang belum mampu
dijelaskan dalam Teori Perdagangan Klasik, lebih khusus pada teori keunggulan
komparatif. Tulisan ini sedikit akan
mengemukakan kelemahan teori klasik yang mendorong munculnya teori H-O. Teori
Klasik Comparative Advantage menjelaskan bahwa perdagangan
internasional dapat terjadi karena adanya perbedaan dalam productivity of
labor(faktor produksi tenaga kerja) antar negara.
Teori H-O kemudian mencoba memberikan penjelasan
mengenai penyebab terjadinya perbedaan produktivitas tersebut,yakni karena
adanya jumlah atau proporsi faktor produksi yang dimiliki (factor endowment)
oleh masing-masing negara, sehingga selanjutnya menyebabkan terjadinya
perbedaan harga barang yang dihasilkan. Faktor endowment yang sudah disebutkan
memiliki arti, yaitu kepemilikan faktor-faktor produksi didalam suatu negara. Teori ini pada
intinya menyatakan bahwa suatu negara akan mengekspor produk yang menggunakan
faktor yang murah dan berlimpah dan mengimpor produk yang menggunakan faktor langka.
Penjelasan analisis teori H-O menggunakan dua kurva,
yaitu:
a. Kurva Isocost, yaitu kurva yang menggambarkan
total biaya produksi yang sama.
b. Kurva Isoquant, yaitu kurva yang mengggambarkan
total kuantitas produk yang sama.
Teori
ekonomi mikro menyatakan bahwa jika terjadi persinggungan antara
kurva isoquant dan kurva isocost maka akan ditemukan titik
optimal. Sehingga dengan menetapkan biaya tertentu suatu negara akan memperoleh
produk maksimal atau sebaliknya dengan biaya yang minimal suatu negara dapat
memproduksi sejumlah produk tertentu.
Analisis Teori H-O
1.
Masing-masing
negara akan cenderung melakukan spesialisasi produksi dan
mengekspor barang tertentu karena negara itu memiliki faktor produksi yang
relatif banyak dan murah untuk memproduksinya
2.
Harga/biaya
produksi suatu barang akan ditentukan oleh jumlah faktor produksi yang dimiliki
oleh masing-masing negara.
3.
Sebaliknya,
masing-masing negara akan mengimpor barang tertentu karena negara
tersebut memiliki faktor produksi yang relatif sedikit dan mahal
memproduksinya.
Implikasi dari Teori
H-O
Ekspor negara yang memiliki sumber daya modal
berlimpah akan berasal dari industri yang menggunakan sumber daya modal secara besar,
dan negara yang memiliki sumber daya buruh yang berlimpah akan mengimpor barang
tersebut dan mengekspor barang yang menggunakan tenaga buruh secara besar
sebagai gantinya.
Referensi:
Haris
Munandar, Faisal Basri.2010. Dasar-dasar Ekonomi Internasional: Pengenalan
dan
Aplikasi
Metode Kuantitatif. Jakarta: Kencana.






0 komentar:
Posting Komentar