Nama: Putri Ramadhani
Nrp: 2013310036
TEORI PERDAGANGAN
INTERNASIONAL MODERN
(The Propotional Factors
Theory Heckscher-Ohlin)
The
Proportional Factors Theory dari Eli Heckscher dan Bertil Ohlin
Menurut
teori Heckscher-Ohlin atau teori H-O, Perbedaaan opportunity cost suatu produk
antara satu Negara dengan Negara lain dapat terjadi karena adanya perbedaan
jumlah atau proporsi factor produksi yang dimiliki (endowment factors)
masing-masing Negara. Perbedaan opportunity cost tersebut dapat menimbulkan terjadinya
perdagangan internasional. Negara-negara yang memiliki factor produksi lebih
banyak/murah dalam memproduksinya akan melakukan spesialisasi produksi dan
mengekspor barangnya. Sebaliknya, masing-masing Negara akan mengimpor barang
tertentu jika Negara tersebut memiliki factor produksi yang langka/mahal dalam
memproduksinya. Sebagai contoh, factor produksi yang melimpah di Negara A
adalah tenaga kerja. Oleh karena itu, teori H-O menjelaskan bahwa Negara
tersebut akan mengekspor barang X yang mempunyai intensitas factor produksi
yang padat karya.
Dalam
analisisnya, teori modern H-O menggunakan dua kurva. Pertama adalah kurva
“Isocost”, yaitu kurva yang menggambarkan total biaya produksi yang sama dan
kurva “Isoquant”, yaitu kurva yang menggambarkan total kuantitas produk yang
sama. Menurut teori ekonomi mikro, kurva Isocost akan bersinggungan dengan
kurva Isoquant pada suatu titik optimal. Jadi, dengan biaya/cost tertentu akan
diperoleh produk yang maksimal atau dengan biaya/cost minimal akan diperoleh sejumlah
produk tertentu.
Beberapa
asumsi yang diperlukan untuk membuktikan teori H-O tersebut, sehingga apakah
hal ini masih menjamin bahwa kedua Negara ini akan sama dalam beberapa hal,
dapat dijelaskan bawah ini.
1.
Bahwa
Negara B mempunyai karakterisktik yang sebelumnya dipunyai oleh Negara A. (Hal
ini tidak perlu penting apabila kita hanya mengkhususkan pengaruh Negara A dari
adanya interaksi dengan satu parameter Negara lain), tetapi kondisi ini akan
menjadi penting pada saat seperti sekarang ini, disaat kita ingin membandingkan
situasi Negara A dan B.
2.
Kedua
Negara tersebut mempunyai kesamaan teknologi
3.
Selera
dari kedua Negara tersebut sama (identik)
Asumsi
ini berarti bahwa dua Negara berbeda hanya dalam dua hal, yaitu (1) dalam hal
ukuran, (2) dalam hal rasio K/L (capital/tenaga kerja). Dengan kata lain, dua
Negara berbeda hanya pada dimensi Edgeworth Box.
Analisis teori H-O
dapat dibuat beberapa kesimpulan sebagai berikut.
a.
Harga atau biaya produksi suatu barang akan ditentukan oleh jumlah atau proporsi
faktor produksi yang dimiliki masing-masing Negara
b.
Comparative Advantage dari suatu jenis produk yang dimiliki masing-masing
negara akan ditentukan oleh struktur dan proporsi faktor produksi yang
dimilkinya.
c.
Masing-masing negara akan cenderung melakukan spesialisasi produksi dan
mengekspor barang tertentu karena negara tersebut memilki faktor produksi yang
relatif banyak dan murah untuk memproduksinya
d.
Sebaliknya masing-masing negara akan mengimpor barang-barang tertentu karena
negara tersebut memilki faktor produksi yang relatif sedikit dan mahal untuk
memproduksinya.
Kelemahan dari teori H-O yaitu
Kelemahan dari teori H-O yaitu
1. Jika jumlah atau
proporsi faktor produksi yang dimiliki masing-masing negara relatif sama maka
harga barang yang sejenis akan sama pula sehingga perdagangan internasional
tidak akan terjadi.
2. Pada
kenyataannya, walaupun jumlah/proporsi faktor produksi yang dimiliki
masing-masing negara relatif sama sehingga harga barang yang sejenis pun sama,
ternyata perdagangan internasional tetap dapat terjadi.
3. Untuk
menjelaskan hal ini dan sebagai penyempurnaan dari teori H-O, maka teori
opportunity cost dari G.Harberler akan menjelaskan/menganalisis tentang
terjadinya perdagangan internasional karena adanya:
a. Perbedaan kemampuan berproduksi
masing-masing negara yang ditunjukan oleh PPC-nya (Production Possibility
Curve)
b. perbedaan selera konsumen di
masing-masing negara yang ditunjukan oleh IC-nya (Indifference Curve).
Sumber : Hady,
Hamdy. 2001. Ekonomi Internasional: Teori dan Kebijaksanaan Perdagangan
Internasional (Jilid 1). Jakarta: Ghalia Indonesia.
Halwani, Hendra.
2002. Ekonomi Internasional & Globalisasi Ekonomi. Jakarta: Ghalia
Indonesia.






0 komentar:
Posting Komentar