Sabtu, 12 Maret 2016

TEORI PERDAGANGAN INTERNASIONAL MODERN (The Propotional Factors Theory Heckscher-Ohlin)

Nama: Putri Ramadhani
Nrp: 2013310036
TEORI PERDAGANGAN INTERNASIONAL MODERN
(The Propotional Factors Theory Heckscher-Ohlin)
The Proportional Factors Theory dari Eli Heckscher dan Bertil Ohlin
Menurut teori Heckscher-Ohlin atau teori H-O, Perbedaaan opportunity cost suatu produk antara satu Negara dengan Negara lain dapat terjadi karena adanya perbedaan jumlah atau proporsi factor produksi yang dimiliki (endowment factors) masing-masing Negara. Perbedaan opportunity cost tersebut dapat menimbulkan terjadinya perdagangan internasional. Negara-negara yang memiliki factor produksi lebih banyak/murah dalam memproduksinya akan melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor barangnya. Sebaliknya, masing-masing Negara akan mengimpor barang tertentu jika Negara tersebut memiliki factor produksi yang langka/mahal dalam memproduksinya. Sebagai contoh, factor produksi yang melimpah di Negara A adalah tenaga kerja. Oleh karena itu, teori H-O menjelaskan bahwa Negara tersebut akan mengekspor barang X yang mempunyai intensitas factor produksi yang padat karya.
Dalam analisisnya, teori modern H-O menggunakan dua kurva. Pertama adalah kurva “Isocost”, yaitu kurva yang menggambarkan total biaya produksi yang sama dan kurva “Isoquant”, yaitu kurva yang menggambarkan total kuantitas produk yang sama. Menurut teori ekonomi mikro, kurva Isocost akan bersinggungan dengan kurva Isoquant pada suatu titik optimal. Jadi, dengan biaya/cost tertentu akan diperoleh produk yang maksimal atau dengan biaya/cost minimal akan diperoleh sejumlah produk tertentu.
Beberapa asumsi yang diperlukan untuk membuktikan teori H-O tersebut, sehingga apakah hal ini masih menjamin bahwa kedua Negara ini akan sama dalam beberapa hal, dapat dijelaskan bawah ini.
1.                    Bahwa Negara B mempunyai karakterisktik yang sebelumnya dipunyai oleh Negara A. (Hal ini tidak perlu penting apabila kita hanya mengkhususkan pengaruh Negara A dari adanya interaksi dengan satu parameter Negara lain), tetapi kondisi ini akan menjadi penting pada saat seperti sekarang ini, disaat kita ingin membandingkan situasi Negara A dan B.
2.                    Kedua Negara tersebut mempunyai kesamaan teknologi
3.                    Selera dari kedua Negara tersebut sama (identik)
Asumsi ini berarti bahwa dua Negara berbeda hanya dalam dua hal, yaitu (1) dalam hal ukuran, (2) dalam hal rasio K/L (capital/tenaga kerja). Dengan kata lain, dua Negara berbeda hanya pada dimensi Edgeworth Box.
Analisis teori H-O dapat dibuat beberapa kesimpulan sebagai berikut.
a.       Harga atau biaya produksi suatu barang akan ditentukan oleh jumlah atau proporsi faktor produksi yang dimiliki masing-masing Negara
b.      Comparative Advantage dari suatu jenis produk yang dimiliki masing-masing negara akan ditentukan oleh struktur dan proporsi faktor produksi yang dimilkinya.
c.       Masing-masing negara akan cenderung melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor barang tertentu karena negara tersebut memilki faktor produksi yang relatif banyak dan murah untuk memproduksinya
d.      Sebaliknya masing-masing negara akan mengimpor barang-barang tertentu karena negara tersebut memilki faktor produksi yang relatif sedikit dan mahal untuk memproduksinya.
Kelemahan dari teori H-O yaitu
1. Jika jumlah atau proporsi faktor produksi yang dimiliki masing-masing negara relatif sama maka harga barang yang sejenis akan sama pula sehingga perdagangan internasional tidak akan terjadi.
2. Pada kenyataannya, walaupun jumlah/proporsi faktor produksi yang dimiliki masing-masing negara relatif sama sehingga harga barang yang sejenis pun sama, ternyata perdagangan internasional tetap dapat terjadi.
3. Untuk menjelaskan hal ini dan sebagai penyempurnaan dari teori H-O, maka teori opportunity cost dari G.Harberler akan menjelaskan/menganalisis tentang terjadinya perdagangan internasional karena adanya:
a. Perbedaan kemampuan berproduksi masing-masing negara yang ditunjukan oleh PPC-nya (Production Possibility Curve)
b. perbedaan selera konsumen di masing-masing negara yang ditunjukan oleh IC-nya (Indifference Curve).
Sumber : Hady, Hamdy. 2001. Ekonomi Internasional: Teori dan Kebijaksanaan Perdagangan Internasional (Jilid 1). Jakarta: Ghalia Indonesia.
Halwani, Hendra. 2002. Ekonomi Internasional & Globalisasi Ekonomi. Jakarta: Ghalia Indonesia.


0 komentar:

Posting Komentar