Sabtu, 12 Maret 2016

ARIN YULISTIANA 2013230029

ARIN YULISTIANA
2013230029
TUGAS INDIVIDU 1
REVIEW TEORI MODERN

TEORI FAKTOR PROPORSI (HECKSER & OHLIN)
            Teori yang dikemukakan oleh Heckser dan Ohlin merupakan salah satu teori modern yang hadir sebagai bentuk penyempurnaan dari teori klasik sebelumnya yang dianggap tidak mampu menjelaskan perbedaan fungsi produksi di kedua negara dalam perdagangan internasional. Teori Heckser Ohlin menganggap bahwa fungsi produksi adalah sama dan penyebab terjadinya perbedaan tersebut adalah proporsi kepemilikan faktor produksi.
            Teori Heckser Ohlin menjelaskan bahwa perbedaan dalam opportunity cost suatu negara dengan negara lain karena adanya perbedaan dalam jumlah faktor produksi (Nopirin. 1992). Apabila suatu negara memiliki jumlah tenaga kerja (SDM) yang lebih banyak dibandingkan negara lain, sedangkan negara lain memiliki mesin (kapital) yang lebih banyak, maka perbedaan tersebut dapat menyebabkan terjadinya pertukaran atau perdagangan.
            Negara A memiliki faktor produksi dalam bidang tenaga kerja dengan jumlah yang lebih banyak, sedangkan negara B memiliki faktor produksi dalam bidang mesin dengan jumlah yang juga lebih banyak. Maka, jelaslah bahwa negara A akan lebih efisien dan memakan biaya produksi yang lebih murah apabila memproduksi barang yang relatif menggunakan banyak tenaga kerja dan sedikit mesin, sedangkan negara B akan lebih efisen dan memakan biaya produksi yang lebih murah apabila memproduksi barang yang relatife menggunakan banyak mesin dan sedikit tenaga kerja. Dapat disimpulkan bahwa proporsi faktor produksi yang dimiliki suatu negara berbeda jumlahnya, dan hal inilah yang menimbulkan perbedaan harga antar kedua negara sehingga akan menimbulkan terjadinya perdagangan.
Referensi

            Nopirin. (1992). Ekonomi Internasional. BPFE. Yogyakarta

0 komentar:

Posting Komentar