ARIN
YULISTIANA
2013230029
TUGAS
INDIVIDU 1
REVIEW
TEORI MODERN
TEORI FAKTOR PROPORSI
(HECKSER & OHLIN)
Teori yang dikemukakan oleh Heckser
dan Ohlin merupakan salah satu teori modern yang hadir sebagai bentuk
penyempurnaan dari teori klasik sebelumnya yang dianggap tidak mampu
menjelaskan perbedaan fungsi produksi di kedua negara dalam perdagangan
internasional. Teori Heckser Ohlin menganggap bahwa fungsi produksi adalah sama
dan penyebab terjadinya perbedaan tersebut adalah proporsi kepemilikan faktor produksi.
Teori Heckser Ohlin menjelaskan
bahwa perbedaan dalam opportunity cost suatu negara dengan negara lain karena
adanya perbedaan dalam jumlah faktor produksi (Nopirin. 1992). Apabila suatu
negara memiliki jumlah tenaga kerja (SDM) yang lebih banyak dibandingkan negara
lain, sedangkan negara lain memiliki mesin (kapital) yang lebih banyak, maka
perbedaan tersebut dapat menyebabkan terjadinya pertukaran atau perdagangan.
Negara A memiliki faktor produksi
dalam bidang tenaga kerja dengan jumlah yang lebih banyak, sedangkan negara B
memiliki faktor produksi dalam bidang mesin dengan jumlah yang juga lebih
banyak. Maka, jelaslah bahwa negara A akan lebih efisien dan memakan biaya
produksi yang lebih murah apabila memproduksi barang yang relatif menggunakan
banyak tenaga kerja dan sedikit mesin, sedangkan negara B akan lebih efisen dan
memakan biaya produksi yang lebih murah apabila memproduksi barang yang
relatife menggunakan banyak mesin dan sedikit tenaga kerja. Dapat disimpulkan
bahwa proporsi faktor produksi yang dimiliki suatu negara berbeda jumlahnya,
dan hal inilah yang menimbulkan perbedaan harga antar kedua negara sehingga
akan menimbulkan terjadinya perdagangan.
Referensi
Nopirin. (1992). Ekonomi Internasional. BPFE. Yogyakarta






0 komentar:
Posting Komentar