Sabtu, 12 Maret 2016

BAGUS ADI SUCIPTO 2013230126

BAGUS ADI SUCIPTO
2013230126
Ekonomi Internasional (A)

REVIEW : TEORI HECKSHER-OHLIN (H-O)

Teori Perdagangan Internasional modern dimulai saat ekonom asal Swedia bernama Eli Hecksher (1919) dan Bertil Ohlin (1933) mengemukakan penjelasan mengenai perdagangan internasional yang belum mampu dijelaskan dalam teori keunggulam komperatif.
Teori H-O menyatakan bahwa suatu negara akan melakukakan perdagangan dengan negara lain, disebabkan negara tersebut memiliki keunggulan komparatif yaitu adanya keunggulan dalam teknologi dan keunggulan faktor produksi.

Basis dari keunggulan komparatif adalah:
1. Faktor Endowment, yaitu kepemilikan faktor-faktor produksi di dalam suatu negara.
2. Faktor Intensity, yaitu teknologi yang digunakan didalam proses produksi apakah labor intensy atau capital intensity.

Analisis teori H-O
·         Harga atau biaya produksi suatu barang akan ditentukan oleh jumlah faktor produksi,
·         Masing-masing negara akan cenderung melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor barang tertentu karena negara tersebut memiliki faktor produksi yang murah dan relatif banyak untuk memproduksinya,
·         Sebaliknya, masing-masing negara akan mengimpor barang-barang tertentu karena negara tersebut memiliki faktor produksi yang relatif sedikit dan mahal untuk memproduksinya.

Kelemahan Teori H-O
Kelemahan dari teori ini adalah jika jumlah atau proporsi faktor produksi yang dimiliki masing-masing negara relative sama, maka barang-barang yang sejenis akan sama juga sehingga perdagangan internasional tidak dapat terlaksanakan.

Source:

Waluya, Harry. 1995. Ekonomi Internasional. Jakarta: Rineka Cipta.

0 komentar:

Posting Komentar