BAGUS ADI SUCIPTO
2013230126
Ekonomi Internasional (A)
REVIEW
: TEORI HECKSHER-OHLIN (H-O)
Teori
Perdagangan Internasional modern dimulai saat ekonom asal Swedia bernama Eli
Hecksher (1919) dan Bertil Ohlin (1933) mengemukakan penjelasan mengenai perdagangan
internasional yang belum mampu dijelaskan dalam teori keunggulam komperatif.
Teori H-O menyatakan bahwa suatu negara
akan melakukakan perdagangan dengan negara lain, disebabkan negara tersebut
memiliki keunggulan komparatif yaitu adanya keunggulan dalam teknologi dan
keunggulan faktor produksi.
Basis dari keunggulan komparatif adalah:
1. Faktor Endowment, yaitu kepemilikan
faktor-faktor produksi di dalam suatu negara.
2. Faktor Intensity, yaitu teknologi
yang digunakan didalam proses produksi apakah labor intensy atau capital
intensity.
Analisis teori H-O
·
Harga atau biaya
produksi suatu barang akan ditentukan oleh jumlah faktor produksi,
·
Masing-masing negara
akan cenderung melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor barang tertentu
karena negara tersebut memiliki faktor produksi yang murah dan relatif banyak
untuk memproduksinya,
·
Sebaliknya,
masing-masing negara akan mengimpor barang-barang tertentu karena negara
tersebut memiliki faktor produksi yang relatif sedikit dan mahal untuk memproduksinya.
Kelemahan Teori H-O
Kelemahan dari teori ini adalah jika
jumlah atau proporsi faktor produksi yang dimiliki masing-masing negara
relative sama, maka barang-barang yang sejenis akan sama juga sehingga
perdagangan internasional tidak dapat terlaksanakan.
Source:
Waluya, Harry. 1995. Ekonomi
Internasional. Jakarta: Rineka Cipta.






0 komentar:
Posting Komentar