Jumat, 04 Maret 2016

teori perdagangan internasional

Nama : Yola Tia Martha P (2012310010)
Dasar Teori Perdagangan Internasional

1. Latar belakang perdagangan Internasional
Perdagangan Internasional dikenal sejak zaman dahulu yang disebut dengan barter (pertukaran barang dengan barang lainnya yang dibutuhkan oleh kedua belah pihak, dimana masing-masing Negara tidak dapat memproduksi barang tersebut untuk kebutuhannya sendiri). Barter terjadi karena setiap Negara dengan Negara partner mempunyai beberapa perbedaan diantaranya perbedaan sumber daya alam, sumber daya manusia, iklim, penduduk, spesifikasi tenaga kerrja, konfigurasi geografis, teknologi, tingkat harga, struktur ekonomi dan social politik. Perdagangan Internasional merupakan suatu pertukaran perdagangan tenaga kerja dengan jasa lainnya, selanjutnya diikuti dengan perdagangan barang dan jasa. Semakin berkembang zaman Perdagang Internasional melakukan pertukaran dengan antaranegara/internasional dengan menggunakan asset-aset yang mengandung resiko seperti saham, valuta asing, dan obligasi, yang dapat menguntungkan kedua belah pihak Negara atau bahkan kesemua Negara yang terkait di dalamnya. Sebab-sebab yang mendorong terjadinya perdagangan internasional yaitu: 1. Sumber daya alam: 2. Sumber daya modal: 3. Tenaga kerja: 4. Teknologi.

2. Revolusi Industri
Revolusi lahir di Inggris yang telah membawa Inggris menjadi Negara yang paling handal dalam perdagangan internasional. Di Negara Inggris indutrialisasi berkembang pesat meninggalkan Negara-negara pesaing maupun Negara partner dagang nya sehinggan menimbulkan ketidakseimbangan perdagangan di antara kawasan eropa dan pada gilirannya melahirkan yang dikenal sebagai doktrin neomerkantilisme dan historisme yang di pelopori oleh Fredrich List dari Jerman. Yang terpenting perdagangan internasional adalah bahwa dua Negara melakukan transaksi perdagangan yang saling menguntungkan.

3. Merkantilisme
Merkantilisme berpendapat bahwa perdagangan internasional akan terjadi apabila terdapat kesempatan memperoleh surplus neraca transaksi  berjalan. Oleh karena itu, kegiatan ekspor-impor diletakan sebagai lokomotif utama yang dipacu melalui peningkatan industry dalam negeri. Dari hasil ekpor tersebut dapat memenuhi kebutuhan impor. Menurut Adam Smith dalam bukunya The Wealth Of Nation (1776) menjelaskan bahwa perdagangan bebas antar Negara akan membawa keuntungan bagi kedua belah pihak Negara tersebut, jika salah satu dari Negara tersebut tidak memaksakan untuk memperoleh surplus perdagangan yang dapat menciptakan deficit neraca perdagangan dari mitra dagangnya.

4. Teori Keunggulan Mutlak (Absolut Advantage)
Pemikiran Adam Smith menerangkan bagaimana perdagangan internasional dapat menguntungkan kedua belah pihak. Maka masing-masing Negara tersebut lebih mengkonsentrasikan produksi mereka pada barang-barang yang secara mutlak (absolut) mempunyai keunggulan. Lalu mengekspor barang tersebut yang merupakan kelebihan/surplus untuk pemenuhan kebutuhan maupun konsumsi dalam negerinya kepada mitra dagang nya. Proses inilah yang dijadikan dasar utama perdagangan internasional.

5. Konsep Opportunity Cost
Opportunity cost atau biaya oportunitas (kesempatan) yang merupak ukuran suatu kesempatan yang merupakan ukuran suatu kesempatan yang terlepas karena menolak alternative penggunaan sumber daya. Terdapat dua model opportunity cost yaitu : 1) Increasing Opportunity Cost (biaya opportunitas yang semakin meningkat). 2) Decreasing Opportunity Cost ( biaya opportunitas yang semakin menurun).

6. Teori Keunggulan Komparatif (Comparative Advantage)
Dalam analisis teori keunggulan komparatif dinyatakan bahwa, yang menentukan tingkat keunggulan dalam perdangan internasional sebenarnya bukan bersal dari keunggulan mutlak, melainkan teori keunggulan komparatif. Menurut teori Adam Smith menyatakan bahwa tiap Negara mempunyai keunggulan mutlak dalam memproduksi suatu barang.

Sumber : halwani, hendra, ekonomi internasional&globalisasi ekonomi, Jakarta :ghalia Indonesia 2002.

0 komentar:

Posting Komentar