PUTRI YUNIKA
Tugas Ekonomi Internasional
Perdagangan Internasional
Perdagangan Internasional sudah ada dari sejak zamandahulu, namun dalam ruang lingkup dan jumlah yang terbatas,kebutuhan dalam negeri yang tidak dapat diproduksi dandibutuhkan untuk kebutuhan sendiri bisa dipenuhi dengan carabarter kepada Negara lain yang memproduksi kebutuhan yangkita butuhkan. Hal ini terjadi karena setiap Negara denganNegara partner dagangnya mempunyai beberapa perbedaankandungan sumber daya alam, iklim, penduduk, sumber dayamanusia, spesifikasi tenaga kerja, konfigurasi geografis,teknologi, tingkat harga, struktur ekonomi, social dan politik.Dari perbedaan tersebut terjadilah proses pertukaran yang dalamskala luas dikenal sebagai perdagangan internasional. Sebab-sebab umum yang mendorong terjadinya perdaganganinternasional : 1. Sumber daya manusia 2. Sumber daya modal 3.Tenaga kerja 4. Teknologi.
Revolusi Industri
Revolusi industry lahir di Inggris, telah membawa Inggrismenjadi Negara yang paling handal didunia dalam perdagangaanInternasional. Industialisasi di Inggris berkembang pesat,meninggalkan Negara-negara pesaing maupun Negara partnerdagangnya sehingga menimbulkan ketidakseimbanganperdagangan diantara Negara-negara dokawasan Eropa,terutama Belanda dan beberapa Negara lainnya. Negara-negarayang baru memasuki proses industrialisasi merasakan tekananperdagangan yang tidak seimbang dari serbuan barang-barangimpor, terutama dari Inggris. Sehingga mereka mulaimenerapkan pengenaan tariff sebagai upaya melindungiindustry dalam negeri yang masih dalam taraf pemula. Aliranhistorisme ini semakin semarak, dan diikuti oleh Negara-negarayang proses industrialisasinya masih tertinggal jauhdibandingklan dengan inggris, seperti Prancis, Jerman, AmerikaSerikat, dan Jepang.
Merkantilisme
Dalam perdagangan internasional terdapat beberapa aliranpemikiran dimulai dari aliran Merkantilisme, aliranMerkantilisme berpendapat bahwa perdagangan internasionalakan terjadi apabila terdapat kesempatan memperoleh surplusneraca transaksi (current account). Oleh karena itu, kegiatanekspor-impor diletakkan sebagai lokomotif utama yang dipacumelalui peningkatan industry dalam negeri. Dari hasil eksporinilah dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan impor.Barang/komodiytas impor selain untuk memenuhi kebutuhanprimer utama juga dapat merupakan pelengkap hinggasubstitusi, yang beberapa jenis dari barang-barang importersebut sebagian dapat diklasifikasi sebagai barang sainganuntuk produk-produk local.
Teori Keunggulan Mutlak (Absolut Advantage)
Pemikiran Adam Smith menerangkan bahwa bagaimanaperdagangan internasional dapat menguntungkan kedua belahpihak. Contohnya, ada dua Negara yaitu (A) Indonesiasedangkan negara (K) adalah salah satu Negara lain diluarnegeri, misalnya Korea. Negara (K) mempunyai keunggulanbiaya komperatif (comperative advantage cost) dalammemproduksi barang M (manufacture), berarti biaya input yangdipergunakan oleh Negara (K) untuk memproduksi barang Mtersebut lebih murah daripada Negara (A) jika Negara A tersebutmemproduksi barang yang sama. Secara grafis, harga (relatif)dapat digambarkan dalam slope dari kurva transformasi yakni:Lm M + Lx M = L
Dimana L konstan, sehingga total diferesialnya adalah:
Lm d M = Lx dx = 0 atau dM/dX = Lx/Lm = -Px/Pm
Untuk lebih mudah mengingatnya, maka X adalahbarang/komoditas yang diekspor sedangkan M adalah barangyang di impor.
Konsep Opportunity Cost
Opportunity cost dapat diartikan sebagai biaya oportunitas(kesempatan) yang merupakan ukuran suatu kesempatan yangterlepas karena menolak alternative penggunaan sumber daya.Konsep opportunity cost dapat disimpulkan merupakan dasarpemikiran yang berasal dari teori comparative advantage yangtelah dikembangkan dan dimodifikasi. Oleh karena itu, teori inimeripakan teori yang kohesif untuk peramalan trend, volume,arah dan manfaat perdagangan internasional serta perubahanstruktur ekonomi akibat dari adanya partisipasi dan intervensiNegara yang melakukan kegiatan perdagangan internasional.
Teori Keunggulan Komperatif (Comparative Advantage)
Dalam analisis teori komparatif dinyatakan bahwa, yangmenentukan tingkat keuntungan dalam perdaganganinternasional sebenarnya bukan berasal dari keunggulan mutlak,melainkan teori keunggulan komparatif. Sebagai contoh bahwaNegara kita mempunyai keunggulan komparatif dalam produksibarang X apabila Lx/Lm > Lx’ /Lm*. Namun apakah kondisi inimutlak bahwa Negara A akan mengorbankan satu unit M untukmemproduksi setiap tambahan satu unit X seperti yangdilakukan Negara B. dengan kata lain, opportunity cost untukmemproduksi X oleh Negara A lebih sedikit daripada Negara Bdan cukup untuk memberikan insentif untuk Negara A gunamemproduksi dan mengekspor X untuk mendapatkan M.






0 komentar:
Posting Komentar