Sabtu, 12 Maret 2016

TEORI MODERN DALAM PERDAGANGAN INTERNASIONAL

Nama   : Adilla Viona G
NRP    : 2014230131

TEORI MODERN DALAM PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Teori modern dalam perdagangan internasional muncul sebagai reaksi terhadap teori klasik yang mendapat kritik tajam dan pukulan hebat terutama dengan munculnya depresiasi yang cukup besar pada tahun 1930 an.
A.    Faktor Proporsi (Hecksher & Ohlin)
Hecksher & Ohlin menyatakan bahwa perbedaan dalam oportunity cost suatu negara dengan negara lain karena adanya perbedaan dalam jumlah faktor produksi yang dimilikinya. Suatu  negara, misalnya A, memiliki tenaga kerja yang besar dan relative sedikit capital, maka untuk sejumlah pengeluaran uang tertentu akan memperoleh jumlah tenaga kerja lebih banyak daripada capital. Misalnya uang Rp 100,00 dapat dibeli 20 unit tenaga atau 5 unit mesin, jadi 20 unit tenaga sama dengan 5 unit mesin. Suatu Negara bisa memiliki lebih banyak atau lebih sedikit masing-masing faktor ini dibanding dengan Negara lain. Bila ini terjadi maka timbul keunggulan komperatif Negara tersebut dibidang produksi tertentu, khususnya dibidang yang cendrung mempergunakan lebih banyak faktor produksi yang tersedia dalam jumlah yang relative lebih banyak. Perbedaan dalam kekayaan alam merupakan contoh yang paling jelas. Saudi arabiah mempunyai keunggulan komparatif dalam produksi minyak bumi kjarena sumber minyak bumi tersedia secara berlimpah disana, sedangkan di jepang tidak. Jumlah dan macam (kualitas) tenaga kerja yang bisa menimbulkan perdagangan, india, Indonesia, RRC mempunyai keunggulan komperatif dalam produksi barang-barang yang padat karya, misalnya barang-barang kerajinan, pakaian dan sebagainya. Sedangkan swiss memiliki tenaga kerja yang sangat terampil dalam pembuatan jam. Untuk memantapkan pengertian kita bahwa perbedaan dalam faktor endowment bisa menimbulkan perbedaan dalam keunggulan komparatif, dan selanjutnya menimbulkan perdagangan, kita akan menguraikan suatu kasus, yang sering disebut dengan nama model Hecksher & Ohlin. Dalam model Hecksher & Ohlin yang sederhana dianggap ada :
1.      Dua faktor produksi yaitu tenaga kerja dan capital.
2.      Dua barang yang mempunyai “ kepadatan” faktor produksi yang tidak sama, yang satu (X) lebih padat karya, yang lain (Y) lebih padat capital.
3.      Dua negara yang memiliki jumlah kedua faktor produksi yang berbeda negara A memiliki lebih banyak capital daripada tenaga kerja, negara B memiliki lebih banyak tenaga kerja daripada negara capital.
Kelemahan teori H-O dalam menjelaskan perdagangan internasional akan dikemukakan beberapa asumsi yang kurang valid :
1.      Asumsi bahwa kedua negara menggunakan teknologi yang sama dalam memproduksi adalah tidak valid.
2.      Asumsi persaingan sempurna dalam semua pasar produk dan faktor produksi lebih menjadi masalah.
3.      Asumsi tidak ada mobilitas faktor internasional.
4.      Tempat asumsi spesialisasi penuh suatu negara dalam produksi suatu komoditi jika melakukan perdagangan tidak sepernuhnya berlaku banyak negara yang masih memproduksi komoditi yang sebagian besar adalah dari impor.
B.     Kesamaan Harga Faktor Produksi
Inti dari teori ini adalah bahwa perdagangan bebas cenderung mengakibatkan harga faktor-faktor produksi sama dibeberapa negara.
C.     Teori Permintaan dan Penawaran
Pada prinsipnya perdagangan antara 2 negara itu timbul karena adanya perbedaan di dalam permintaan dan penawaran. Permintaan ini berbeda misalnya, karena perbedaan pendapatan dan selera, sedangkan penawaran misalnya, dikarenakan perbedaan di dalam jumlah produksi dan kualitas faktor produksi


Daftar Pustaka
Amalia, Lia. 2007. Ekonomi Internasional. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Nopirin, Ph.D. 2009. Ekonomi Internasional. Yogyakarta : BPFE

0 komentar:

Posting Komentar