Banyak para ahli beranggapan bahwa teori ini hanya lanjutan dari teori klasik. karena esensinya sama yaitu sama-sama melihat kenapa terjadinya perdagangan antar-dua negara. dari pendekatan yang digunakan, teori klasik melihat dari Supply saja, sedangkan Modern melihat Supply dan Demand.
1. Teori Haberler
2. Teori Hecksher-Ohlin ( H-O)
A. Teori Haberler
ada beberapa perbedaan penting antara teori klasik dengan Haberler.
- klasik :
melihat perbedaan ongkos produksi untuk barang yang sama di dua negara hanya disebabkan pemakaian tenaga kerja. semakin banyak tenaga kerja yang digunakan maka upah yang diberikan semakin banyak sehingga ongkos produksinya tinggi dan harga barang dipasar akan meningkat.
- haberler :
harga barang dipasar bukan hanya disebabkan pemakaian tenaga kerja, tapi kombinasi dari penggunaan faktor produksi. untuk itu, Haberler memakai konsep Opportunity Cost untuk melihat terjadinya perdagangan dan melihat keuntungan dari perdagangan tersebut.
Opportunity Cost (biaya kesempatan atau peluang)
Opportunity Cost adalah ongkos yang dikorbankan untuk memproduksi satu barang untuk memproduksi barang lain yang dianggap lebih menguntungkan.
contoh : produksi mesin 60 Unit dan kain 70 unit. kemudian kita ingin menambah produksi mesin menjadi 80 unit, maka kain harus dikurangi jadi 60 unit. begitu juga sebaliknya
jadi disini ada faktor produksi yang harus dialihkan ke produksi lain, nah ini disebut dengan Opportunity Cost
B. Teori Heckhser Ohlin (H-O)
menurut teori H-O, perbedaan Opportunity Cost suatu produk antara satu negara dengan negara lain dapat terjadi karena adanya perbedaan jumlah faktor produksi yang dimiliki ( Endowment factor).
negara yang memiliki faktor produksi banyak/murah dalam memproduksi barang akan melakukan spesialisasi produksi dan akan mengekspor barangnya. sebaliknya, masing-masing negara akan mengimpor barang tertentu jika negara tersebut memiliki faktor produksi yang mahal/langka
teori H-O menggunakan asumsi 2x2x2 :
- 2 negara yang terlibat perdagangan internasional
- 2 macam barang yang diproduksi
- 2 macam faktor produksi yang digunakan
misalnya perdagangan internasional antara Indonesia Jepang. masing-masing negara memproduksi 2 macam barang yaitu ( 100 Unit pakaian dan 20 televisi). masing-masing negara menggunakan 2 macam produksi yaitu tenaga kerja dan mesin, tapi jumlahnya berbeda.
perbedaan jumlah faktor produksi akan dijelaskan dengan grafik berikut.
Keunggulan kompetitif M. Porter
menurutnya, suatu negara yang memiliki competitive advantage of nations dapat bersaing di pasar internasional jika memiliki 4 faktor penentu :
1. Factor conditions
2. Factor strategy ( structure and rivalry )
3. Damand conditions
4. Related & Supporting Industry
Factor conditions adalah sumber daya yang dimiliki suatu negara yang terdiri atas :
- Human resources ( SDM)
- Physical resources ( SDA)
- Knowledge resources ( pengetahuan/IPTEK)
- Capital resources (modal)
- Infrastructure resources (Prasarana)
Permintaan adalah salah satu faktor terpenting dalam menentukan daya saing suatu negara atau perusahaan atas produk dan jasa yang dihasilkan.
adapun yang dimaksud "Demand Conditions" adalah :
- komposisi permintaan
- ukuran dan pola pertumbuhan dari permintaan
- pertumbuhan cepat terhadap permintaan dalam pasar
- permintaan internasional
untuk menjaga keunggulan daya saing, maka harus dijaga koordinasi dan komunikasi dengan pemasok (supplier). strategi perusahaan, struktur organisasi dan modal perusahaan serta kondisi persaingan dalam maupun luar negeri merupakam faktor mempengaruhi Competitive Advantage perusahaan. Rivalry yang berat dalam negeri, akan lebih mendorong perusahaan untuk melakukan pengembangan produk, efektifitas, teknologi dan peningkatan kualitas dan pelayanan.
-






0 komentar:
Posting Komentar