IISIP Jakarta

Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP) Kampus Tercinta IISIP Yang beralamat di Jl.Raya Lenteng Agung 32 Jakarta Selatan 12610 berdiri di Jakarta 5 Desember 1953 (umur 62) dulu bernama Sekolah Tinggi Publisistik(STP).

EKIN IISIP Jakarta

Individual and Group Tasks dari Mahasiswa IISIP Jakarta yang sedang mengambil matakuliah Ekonomi Internasional pada semester genap tahun ajaran 2016

Ekin IISIP Jakarta

Lecturer : Naota A. Parongko, SIP, M.A.

Ekin IISIP Jakarta

“The more that you read, the more things you will know. The more that you learn, the more places you'll go.” ― Dr. Seuss

EKIN IISIP Jakarta

Terimakasih Telah Mengunjungi Blog Kami

Selasa, 24 Mei 2016

Test Final Exam (Take home test)

Pembagian Negara

2.  luxemburg            8. Belgia                    13. China                  18. Finlandia           23.India                 
4. AS                        9. Brasil                    14.Kolombia             19.Prancis               24.Iran                     
5.Australia                10.Brunei                   15.Ekuador               20.Fiji                     25.Israel                    6. Austria                  11.Kanada                16.Ethiopia                21.Hongkong          26.Italia                     
7. Bahrain                 12. Chile                   17.Estonia                  22. Indonesia          27.Jepang     
  
28.Singapura            33.Mexico                    39.Denmark                 44.Swiss
29.KORSEL            34.Belanda                   40.Russia                     45.UK         
30.Kuwait                36.Selandia Baru          41.AFSEL                   46.Uruguay
31.Qatar                  37.Norwegia                42.Spanyol                   47.Jerman
32.Malaysia              38.Peru                        43.Swedia

Skema Penulisan

1.Pendahuluan

2.Isi
- Latar belakang masalah :
+ Evaluasi Neraca Pembayaran Negara dalam satu tahun terakhir
+ Bagaimana prospek ekonomi negara tersebut dalam satu tahun kedepan

A. Data :
- Neraca pembayaran negara dalam satu tahun terakhir

- Neraca pembayaran

- Transaksi Berjalan :
+ Neraca perdagangan barang :
< Neraca perdagangan non migas
< Neraca perdagangan migas

+ Neraca perdagangan jasa
+ Neraca pendapatan primer
+ Neraca pendapatan sekunder

-Transaksi modal dan finansial:
+ Investasi langsung
+ Investasi portofolio
+ Investasi lainnya

-Rekening cadangan

B. Evaluasi Kinerja Negara dalam Persaingan Ekonomi Internasional

C.Prospek Neraca Pembayaran Negara
- Prospek dilihat dari :

+ GNP/pendapatan negara
+ Kesempatan Kerja
+ Inflasi
+ Restriksi Pemerintah
+ Kurs dan tingkat harga

3.Kesimpulan

Nb : * Pembagian negara berdasarkan nomor absen 

        * Nomor  absen dapat dilihat di Line     

Sabtu, 21 Mei 2016


MAKALAH KELOMPOK 10 
“PASAR VALUTA ASING : INVESTASI”
MATA KULIAH
EKONOMI INTERNASIONAL

DISUSUN OLEH :
ZIKA PUSPITA SARI                    2013310026
PUTRI RAMADHANI                   2013310036
ADE PUTRI MAYANG SARI      2013230026
MARTHA MAGHFIROH              2014230121
NADYA AYU ARMINTA             2015230108



ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
INSTITUT ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
JAKARTA
2016



BAB I
PENDAHULUAN
1.1.  Latar Belakang
Tahun 1944, lahirnya sistem moneter internasional yang dikenal dengan nilai tukar tetap (fixed exchangerate) hasil dari persetujuan Bretton wood system sebagai awal perbaikan stabilitas ekonomi yang lebih baik pasca perang dunia ke-I. Setiap Negara memberlakuakan kurs tetap mata uangnya terhadap dolar US. Hal tersebut membawa pengaruh positif pada sektor ekonomi Negara-negara Eropa serta Amerika Serikat. Selain itu Euro Dollar dan Asia Currency juga muncul utuk mengimbangi peredaran dollar US yang semakin pesat.
Runtuhnya BWS menyebabkan berlakunya mata uang mengambang bebas (floating exchangerate) yang mekanismenya tergantung pada permintaan dan penawaran pasar. Teorinya, setiap mata uang dapat digunakan untuk menentukan nilai tukar, akan tetapi kenyataan yang selalu terjadi adalah dollar Amerika Serikat memiliki peranan utama sebagai aset cadangan utama dari banyak Negara, sebagai alat mata uang dan sebagai mata uang untuk intervensi. Peranan ini berlanjut, meskipun yen (Jepang), Euro, dan Poundsterling mulai memiliki peranan tersebut.
Aktivitas pasar valuta asing menjadi penting seiringan dengan berkembangnya perdagangan internasional dan semakin meningkatnya perpindahan uang. Valuta asing bukan lagi hanya sekedar pertukaran mata uang, sehingga dapat dikatakan valuta asing adalah suatu pasar dimana surat-surat berharga jangka pendek diperdagangkan. Dalam perkembangannya uang berkembang menjadi komoditas yang bias diperdagangkan.
1.2.  Rumusan Masalah
1.2.1.      Apa itu valuta asing dan bagaimana mekanisme dari pasar valuta asing?
1.2.2.      Bagaimana pengaruh menguatnya dollar terhadap valuta asing?
1.2.3.      Bagaimana pengaruh menguatnya dollar terhadap rupiah?
1.3.  Tujuan
1.3.1.      Mengetahui penjelasan tentang valuta asing.
1.3.2.      Mengetahui pengaruh apresiasi dollar terhadap valuta asing.
1.3.3.      Mengetahui pengaruh apresiasi dollar terhadap rupiah.

















BAB II
KONSEP
2.1.  Pengertian Valuta Asing
Valuta Asing atau foreign exchange atau pun foreign currency  adalah sebutan untuk mata uang asing yang digunakan sebagai transaksi pembayaran ataupun yang lainnya dalam transaksi internasional serta keuangan internasional yang biasanya mempunyai catatan kurs resmi pada Bank Sentral. Mata uang yang di gunakan terbagi menjadi dua yaitu soft currency dan hard currency. Soft Currency adalah mata uang lemah yang jarang digunakan sebagai alat pembayaran dan kesatuan hitung karena nilainya relatif tidak stabil dan sering mengalami depresi atau penurunan nilai terhadap mata uang lainnya. Soft currency, ini pada umumnya berasal dari negara-negara yang sedang berkembang seperti rupiah – Indonesia, peso – Filipina, bath – Thailand, dan rupee – India. Sedangkan Hard Currency adalah Mata uang yang sering digunakan sebagai alat pembayaran dan kesatuan hitung dalam transaksi ekonomi dan keuangan internasional. mata uang yang nilainya relatif dan kadang-kadang mengalami apresiasi atau kenaikan nilai terhadap mata uang lainnya. Hard currency pada umumnya berasal dari negara-negara maju, seperti Dolar Amerika / USD, Poundsterling Inggris / GBP, Euro Dolar / EUR, Swiss Franc / CHF, Japanese Yen / JPY, Australian Dolar / AUD, Canadian Dolar / CAD.
Total Valas yang dimiliki oleh pemerintah dan swasta dari suatu negara juga dikatakan sebagai cadangan devisa. Cadangan tersebut dapat diketahui dari posisi balance of payment (BOP) atau neraca pembayaran internasionalnya. Makin banyak devisa yang dimiliki pemerintah atau swasta disuatu negara maka akan semakin baik pula kemampuan negara tersebut dalam melakukan transaksi ekonomi dan semakin kuat pula nilai mata uang negara tersebut. Cadangan Devisa ini dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
2.1.1.  Cadangan Devisa Resmi (official forex reserve)
Cadangan devisa milik negara yang dikelola, dikuasai, dan di urus oleh Bank Sentral/Bank Indonesia.
2.1.2.  Cadangan Devisa Nasional (Country forex reserve)
Seluruh Devisa dimiliki oleh perorangan, badan, atau, lembaga yang secara moneter merupakan kekayaan nasional.
2.2.  Jenis-jenis Valuta Asing
Pasar valas dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu:
2.2.1   Pasar Spot (Pasar Tunai)         
Menurut Madura (2000:58-66) kurs spot adalah nilai tukar berjalan suatu valuta. Kemudian yang dimaksud pasar spot adalah pasar yang memfasilitasi transaksi-transaksi nilai tukar berjalan suatu valuta. Dimana komoditi atau valas dijual secara tunai dengan penyerahan segera. Disebut juga actual market atau physical market Menurut Kuncoro (1996:106-107) transaksi spot terdiri dari transaksi valas yang biasanya selesai dalam maksimal dua hari kerja. Dalam pasar spot, dibedakan atas tiga jenis transaksi:
a) Cash, dimana pembayaran satu mata uang dan pengiriman mata uang lain diselesaikan dalam hari yang sama
b) Tom (kependekan dari tomorrow/besok), dimana pengiriman dilakukan pada hari berikutnya
c) Spot, dimana pengiriman diselesaikan dalam tempo 48 jam setelah perjanjian.
Menurut Hamdi (2000:20) contoh transaksi spot yaitu pada tanggal 22 Desember 1996 seorang ayah membutuhkan US$ 10.000 untuk uang saku anaknya yang akan sekolah diluar negeri. maka seorang ayah tersebut dapat menghubungi bank-bank devisa atau money changer untuk dapat mengetahui dan membuat kesepakatan selling price pada tanggaltersebut. Apabila telah tercapai kesepakatan selling price pada tanggal 22 Desember 1996 adalah US$1 = Rp 5.500 maka perhitungannya: Jumlah Rupiah yang dibutuhkan = US$ yang dibutuhkan x selling price= US$ 10.000 x Rp 5.5000
= Rp 55.000.000,-maka untuk mendapatkan US$ 10.000 diperlukan Rp 55.000.000,- yang harus diserahkan paling lambat tanggal 24 Desember 2004 (2 x 24 jam atau t +2).
2.2.2.     Pasar Forward
Menurut Madura (2000:58-66) Kurs forward adalah nilai tukar suatu valuta dengan valuta lain pada suatu waktu di masa depan yang dikuotasikan oleh bank-bank. Kemudian yang dimaksud Pasar Forward adalah pasar yang memfasilitasi perdagangan kontrak forward mata uang. Menurut Kuncoro (1996:106-107) transaksi forward merupakan transaksi valas dimana pengiriman mata uang dilakukan pada suatu tanggal tertentu di masa datang. Kurs dimana transaksi forward akan diselesaikan telah ditentukan pada saat kedua belah pihak menyetujui kontrak untuk membeli dan menjual. Waktu antara ditetapkannya kontrak dan pertukaran mata uang yang sebenarnya terjadi dapat bervariasi dari dua minggu hingga satu tahun. Jatuh tempo kontrak forward biasanya satu, dua, tiga atau enam bulan. Transaksi forward biasanya terjadi bila eksportir, importir, atau pelaku ekonomi lain yang terlibat dalam pasar valas harus membayar atau menerima sejumlah mata uang asing pada suatu tanggal tertentu di masa mendatang.
Menurut Madura (2000:63) contoh transaksi forward yaitu apabila suatu perusahaan akan membutuhkan 1 juta Mark Jerman, 90 hari dari sekarang untuk mengimpor barang dari Jerman. Asumsikan bahwa perusahaan tersebut dapat langsung membeli Mark Jerman untuk pengiriman langsung (yaitu, dari pasar spot) dengan kurs spot $0,50 per Mark. Berdasarkan kurs spot ini maka perusahaan membutuhkan $500.000 ($0,50 per Mark x 1.000.000). namun perusahaan belum memiliki dana saat ini juga untuk membeli Mark. Perusahaan dapat menunggu 90 hari dan kemudian menukarkan US Dolar dengan Mark menurut kurs yang berlaku saat itu. Tetapi perusahaan tidak mengetahui berapa kurs spot 90 hari dari sekarang. Jika naik menjadi $0,60 per Mark, perusahaan akan membutuhkan $600.000 ($0,60 per Mark x 1.000.000 Mark). Dengan danya ini maka perusahaan akan merugi sebesar $100.000. akan lebih baik perusahaan mengunci kurs untuk 90 hari dari sekarang. Dimana kurs forward 90 hari sekarang adalah $0,51 per mark, maka perusahaan dapat melakukan perjanjian kontrak forward dengan menggunakan kurs forward 90 hari dari sekarang. Sehingga dana yang dibutuhkan perusahaan sebesar
$510.000 ($0,51 per Mark x 1.000.000 Mark). Maka dengan mengunci kurs, perusahaan tidak perlu khawatir dengan adanya perubahan kurs spot 90 hari ke depan.
2.2.3      Pasar Currency Futures
Menurut Madura (2000:67-68) pasar Currency Futures merupakan pasar yang memfasilitasi perdagangan kontrak Currency Futures. Suatu kontrak Currency Futures menetapkan suatu volume standar dari suatu valuta tertentu yang akan dipertukarkan pada tanggal penyelesaian (settlement date) tertentu di masa depan. Sebuah MNC (multi national corporation) yang ingin meng-hedge hutangnya akan membeli kontrak Currency Futures untuk mengunci harga suatu valuta di masa depan
Menurut Kuncoro (2000:123) contoh transaksi futures yaitu sebuah korporasi AS, yang pada tanggal 2 Januari menyadari kebutuhan akan 450.000 mark untuk tanggal 11 Februari (40 hari kemudian). Jika korporasi tersebut berupaya untuk mengunci harga pembelian mark di masa depan dengan kontrak futures, tanggal penyelesaian kontrak adalah hari Rabu ketiga bulan Maret. Selain itu, jumlah Mark yang dibutuhkan (450.000) lebih tinggi dari jumlah standarnya (125.000). Hal yang terbaik yang bisa dilakukan korporasi adalah membeli 3 kontrak futures-mark (dengan total 375.000 Mark) atau 4 kontrak futures-mark (500.000).asumsikan bahwa pada tanggal 11 Januari, harga futures-mark untuk bulan Maret adalah $0,5900. dengan membeli kontrak futures ini pada tanggal 2 Januari, perusahaan wajib membeli Mark seharga $0,5900 per Mark pada hari Rabu ketiga bulan Maret. Di lain pihak, siapa pun yng menjual kontrak futures ini pada tanggal 11 Januari wajib mengirimkan (menjual)Mark dengan harga $0.5900 per Mark pada hari Rabu ketiga bulan Maret. Karena satu unit kontrak futures-mark bernilai $125.000 Mark, maka perusahaan harus membeli 3 atau 4 unit kontrak futures-mark. Maka jumlah Dolar yang dibutuhkan adalah $221.500 (3 unit kontrak futures-mark x $125.000 x $0,5900) atau 295.000 (4 unit kontrak futures-mark x $125.000 x $0,5900).
2.2.4.    Pasar Currency Options
Menurut Madura (2000:67-68) menjelaskan pasar Currency Options merupakan pasar yang memfasilitasi perdagangan kontrak currency options. Kontrak currency options dapat diklasifikasikan sebagai call atau put. Suatu currency call Options menyediakan hak untuk membeli suatu valuta tertentu dengan harga tertentu (yang dinamakan dengan strike price atau exercise price) dalam suatu periode waktu tertentu. currency call
options digunakan untuk meng-hedge hutang-hutang valas yang harus dibayarkan di masa depan. currency put options memberikan hak untuk menjual suatu valuta asing dengan harga tertentu dalam suatu periode waktu tertentu. Currency put options digunakan untuk meng-hedge piutang-piutang valas yang akan diterima di masa depan.
Menurut Madura (2000:131) contoh dari transaksi currency call options yaitu ada kemungkinan perusahaan sebuah perusahaan akan membutuhkan valuta asing di masa depan, tetapi perusahaan tidak begitu yakin. Sebagai contoh, anggaplah sebuah perusahaan AS terlibat dalam tender sebuah poyek di Jerman. Jika proyek tersebut jatuh kepada perusahaan tersebut maka perusahaan akan membutuhkan kira-kira DM625.00 untuk membeli bahan baku dan jasa di Jerman, namun perusahaan tidak tahu apakah tawaran akan diterima atau tidak sampai tiga bulan ke depan. Asumsikan bahwa exercise price bagi Mark adalah $0,50 dan premium call option-nya adalah $ 0,02 per unit. Perusahaan akan membayar $1250 per opsi (62.500 x $0.02) atau $12.500 untuk 10 kontrak. Dengan adanya opsi tersebut, jumlah maksimum pengeluaran US Dolar untuk membeli Mark adalah $312.500 (62.500 x $0,5).

2.3.  Fungsi Pasar Valuta Asing
Pasar valuta asing mempunyai beberapa fungsi pokok dalam membantu kelancaran lalu lintas pembayaran internasional, antara lain:
2.3.1.      Mempermudah penukaran valuta asing serta pemindahan dana dari satu negara ke negara lain. Proses penukaran atau pemindahan dana ini dapat dilakukan dengan sistem “clearing” seperti halnya yang dilakukan oleh bank-bank serta para pedagang.
2.3.2.      Karena sering terdapat transaksi internasional yang tidak perlu segera diselesaikan pembayaran dan atau penyerahan barangnya, maka pasar valuta asing memberikan kemudahan untuk dilaksanakannya perjanjian / kontrak jual beli dengan kredit.
2.3.3.      Memungkinkan dilakukannya “hedging”. Seseorang pedagang melakukan hedging apabila dia pada saat yang sama melakukan transaksi jual dan beli valuta asing di pasar yang berbeda, untuk menghilangkan / mengurangi risiko kerugian akibat perubahan kurs.
2.4.  Sistem Kurs Valuta Asing
Sekilas mengenai sistem kurs valuta asing yaitu, Sejak tahun 1944 sampai dengan akhir tahun 60-an, sistem kurs valuta asing atau bisa desebut sistem moneter internasional didasarkan pada Fixed Exchange rate  (sistem kurs tetap). Sistem ini dekenal dengan sistem Bretton Woods, karena didasarkan pada perjanjian yang disetujui oleh Dana Moneter Internasional (IMF) dengan bank dunia (IBRD). Sistem ini juga dikenal sebagai Standar Tukar Emas, karena banyak negara yang memegang emas dan devisa, khususnya Dollar Amerika sebagai cadangannya. Namun sejak tahun 60-an sistem ini tidak dipergunakan lagi dan beralih menggunakan sistem kurs mengambang (floating exchange rate).
Sitem Kurs Valuta Asing memiliki sifat yang sangat bergantung pada sifat pasar atau dapat dikatakan fluktuatif. Hal tersebut disebabkan oleh, pertama, apabila transaksi jual beli valuta asing dapat dilakukan secara bebas di pasar, maka kurs valuta asing akan berubah-ubah sesuai dengan perubahan dari permintaan dan penawaran. Kedua, apabila pemerintah menjalankan kebijaksanaan stabilisasi kurs, tetapi tidak dengan mempengaruhi transaksi swasta, maka kurs ini hanya berubah-ubah di dalam batas yang kecil. Meskipun batas-batas ini dapat diubah dari waktu ke waktu. Pemerintah dapat juga menguasai sepenuhnya transaksi valuta asing. Dalam hal ini kurs tidak lagi dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran. Sistem ini disebut exchange control. Di dalam sistem moneter standar emas kurs valuta asing relatif tetap atau hanya berubah-ubah dalam batas-batas yang ditentukan oleh ongkos angkut emas.
2.4.1.      Sistem Kurs yang Berubah-ubah
Di dalam pasar bebas perubahan kurs tergantung pada faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran  valuta asing. Permintaan valuta asing diperlukan untuk melakukan transaksi pembayaran ke luar negeri (impor). Permintaan valuta asing diturunkan dari transaksi debit dalam neraca pembayaran internasional. sedangkan penawaran valuta asing berasal dari eksportir yakni berasal dari transaksi kredit neraca pembayaran internasional.
Suatu mata uang dapat dikatakan kuat apabila transaksi autonomous kredit lebih besar dari transaksi autonomous debit (surplus necara pembayaran), dan sebaliknya suatu mata uang dapat dikatakan lemah apabila neraca pembayarannya mengalami defisit. Transaksi autonomous debit dan kredit dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berasal dari dalam maupun luar negeri, termasuk harga, pendapatan dan tingkat bunga. Segala sesuatu yang mempengaruhi ketiga faktor ini, baik dari dalam maupun luar negeri, akan mempengaruhi kepada permintaan dan penawaran, yang pada gilirannya akan mempengaruhi kurs valuta asing.
Semakin tinggi tingkat dari pertumbuhan pendapatan, semakin besar kemungkinan untuk impor, yang berarti makin besar pula permintaan dari valuta asing. Kurs valuta asing akan cenderung naik (harga mata uang sendiri turun). Demikian juga inflasi, akan menyebabkan impor naik dan ekspor turun yang akan mengakibatkan kurs valuta asing naik Kenaikan tingkat bunga dalam negeri cenderung menarik modal masuk dari luar negeri. Kurs valuta asing akan cenderung turun.
Semua kegiatan ekonomi dan kebijaksanaan pemerintah yaitu fiskal dan moneter, yang mempengaruhi pendapatan, harga serta tingkat bunga secara tidak langsung akan mempengaruhi kurs. Kebijaksanaan pemerintah akan menaikkan pendapatan dan harga akan menyebabkan impor naik, yang artinya akan menekan permintaan valuta asing. Selanjuatnya kurs valuta asing akan naik. Kemudian dari faktor non-ekonomi yang dapat mempengaruhi perubahan kurs, seperti faktor politis dan psikologi. Misalnya, kepanikan yang terjadi di dalam negeri akan menyebabkan larinya dana ke luar negeri, sehingga kurs valuta asing akan naik.
2.4.2.      Sistem Kurs yang Stabil
Sistem kurs yang stabil dapat timbul secara Aktif dan Pasif:
a.    Aktif, yakni pemerintah menyediakan dana untuk tujuan stabilisasi kurs (stabilization funds).
Kegiatan dari stabilisasi kurs dapat dijalankan dengan cara sebagai berikut : apabila tendensi kurs valuta asing akan turun maka pemerintah membeli valuta asing dipasar. Dengan tambahnya permintaan dari pemerintah maka tendensi kurs turun dapat dicegah. Sebaliknya apabila tendensi kurs naik, maka pemerintah menjual valuta asing di pasar sehingga penawaran valuta asing bertambah dan kenaikan kurs dapat dicegah.
Usaha untuk mencegah kenaikan kurs valuta asing bagi pemerintah lebih sukar, karena cadangan valuta asing yang dimiliki terbatas. Keterbatasan ini mungkin menyebabkan pemerintah tidak bisa sepenuhnya untuk mengembalikan kurs ke tingkat yang dikehendaki. Sedangkan usaha untuk mencegah penurunan kurs lebih mudah dijalankan sebab pembelian valuta asing oleh pemerintah dilakuakan dengan menggunakan cadangan mata uang sendiri. Besarnya cadangan mata uang sendiri di bawah kekuasaan/pengawasan pemerintah, bahkan kalau kekurangan pemerintah dapat mencetak uang.
b.    Pasif, yakni didalam suatu negara yang menggunakan sistem standar emas.
Suatu negara dikatakan memakai standar emas apabila nilai mata uangnya dijamin dengan nilai seberat emas tertentu, setiap orang boleh membuat serta melebur uang emas, dan pemerintah sanggup membeli atau menjual emas dalam jumlah yang tidak terbatas pada harga tertentu yaitu yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Dalam sistem standar emas kurs mata uang suatu negara terhadap negara lain ditentukan dengan dasar emas
2.4.3.      Pengawasan Devisa
Dalam sistem ini pemerintah memonopoli seluruh transaksi valuta asing. Tujuannya adalah untuk mencegah adanya aliran modal keluar dan melindungi pengaruh depresi dari negara lain, terutama dalam hal negara tersebut menghadapi keterbatasan cadangan valuta asing dibanding dengan permintaannya. Menghadapi jumlah valuta asing yang relatif lebih sedikit dibandingkan dengan permintaannya, pemerintah perlu mengadakan alokasi di dalam pengggunaannya, yakni untuk tujuan-tujuan yang sesuai dengan program pemerintah. Alokasi biasanya dilakukan dengan menggunakan lisensi impor.
Di dalam pengawasan devisa (exchange control) pemerintah menetapkan kurs suatu mata uang itu, sebagai berikut:
1.    Hanya satu jenis saja, tidak tergantung pada tujuan dari penggunaan devisa tersebut. Sistem ini disebut single exchange rate system. Dalam hal ini exchange rate tidak mempunyai peranan atau fungsi yang penting di dalam alokasi devisa untuk berbagai transaksi, permintaan, dan negara.
2.    Lebih dari satu macam kurs, tergantung daripada tujuan penggunaannya, misalnya:
$1 = Rp. 600,00; untuk impor barang-barang yang essensiil
$1 = Rp. 800,00; untuk impor barang-barang yang nonessensiil.
Sistem ini disebut  multiple exchange rate. Sebenarnya di dalam sistem ini terdapat banyak sekali cara penentuan exchanger rate, diantaranya terdapat dua bentuk yaitu:
-       Dua atau lebih kurs/exchange rate yang bebas untuk mengalokasikan devisa dengan beberapa pengawasan yang tidak ketat.
-       Dua atau lebih kurs resmi (official rate) tetap, yang biasanya dilengkapi dengan sistem lisensi impor serta impor quota.
Di dalam mengadakan alokasi penggunaan devisa, pemerintah dapat menggunakan beberapa cara, antara lain:
1.    Individual allocation : setiap pemohon devisa (importer) diadakan penelitian tentang penggunaannya. Apabila pemohon tersebut disetujui lalu diberikan izin untuk membeli sejumlah tertentu devisa.
2.    Exchange quota : untuk setiap kategori impor ditentukan jumlah devisanya berdasarkan devisa yang akan diperoleh dari ekspor dalam waktu tertentu. Apabila devisa sudah tersedia, lalu dijual dengan prinsip yang datang dulu dilayani sampai jatah untuk kategori impor tersebut habis
3.    Waiting list : ini merupakan pelengkap cara sebelumnya. Setiap surat pemohon pembelian devisa ditempatkan dalam daftar menunggu (waiting list) sampai devisa tersedia.
Pada umumnya tujuan suatu negara menjalankan pengawasan devisa adalah:
1.    Mencegah terjadinya aliran modal ke luar negeri dan menekan Neraca Pembayaran Internasional (NPI) yang disequilibrium. Apabila suatu negara tidak menghendaki penyemimbangan NPI yang defisit dengan politik deflasi ataupun devaluasi, maka harus diadakan penekanan terhadap defisit tersebut dengan cara mengawasi langsung semua transaksi internasional.
2.    Melindungi industri di dalam negeri. Dengan pembatasan impor maka pengawasan devisa mempunyai tujuan untuk melindungi industri dalam negeri dari persaingan industri luar negeri
3.    Memperoleh pendapatan bagi pemerintah. Hal ini dilakukan oleh pemerintah dengan cara menetapkan kurs (exchange rate) yang berbeda antara pembelian dan penjualan. Kurs pembelian oleh pemrintah ditetapkan lebih rendah daripada kurs penjualan. Perbedaan kurs inilah yang merupakan pendapatan bagi pemerintah.
4.    Tie In Arragement: penggunaan devisa untuk impor barang tertentu, tetapi dengan syarat importer harus juga membeli barang pelengkap atau barang yang sama hasil produksi di dalam negeri dalam proporsi tertentu.
2.5.  Pelaku Valuta Asing
2.5.1.      Perusahaan
Adanya kegiatan ekspor dan impor dalam suatu perusahaan menyebabkan perusahaan memerlukan mata uang negara lain ataupun mata uang yang biasa digunakan dalam bertransaksi dengan negara lain. Dalam perbedaan mata uang ini lah Valuta Asing dibutuhkan dalam bertransaksi.
2.5.2.      Individu
Para individu juga bisa memanfaatkan keberadaan Valuta Asing dengan beberapa sebab. Kegiatan spekulasi, yaitu dengan memanfaatkan fluktuasi pergerakan nilai valuta asing untuk memperoleh keuntungan. Serta kebutuhan konsumsi pada saat berada di luar negeri juga menjadi penyebab individu memerlukan mata uang asing.
2.5.3.      Bank Umum
Bank umum disini bersifat melayani masyarakat dalam menukarkan dan juga yang memerlukan mata uang asing. Perbankan adalah pelaku pasar valas yang terbesar dan paling aktif. Perbankan beroperasi dalam pasar valas lewat para pedagangnya. Istilah teknis untuk menyebut para pedagang ini adalah exchange dealer atau exchange trader.
2.5.4.      Pialang Pasar Valas atau Broker
Broker adalah perantara dalam perusahaan untuk menukarkan mata uang asing. Pialang pasar valas adalah perantara yang menghubungkan antara pihak yang membutuhkan dan menawarkan valas di pasar valas. Untuk jasa perantara, pialang mengenakan biaya yang telah disepakati, yang disebut brokerage. Salah satu modal dasar dasar pialang adalah penguasaannya atas informasi pasar. Informasi sempurna karena dapat mempertemukan berbagai pelaku pasar valas inilah yang membuat pasar valas menjadipasar yang efisien.
2.5.5.      Pemerintah
Disini pemerintah melakukan transaksi dengan mata uang luar negeri untuk membayar hutang piutang ataupun menerima pemasukan dan pembayaran dari ataupun ke luar negeri.
2.5.6.      Bank Sentral
Disini Bank sentral melakukan jual beli valuta asing dalam rangka menstabilkan nilai tukar mata uangnya yang biasa disebut dengan kegiatan intervensi. Tujuan utama Bank Sentral adalah mempengaruhi nilai mata uangnya dan nilai mata uang penting lain agar bergerak sesuai dengan nilai yang menurut Bank Sentral tersebut sesuai dengankepentingan ekonomi negaranya.


2.5.7.      Spekulan dan Arbitraser
Arbitraser adalah orang yang mengeksploitasi perbedaan kurs antar valas. Peran serta Spekulan dan arbitraser dalam pasar valas semata-mata didorong oleh motif mengejar keuntungan. Mereka justru menuai laba dari fluktuasi drastis yang terjadi di pasar valas. Dengan kata lain, mereka tidak mempunyai transaksi bisnis atau komersial yang perlu dilindungi di pasar valas.
2.6.  Ciri-ciri Pasar Valuta Asing
Pasar valuta asing tidak terbatas pada suatu negara tertentu. Pasar untuk poundsterling misalnya, meliputi transaksi-transaksi dalam pound sterling baik di New York, Montreal, Zurich dan lain-lain, serta transaksi-transaksi dalam valuta asing di London. Orang biasanya selalu tergoda untuk memandang pasar valuta asing itu sebagai pasar dimana seakan-akan ada ikatan geografisnya. Pandangan tersebut adalah salah. Pasar valuta asing adalah pasar untuk suatu mata uang. Bila persedian poundsterling di New York melebihi permintaannya di New York, tidak perlu terjadi perubahan kurs, kelebihannya dapat dipergunakan untuk membeli dollar di New York.
2.7       MEKANISME PASAR VALUTA ASING
Kuncoro (1996:107) mengatakan seandainya ada mata uang tunggal internasional, barangkali pasar valas tidak diperlukan. Kenyataan menunjukkan, dalam setiap transaksi internasional selalu digunakan valas. Dengan kata lain ada kebutuhan untuk mengkonversi mata uang yang satu menjadi mata uang lain. Inilah yang menimbulkan adanya permintaan akan transaksi valas. Pasar valas dunia menawarkan mekanisme yang dapat menyelesaikan transaksi kompleks dan beragam secara efisien. Perantara utama dalam pasar valas adalah bank-bank utama yang beroperasi diseluruh dunia terutama yang berdagang valas. Bank-bank ini dihubungkan dengan jaringan telekomunikasi yang sangat maju dan canggih, dimana dapat menghubungkan bank-bank tersebut dengan klien utamanya dan bank-bank lain diseluruh dunia. Tidak seperti di bursa saham yang memiliki lantai perdagangan (trading floor), pialang-pialang berbagai bank dalam pasar valas tidak pernah bertemu dan berhadapan secara langsung. Hanya telepon, modem, mesin faks, terminal computer, atau telex yang menghubungkan permintaan dan penawaran valas.
Ada dua tingkatan dalam pasar valas. Pertama, pasar konsumen/eceran (consumer/retail market), dimana individu atau institusi membeli dan menjual valas kepada bank. Sebagai contoh, bila IBM bermaksud merepatriasi keuntungan dari cabangnya di Jerman ke AS, maka IBM dapat mendatangi sebuah bank di Frankfurt dengan tawaran menjual DM yang dimilikinya untuk ditukarkan US$. Kedua, apabila bank tersebut tidak memiliki jumlah US$ yang diinginkan, maka bank tadi akan mendatangi bank lain untuk memperoleh Dolar sebagai ganti DM atau valas lain. Penjualan dan pembelian semacam ini disebut pasar antar bank.
Dalam pasar valas, tidak ada keseragaman. Dengan adanya transaksi diluar bursa perdagangan (over the counter) sebagai pasar tradisional dari perdagangan valuta asing, banyak sekali pasar valuta asing yang saling berhubungan satu sama lainnya dimana mata uang yang berbeda diperdagangkan, sehingga secara tidak langsung artinya bahwa “tidak ada kurs tunggal mata uang dollar melainkan kurs yang berbeda-beda tergantung pada bank mana atau pelaku pasar mana yang bertransaksi”. Namun dalam praktiknya, perbedaan tersebut seringkali sangat tipis.

2.8 Kelebihan dan Kekurangan Valas
2.8.1.      Kelebihan Valas:
1.    Transaksi 24-Jam
Tidak seperti transaksi di pasar modal, pasar valas berjalan 24 jam sehari selama 5 hari dalam seminggu.
2.    Rendahnya Biaya Transaksi
Biaya transaksi di pasar valas secara online tidak ada, namun hanya dikenakan biaya yang jumlahnya cukup beragam salah satu contohnya adalah biaya pada saat penarikan dana dari akun forex.
3.    Keuntungan dari Kenaikan dan Penurunan Harga
Para trader dapat menarik keuntungan dari kenaikan harga yaitu selisih antara harga beli (ask/offer) dengan harga jual/harga penutupan (bid) pada pesanan beli (buying order). Sedangkan pada pesanan jual (selling order), keuntungan didapat dari selisih antara harga jual (bid) dengan harga beli/penutupan (ask/offer).
4.    Marjin Perdagangan
Perdagangan dengan marjin dapat membuat daya beli investor melebihi jumlah modal yang dimiliki.
5.    Two way opportunities
Anda dapat menghasilkan keuntungan 2 arah, ketika market naik atau pun ketika market turun. Hal ini tidak berlaku bagi investasi jenis lain (1 way opportunity), sebagai contoh: saham.
6.    Fungsi Leverage (daya ungkit/faktor pengali)
Dengan modal relatif kecil anda dapat menghasilkan keuntungan yang jauh lebih besar. Contoh: tanpa leverage anda hanya akan mendapatkan $0.01/point dengan modal $100. Tapi dengan leverage 1:100 maka anda dapat menghasilkan $1/point dengan modal yang sama ($100). Resiko valas (forex).
2.8.2        Kelemahan Valas
1.    Risiko Kurs Pertukaran (Exchange Rate Risk)
Risiko ini timbul sebagai akibat dari naik-turunnya nilai tukar (kurs) valas.
2.    Risiko Negara Asal
Risiko ini timbul dari akibat campur tangan pemerintah yang mata uangnya di perdagangkan di pasar valas contohnya seperti intervensi bank sentral di negara tersebut dengan menaikkan tingkat suku bunga, melepas obligasi pemerintah, pembelian valuta asing secara besar-besaran oleh pemerintah dan sebagainya.



















BAB III
PEMBAHASAN
3.1.   Studi kasus : Nilai tukar rupiah tembus Rp14 ribu, pemerintah didorong siapkan rencana darurat
Nilai tukar rupiah terhadap dolar yang mencapai Rp14.050 per US$1 memang tak lepas dari fenomena ekonomi global. Namun pemerintah juga harus melihat kinerja tim ekonomi dalam negeri. Devaluasi mengakibatkan terjadinya perubahan struktural (tectonic shift) dalam pasar finansial global. Rupiah pun terpengaruh oleh perubahan ini. Dari sektor domestik, pelemahan ini juga disebabkan oleh isu-isu ekonomi yang relatif masih sama, yaitu bagaimana pemerintah mempercepat belanja agar infrastruktur mulai dibangun dan meyakinkan investor untuk melakukan investasi langsung. Namun upaya melakukan investasi langsung ini terhambat oleh sentimen pasar yang masih negatif terhadap Indonesia.
David selaku ekonom bank central asia, melihat potensi perekonomian Indonesia sebenarnya masih bagus, namun hal itu bergantung pada kemampuan pemerintah menjaga stabilitas harga pangan dan menghilangkan isu-isu yang mengganggu stabilitas tersebut. Perombakan kabinet adalah upaya untuk melakukan perubahan struktural tersebut meski butuh waktu untuk melihat hasilnya. Pemerintah dan otoritas juga harus menyiapkan rencana darurat untuk menghadapi kemungkinan terburuk, terutama dari sisi stabilitas harga pangan, mempercepat belanja infrastruktur, dan meyakinkan investor. Pemerintah juga harus menentukan langkah yang hendak diambil agar nilai tukar ke depan lebih stabil.
Sementara itu, pengamat mata uang Farial Anwar mengatakan bahwa meski ada faktor eksternal yang bermain seperti spekulasi kenaikan suku bunga di AS, namun kurs rupiah yang sudah mencapai Rp14.050 harus dilihat sebagai kondisi darurat. Ia berharap pemerintah bekerja bersama dengan Bank Indonesia untuk melakukan sinkronisasi antara sektor fiskal dengan moneter terutama dalam mengeluarkan kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi (BBCIndonesia.com).
3.2.  Analisis
3.2.1.      Pengaruh Penguatan Dollar terhadap valuta asing
Nilai tukar sebuah mata uang, pada dasarnya mencerminkan harga dari mata uang tersebut. Pada prinsipnya nilai mata uang dipengaruhi oleh kebutuhan (demand) dan ketersediaan (supply) antara dua mata uang masing-masing Negara tersebut.
Nilai tukar yang ditentukan oleh pasar akan berubah-ubah nilainya, tergantung dengan kebutuhan dan ketersediaan mata uang tersebut. Jadi, jika permintaan mata uang meningkat maka mata uang tersebut akan mengalami apresiasi, sebaliknya jika penawaran mata uang meningkat maka matauang tersebut akan mengalami depresiasi. Valuta asing akan menyesuaikan dengan system kurs yang dipakai suatu negara.
Misalnya suatu Negara menggunakan system kurs mengambang bebas yang mekanismenya tergantung dengan permintaan dan penawaran. Maka apabila suatu negara mengalami apresiasi dan sebaliknya mitra dagangnya malah mengalami deflasi, pemerintah sebaiknya tidak menginterversi. Jadi valuta asing menyesuaikan patokan harganya sendiri mengikuti pasar.
3.2.2.      Penyebab Rupiah melemah terhadap dollar AS pada Agustus 2015
Setelah melalui sejarah panjang akhirnya pada tahun 1949 rupiah resmi menjadi mata uang kebangsaan Indonesia.Kebijakan kurs mengambang bebas di Indonesia dari waktu ke waktu malah melemahkan rupiah. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kian melemah, bahkan semakin mengkhawatirkan ketika posisinya melampaui level lebih dari 13 ribu per dolar sehingga menjadi beban bagi pemerintah Joko Widodo.
Melemahnya rupiah, akan berdampak pada valuta asing untuk melakukan ekspor-impor. Permintaan dan penawaran menjadi rendah dikarenaka harga jual-beli tidak stabil. Dampaknya, Indonesia yang merupakan negara berkembang, mudah terdepresiasi nilai mata uangnya karena pengaruh penguatan mata uang negara maju, khususnya Amerika Serikat. Nilai Mata uang Indonesia memiliki karakteristik tersendiri, yaitu  soft currency yang artinya sensitif sekali terhadap kondisi perekonomian internasional.


Bila menilik faktor penyebab jatuhnya rupiah, sulit menampik adanya pengaruh perbaikan ekonomi Amerika Serikat yang bangkit dari lembah krisis 2008. Pada Mei 2013 ketika Amerika mulai pulih, The Fed atau bank sentral Amerika mengumumkan rencana memotong dana stimulus sehingga mendorong pelemahan mata uang global, tak terkecuali rupiah. Pengaruh untuk indonesia dari perbaikan ekonomi Amerika Serikat , yaitu:
1.    Dollar menguat
Pemulihan ekonomi Amerika Serikat pasca krisis 2008 membuat The Fed atau bank sentral Amerika menghembuskan rencana tappening off atau pemangkasan quantitatife easing, yang biasa disebut stimulus ekonomi. Rencana yang kemukakan Gubernur The Fed, Ben Bernake sejak mei 2013 itu menjadi awal melemahnya mata uang global terhadap dolar AS karena supply dolar akan berkurang.
Kebijakan yang diambil Amerika Serikat adalah sebagai adalah sebagai berikut:
Quantitative easing
·         The Fed  mencetak dolar lebih banyak.
·         The Fed mengguyurkan stimulus dengan membeli obligasi.
·         Dolar mengalir ke pasar emerging market termasuk indonesia.
·         Mata uang dunia menguat terhadap dolar.

Tapering off
·         Memotong stimulus.
·         Menaikan suku bunga.
·         The Fed menjual obligasi untuk menarik dana.
·         Dolar di penjuruh dunia kembali ke Amerika.

Penguatan dollar
·         Dolar langka tapi di buru untuk keperluan transaksi.Mata uang global melemah terhadap dolar.


2.    Terus Tertekan oleh Sinyal Buruk The Fed
Nilai tukar rupiah dan index harga saham gabungan (IHSG), mulai berfluktuasi tajam ketika the fed mewancanakan pengurangan pembelian obligasi pada mei 2013. Muncul kekhawatiran pemulihan ekonomi di amerika serikat akan berdampak pada kembalinya modal dan mempengaruhi pasar keuangan dunia. Rupiah terus bergerak hingga menembus level Rp.13.000 pada minggu ke 3 maret, 2015.
3.    Mata Uang Melemah Melanda Seluruh Dunia
Pemulihan ekonomi amerika serikat yang diikuti dengan pemotongan stimulus oleh The Fed berdampak pada menguatnya dollar terhadap hampir seluruh mata uang dunia. Bila dibandingkan dengan mata uang lainnya, kondisi rupiah yang anjlok hingga 9,6 % tahun lalu bukanlah yang terburuk, meski juga bukan yang menggembirakan.
4.    Booming Harga, Komoditas Telah Berlalu.
Pelemahan mata uang dunia terhadap dolar Amerika membuat permntaan barang komoditas menurun. Akibatnya, harga komoditas yang menjadi andalan ekspor indonesia anjlok, dan berdampak pada neraca perdagangan yang pada akhir nya memperburuk pelemahan rupiah.

5.    Kinerja Ekspor, Kian Merosot.
Pelemahan rupiah ikut didorong oleh menurunnya kinerja ekspor indonesia. Ketika rupiah melemah, seharusnya ekspor mengalami kenaikan. Namun karena produk ekspor indonesia di dominasi barang komoditas yang harga dan permintaannya sedang anjlok, maka kontribusi terhadap neraca perdagangan tidak signifikan, sehingga mendorong pelemahan rupiah.
6.    Import Barang Cukup Tinggi
Sejak enam tahun terakhir import barang modal dan konsumsi melonjak sehingga menekan neraca perdagangan Indonesia. Hal ini ikut mendorong pelemahan rupiah terhadap dollar yang terjadi sejak 2013. Meski terjadi penurunan import pada tahun 2014, hal ini tidak cukup signifikan untuk menahan laju pelemahan rupiah.
7.    Bom Waktu Peninggalan Rezim Lama
Pelemahan nilai tukar rupiah dari 2013-2015. Selain dipicu oleh faktor eksternal, pelemahan ini juga di sebabkan oleh defisit transaksi berjalan mulai terjadi 2012. Kendati sudah berupaya, pemerintah SBY tidak mampu membalik defisit neraca transaksi berjalan menjadi surplus.















BAB IV
PENUTUP

4.1.  Kesimpulan
Ketergantungan Indonesia terhadap negara asing masih cukup tinggi. Salah satu faktor yang menyebabkan tingginya ketergantungan ini adalah konsumsi dalam negeri. Konsumsi dalam negeri yang tinggi menjadi penopang perekonomian Indonesia saat perekonomian negara-negara maju mengalami keterpurukan akibat krisis 2008. Konsumsi dalam negeri yang tinggi ini tidak diiringi dengan produksi dalam negeri yang memadai sehingga Indonesia harus mengandalkan import dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Saat perekonomian Indonesia tumbuh pesat, konsumsi juga ikut meningkat dan import juga ikut membengkak.
Perbaikan perekonomian Amerika Serikat dapat menjadi ancaman bagi stabilitas perekonomian Indonesia. Perbaikan ekonomi Amerika Serikat berpotensi menyebabkan arus modal keluar karena investor asing akan menarik dananya dari Indonesia untuk diinvestasikan di sana. Perbaikan perekonomian Amerika diikuti dengan pengurangan stimulus oleh The Fed  sehingga penawaran menurun.
Pemerintah harus melakukan perbaikan pada perekonomian Indonesia. Pemerintah harus meningkat investasi agar Indonesia tidak perlu lagi melakukan import untuk memenuhi kebutuhan pokok dalam negeri. Pemerintah sebaiknya mengutamakan investasi dalam negeri didanai oleh investor lokal agar mengurangi ketergantungan terhadap penanaman modal asing. Pembatasan import juga perlu dilakukan pemerintah agar produk-produk dalam negeri dapat bersaing dengan produk asing. Diharapkan langkah-langkah pemerintah ini dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap negara lain dan permintaa 
MAKALAH KELOMPOK 10 
“PASAR VALUTA ASING : INVESTASI”
MATA KULIAH
EKONOMI INTERNASIONAL

DISUSUN OLEH :
ZIKA PUSPITA SARI                    2013310026
PUTRI RAMADHANI                   2013310036
ADE PUTRI MAYANG SARI      2013230026
MARTHA MAGHFIROH              2014230121
NADYA AYU ARMINTA             2015230108



ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
INSTITUT ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
JAKARTA
2016



BAB I
PENDAHULUAN
1.1.  Latar Belakang
Tahun 1944, lahirnya sistem moneter internasional yang dikenal dengan nilai tukar tetap (fixed exchangerate) hasil dari persetujuan Bretton wood system sebagai awal perbaikan stabilitas ekonomi yang lebih baik pasca perang dunia ke-I. Setiap Negara memberlakuakan kurs tetap mata uangnya terhadap dolar US. Hal tersebut membawa pengaruh positif pada sektor ekonomi Negara-negara Eropa serta Amerika Serikat. Selain itu Euro Dollar dan Asia Currency juga muncul utuk mengimbangi peredaran dollar US yang semakin pesat.
Runtuhnya BWS menyebabkan berlakunya mata uang mengambang bebas (floating exchangerate) yang mekanismenya tergantung pada permintaan dan penawaran pasar. Teorinya, setiap mata uang dapat digunakan untuk menentukan nilai tukar, akan tetapi kenyataan yang selalu terjadi adalah dollar Amerika Serikat memiliki peranan utama sebagai aset cadangan utama dari banyak Negara, sebagai alat mata uang dan sebagai mata uang untuk intervensi. Peranan ini berlanjut, meskipun yen (Jepang), Euro, dan Poundsterling mulai memiliki peranan tersebut.
Aktivitas pasar valuta asing menjadi penting seiringan dengan berkembangnya perdagangan internasional dan semakin meningkatnya perpindahan uang. Valuta asing bukan lagi hanya sekedar pertukaran mata uang, sehingga dapat dikatakan valuta asing adalah suatu pasar dimana surat-surat berharga jangka pendek diperdagangkan. Dalam perkembangannya uang berkembang menjadi komoditas yang bias diperdagangkan.
1.2.  Rumusan Masalah
1.2.1.      Apa itu valuta asing dan bagaimana mekanisme dari pasar valuta asing?
1.2.2.      Bagaimana pengaruh menguatnya dollar terhadap valuta asing?
1.2.3.      Bagaimana pengaruh menguatnya dollar terhadap rupiah?
1.3.  Tujuan
1.3.1.      Mengetahui penjelasan tentang valuta asing.
1.3.2.      Mengetahui pengaruh apresiasi dollar terhadap valuta asing.
1.3.3.      Mengetahui pengaruh apresiasi dollar terhadap rupiah.

















BAB II
KONSEP
2.1.  Pengertian Valuta Asing
Valuta Asing atau foreign exchange atau pun foreign currency  adalah sebutan untuk mata uang asing yang digunakan sebagai transaksi pembayaran ataupun yang lainnya dalam transaksi internasional serta keuangan internasional yang biasanya mempunyai catatan kurs resmi pada Bank Sentral. Mata uang yang di gunakan terbagi menjadi dua yaitu soft currency dan hard currency. Soft Currency adalah mata uang lemah yang jarang digunakan sebagai alat pembayaran dan kesatuan hitung karena nilainya relatif tidak stabil dan sering mengalami depresi atau penurunan nilai terhadap mata uang lainnya. Soft currency, ini pada umumnya berasal dari negara-negara yang sedang berkembang seperti rupiah – Indonesia, peso – Filipina, bath – Thailand, dan rupee – India. Sedangkan Hard Currency adalah Mata uang yang sering digunakan sebagai alat pembayaran dan kesatuan hitung dalam transaksi ekonomi dan keuangan internasional. mata uang yang nilainya relatif dan kadang-kadang mengalami apresiasi atau kenaikan nilai terhadap mata uang lainnya. Hard currency pada umumnya berasal dari negara-negara maju, seperti Dolar Amerika / USD, Poundsterling Inggris / GBP, Euro Dolar / EUR, Swiss Franc / CHF, Japanese Yen / JPY, Australian Dolar / AUD, Canadian Dolar / CAD.
Total Valas yang dimiliki oleh pemerintah dan swasta dari suatu negara juga dikatakan sebagai cadangan devisa. Cadangan tersebut dapat diketahui dari posisi balance of payment (BOP) atau neraca pembayaran internasionalnya. Makin banyak devisa yang dimiliki pemerintah atau swasta disuatu negara maka akan semakin baik pula kemampuan negara tersebut dalam melakukan transaksi ekonomi dan semakin kuat pula nilai mata uang negara tersebut. Cadangan Devisa ini dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
2.1.1.  Cadangan Devisa Resmi (official forex reserve)
Cadangan devisa milik negara yang dikelola, dikuasai, dan di urus oleh Bank Sentral/Bank Indonesia.
2.1.2.  Cadangan Devisa Nasional (Country forex reserve)
Seluruh Devisa dimiliki oleh perorangan, badan, atau, lembaga yang secara moneter merupakan kekayaan nasional.
2.2.  Jenis-jenis Valuta Asing
Pasar valas dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu:
2.2.1   Pasar Spot (Pasar Tunai)         
Menurut Madura (2000:58-66) kurs spot adalah nilai tukar berjalan suatu valuta. Kemudian yang dimaksud pasar spot adalah pasar yang memfasilitasi transaksi-transaksi nilai tukar berjalan suatu valuta. Dimana komoditi atau valas dijual secara tunai dengan penyerahan segera. Disebut juga actual market atau physical market Menurut Kuncoro (1996:106-107) transaksi spot terdiri dari transaksi valas yang biasanya selesai dalam maksimal dua hari kerja. Dalam pasar spot, dibedakan atas tiga jenis transaksi:
a) Cash, dimana pembayaran satu mata uang dan pengiriman mata uang lain diselesaikan dalam hari yang sama
b) Tom (kependekan dari tomorrow/besok), dimana pengiriman dilakukan pada hari berikutnya
c) Spot, dimana pengiriman diselesaikan dalam tempo 48 jam setelah perjanjian.
Menurut Hamdi (2000:20) contoh transaksi spot yaitu pada tanggal 22 Desember 1996 seorang ayah membutuhkan US$ 10.000 untuk uang saku anaknya yang akan sekolah diluar negeri. maka seorang ayah tersebut dapat menghubungi bank-bank devisa atau money changer untuk dapat mengetahui dan membuat kesepakatan selling price pada tanggaltersebut. Apabila telah tercapai kesepakatan selling price pada tanggal 22 Desember 1996 adalah US$1 = Rp 5.500 maka perhitungannya: Jumlah Rupiah yang dibutuhkan = US$ yang dibutuhkan x selling price= US$ 10.000 x Rp 5.5000
= Rp 55.000.000,-maka untuk mendapatkan US$ 10.000 diperlukan Rp 55.000.000,- yang harus diserahkan paling lambat tanggal 24 Desember 2004 (2 x 24 jam atau t +2).
2.2.2.     Pasar Forward
Menurut Madura (2000:58-66) Kurs forward adalah nilai tukar suatu valuta dengan valuta lain pada suatu waktu di masa depan yang dikuotasikan oleh bank-bank. Kemudian yang dimaksud Pasar Forward adalah pasar yang memfasilitasi perdagangan kontrak forward mata uang. Menurut Kuncoro (1996:106-107) transaksi forward merupakan transaksi valas dimana pengiriman mata uang dilakukan pada suatu tanggal tertentu di masa datang. Kurs dimana transaksi forward akan diselesaikan telah ditentukan pada saat kedua belah pihak menyetujui kontrak untuk membeli dan menjual. Waktu antara ditetapkannya kontrak dan pertukaran mata uang yang sebenarnya terjadi dapat bervariasi dari dua minggu hingga satu tahun. Jatuh tempo kontrak forward biasanya satu, dua, tiga atau enam bulan. Transaksi forward biasanya terjadi bila eksportir, importir, atau pelaku ekonomi lain yang terlibat dalam pasar valas harus membayar atau menerima sejumlah mata uang asing pada suatu tanggal tertentu di masa mendatang.
Menurut Madura (2000:63) contoh transaksi forward yaitu apabila suatu perusahaan akan membutuhkan 1 juta Mark Jerman, 90 hari dari sekarang untuk mengimpor barang dari Jerman. Asumsikan bahwa perusahaan tersebut dapat langsung membeli Mark Jerman untuk pengiriman langsung (yaitu, dari pasar spot) dengan kurs spot $0,50 per Mark. Berdasarkan kurs spot ini maka perusahaan membutuhkan $500.000 ($0,50 per Mark x 1.000.000). namun perusahaan belum memiliki dana saat ini juga untuk membeli Mark. Perusahaan dapat menunggu 90 hari dan kemudian menukarkan US Dolar dengan Mark menurut kurs yang berlaku saat itu. Tetapi perusahaan tidak mengetahui berapa kurs spot 90 hari dari sekarang. Jika naik menjadi $0,60 per Mark, perusahaan akan membutuhkan $600.000 ($0,60 per Mark x 1.000.000 Mark). Dengan danya ini maka perusahaan akan merugi sebesar $100.000. akan lebih baik perusahaan mengunci kurs untuk 90 hari dari sekarang. Dimana kurs forward 90 hari sekarang adalah $0,51 per mark, maka perusahaan dapat melakukan perjanjian kontrak forward dengan menggunakan kurs forward 90 hari dari sekarang. Sehingga dana yang dibutuhkan perusahaan sebesar
$510.000 ($0,51 per Mark x 1.000.000 Mark). Maka dengan mengunci kurs, perusahaan tidak perlu khawatir dengan adanya perubahan kurs spot 90 hari ke depan.
2.2.3      Pasar Currency Futures
Menurut Madura (2000:67-68) pasar Currency Futures merupakan pasar yang memfasilitasi perdagangan kontrak Currency Futures. Suatu kontrak Currency Futures menetapkan suatu volume standar dari suatu valuta tertentu yang akan dipertukarkan pada tanggal penyelesaian (settlement date) tertentu di masa depan. Sebuah MNC (multi national corporation) yang ingin meng-hedge hutangnya akan membeli kontrak Currency Futures untuk mengunci harga suatu valuta di masa depan
Menurut Kuncoro (2000:123) contoh transaksi futures yaitu sebuah korporasi AS, yang pada tanggal 2 Januari menyadari kebutuhan akan 450.000 mark untuk tanggal 11 Februari (40 hari kemudian). Jika korporasi tersebut berupaya untuk mengunci harga pembelian mark di masa depan dengan kontrak futures, tanggal penyelesaian kontrak adalah hari Rabu ketiga bulan Maret. Selain itu, jumlah Mark yang dibutuhkan (450.000) lebih tinggi dari jumlah standarnya (125.000). Hal yang terbaik yang bisa dilakukan korporasi adalah membeli 3 kontrak futures-mark (dengan total 375.000 Mark) atau 4 kontrak futures-mark (500.000).asumsikan bahwa pada tanggal 11 Januari, harga futures-mark untuk bulan Maret adalah $0,5900. dengan membeli kontrak futures ini pada tanggal 2 Januari, perusahaan wajib membeli Mark seharga $0,5900 per Mark pada hari Rabu ketiga bulan Maret. Di lain pihak, siapa pun yng menjual kontrak futures ini pada tanggal 11 Januari wajib mengirimkan (menjual)Mark dengan harga $0.5900 per Mark pada hari Rabu ketiga bulan Maret. Karena satu unit kontrak futures-mark bernilai $125.000 Mark, maka perusahaan harus membeli 3 atau 4 unit kontrak futures-mark. Maka jumlah Dolar yang dibutuhkan adalah $221.500 (3 unit kontrak futures-mark x $125.000 x $0,5900) atau 295.000 (4 unit kontrak futures-mark x $125.000 x $0,5900).
2.2.4.    Pasar Currency Options
Menurut Madura (2000:67-68) menjelaskan pasar Currency Options merupakan pasar yang memfasilitasi perdagangan kontrak currency options. Kontrak currency options dapat diklasifikasikan sebagai call atau put. Suatu currency call Options menyediakan hak untuk membeli suatu valuta tertentu dengan harga tertentu (yang dinamakan dengan strike price atau exercise price) dalam suatu periode waktu tertentu. currency call
options digunakan untuk meng-hedge hutang-hutang valas yang harus dibayarkan di masa depan. currency put options memberikan hak untuk menjual suatu valuta asing dengan harga tertentu dalam suatu periode waktu tertentu. Currency put options digunakan untuk meng-hedge piutang-piutang valas yang akan diterima di masa depan.
Menurut Madura (2000:131) contoh dari transaksi currency call options yaitu ada kemungkinan perusahaan sebuah perusahaan akan membutuhkan valuta asing di masa depan, tetapi perusahaan tidak begitu yakin. Sebagai contoh, anggaplah sebuah perusahaan AS terlibat dalam tender sebuah poyek di Jerman. Jika proyek tersebut jatuh kepada perusahaan tersebut maka perusahaan akan membutuhkan kira-kira DM625.00 untuk membeli bahan baku dan jasa di Jerman, namun perusahaan tidak tahu apakah tawaran akan diterima atau tidak sampai tiga bulan ke depan. Asumsikan bahwa exercise price bagi Mark adalah $0,50 dan premium call option-nya adalah $ 0,02 per unit. Perusahaan akan membayar $1250 per opsi (62.500 x $0.02) atau $12.500 untuk 10 kontrak. Dengan adanya opsi tersebut, jumlah maksimum pengeluaran US Dolar untuk membeli Mark adalah $312.500 (62.500 x $0,5).

2.3.  Fungsi Pasar Valuta Asing
Pasar valuta asing mempunyai beberapa fungsi pokok dalam membantu kelancaran lalu lintas pembayaran internasional, antara lain:
2.3.1.      Mempermudah penukaran valuta asing serta pemindahan dana dari satu negara ke negara lain. Proses penukaran atau pemindahan dana ini dapat dilakukan dengan sistem “clearing” seperti halnya yang dilakukan oleh bank-bank serta para pedagang.
2.3.2.      Karena sering terdapat transaksi internasional yang tidak perlu segera diselesaikan pembayaran dan atau penyerahan barangnya, maka pasar valuta asing memberikan kemudahan untuk dilaksanakannya perjanjian / kontrak jual beli dengan kredit.
2.3.3.      Memungkinkan dilakukannya “hedging”. Seseorang pedagang melakukan hedging apabila dia pada saat yang sama melakukan transaksi jual dan beli valuta asing di pasar yang berbeda, untuk menghilangkan / mengurangi risiko kerugian akibat perubahan kurs.
2.4.  Sistem Kurs Valuta Asing
Sekilas mengenai sistem kurs valuta asing yaitu, Sejak tahun 1944 sampai dengan akhir tahun 60-an, sistem kurs valuta asing atau bisa desebut sistem moneter internasional didasarkan pada Fixed Exchange rate  (sistem kurs tetap). Sistem ini dekenal dengan sistem Bretton Woods, karena didasarkan pada perjanjian yang disetujui oleh Dana Moneter Internasional (IMF) dengan bank dunia (IBRD). Sistem ini juga dikenal sebagai Standar Tukar Emas, karena banyak negara yang memegang emas dan devisa, khususnya Dollar Amerika sebagai cadangannya. Namun sejak tahun 60-an sistem ini tidak dipergunakan lagi dan beralih menggunakan sistem kurs mengambang (floating exchange rate).
Sitem Kurs Valuta Asing memiliki sifat yang sangat bergantung pada sifat pasar atau dapat dikatakan fluktuatif. Hal tersebut disebabkan oleh, pertama, apabila transaksi jual beli valuta asing dapat dilakukan secara bebas di pasar, maka kurs valuta asing akan berubah-ubah sesuai dengan perubahan dari permintaan dan penawaran. Kedua, apabila pemerintah menjalankan kebijaksanaan stabilisasi kurs, tetapi tidak dengan mempengaruhi transaksi swasta, maka kurs ini hanya berubah-ubah di dalam batas yang kecil. Meskipun batas-batas ini dapat diubah dari waktu ke waktu. Pemerintah dapat juga menguasai sepenuhnya transaksi valuta asing. Dalam hal ini kurs tidak lagi dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran. Sistem ini disebut exchange control. Di dalam sistem moneter standar emas kurs valuta asing relatif tetap atau hanya berubah-ubah dalam batas-batas yang ditentukan oleh ongkos angkut emas.
2.4.1.      Sistem Kurs yang Berubah-ubah
Di dalam pasar bebas perubahan kurs tergantung pada faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran  valuta asing. Permintaan valuta asing diperlukan untuk melakukan transaksi pembayaran ke luar negeri (impor). Permintaan valuta asing diturunkan dari transaksi debit dalam neraca pembayaran internasional. sedangkan penawaran valuta asing berasal dari eksportir yakni berasal dari transaksi kredit neraca pembayaran internasional.
Suatu mata uang dapat dikatakan kuat apabila transaksi autonomous kredit lebih besar dari transaksi autonomous debit (surplus necara pembayaran), dan sebaliknya suatu mata uang dapat dikatakan lemah apabila neraca pembayarannya mengalami defisit. Transaksi autonomous debit dan kredit dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berasal dari dalam maupun luar negeri, termasuk harga, pendapatan dan tingkat bunga. Segala sesuatu yang mempengaruhi ketiga faktor ini, baik dari dalam maupun luar negeri, akan mempengaruhi kepada permintaan dan penawaran, yang pada gilirannya akan mempengaruhi kurs valuta asing.
Semakin tinggi tingkat dari pertumbuhan pendapatan, semakin besar kemungkinan untuk impor, yang berarti makin besar pula permintaan dari valuta asing. Kurs valuta asing akan cenderung naik (harga mata uang sendiri turun). Demikian juga inflasi, akan menyebabkan impor naik dan ekspor turun yang akan mengakibatkan kurs valuta asing naik Kenaikan tingkat bunga dalam negeri cenderung menarik modal masuk dari luar negeri. Kurs valuta asing akan cenderung turun.
Semua kegiatan ekonomi dan kebijaksanaan pemerintah yaitu fiskal dan moneter, yang mempengaruhi pendapatan, harga serta tingkat bunga secara tidak langsung akan mempengaruhi kurs. Kebijaksanaan pemerintah akan menaikkan pendapatan dan harga akan menyebabkan impor naik, yang artinya akan menekan permintaan valuta asing. Selanjuatnya kurs valuta asing akan naik. Kemudian dari faktor non-ekonomi yang dapat mempengaruhi perubahan kurs, seperti faktor politis dan psikologi. Misalnya, kepanikan yang terjadi di dalam negeri akan menyebabkan larinya dana ke luar negeri, sehingga kurs valuta asing akan naik.
2.4.2.      Sistem Kurs yang Stabil
Sistem kurs yang stabil dapat timbul secara Aktif dan Pasif:
a.    Aktif, yakni pemerintah menyediakan dana untuk tujuan stabilisasi kurs (stabilization funds).
Kegiatan dari stabilisasi kurs dapat dijalankan dengan cara sebagai berikut : apabila tendensi kurs valuta asing akan turun maka pemerintah membeli valuta asing dipasar. Dengan tambahnya permintaan dari pemerintah maka tendensi kurs turun dapat dicegah. Sebaliknya apabila tendensi kurs naik, maka pemerintah menjual valuta asing di pasar sehingga penawaran valuta asing bertambah dan kenaikan kurs dapat dicegah.
Usaha untuk mencegah kenaikan kurs valuta asing bagi pemerintah lebih sukar, karena cadangan valuta asing yang dimiliki terbatas. Keterbatasan ini mungkin menyebabkan pemerintah tidak bisa sepenuhnya untuk mengembalikan kurs ke tingkat yang dikehendaki. Sedangkan usaha untuk mencegah penurunan kurs lebih mudah dijalankan sebab pembelian valuta asing oleh pemerintah dilakuakan dengan menggunakan cadangan mata uang sendiri. Besarnya cadangan mata uang sendiri di bawah kekuasaan/pengawasan pemerintah, bahkan kalau kekurangan pemerintah dapat mencetak uang.
b.    Pasif, yakni didalam suatu negara yang menggunakan sistem standar emas.
Suatu negara dikatakan memakai standar emas apabila nilai mata uangnya dijamin dengan nilai seberat emas tertentu, setiap orang boleh membuat serta melebur uang emas, dan pemerintah sanggup membeli atau menjual emas dalam jumlah yang tidak terbatas pada harga tertentu yaitu yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Dalam sistem standar emas kurs mata uang suatu negara terhadap negara lain ditentukan dengan dasar emas
2.4.3.      Pengawasan Devisa
Dalam sistem ini pemerintah memonopoli seluruh transaksi valuta asing. Tujuannya adalah untuk mencegah adanya aliran modal keluar dan melindungi pengaruh depresi dari negara lain, terutama dalam hal negara tersebut menghadapi keterbatasan cadangan valuta asing dibanding dengan permintaannya. Menghadapi jumlah valuta asing yang relatif lebih sedikit dibandingkan dengan permintaannya, pemerintah perlu mengadakan alokasi di dalam pengggunaannya, yakni untuk tujuan-tujuan yang sesuai dengan program pemerintah. Alokasi biasanya dilakukan dengan menggunakan lisensi impor.
Di dalam pengawasan devisa (exchange control) pemerintah menetapkan kurs suatu mata uang itu, sebagai berikut:
1.    Hanya satu jenis saja, tidak tergantung pada tujuan dari penggunaan devisa tersebut. Sistem ini disebut single exchange rate system. Dalam hal ini exchange rate tidak mempunyai peranan atau fungsi yang penting di dalam alokasi devisa untuk berbagai transaksi, permintaan, dan negara.
2.    Lebih dari satu macam kurs, tergantung daripada tujuan penggunaannya, misalnya:
$1 = Rp. 600,00; untuk impor barang-barang yang essensiil
$1 = Rp. 800,00; untuk impor barang-barang yang nonessensiil.
Sistem ini disebut  multiple exchange rate. Sebenarnya di dalam sistem ini terdapat banyak sekali cara penentuan exchanger rate, diantaranya terdapat dua bentuk yaitu:
-       Dua atau lebih kurs/exchange rate yang bebas untuk mengalokasikan devisa dengan beberapa pengawasan yang tidak ketat.
-       Dua atau lebih kurs resmi (official rate) tetap, yang biasanya dilengkapi dengan sistem lisensi impor serta impor quota.
Di dalam mengadakan alokasi penggunaan devisa, pemerintah dapat menggunakan beberapa cara, antara lain:
1.    Individual allocation : setiap pemohon devisa (importer) diadakan penelitian tentang penggunaannya. Apabila pemohon tersebut disetujui lalu diberikan izin untuk membeli sejumlah tertentu devisa.
2.    Exchange quota : untuk setiap kategori impor ditentukan jumlah devisanya berdasarkan devisa yang akan diperoleh dari ekspor dalam waktu tertentu. Apabila devisa sudah tersedia, lalu dijual dengan prinsip yang datang dulu dilayani sampai jatah untuk kategori impor tersebut habis
3.    Waiting list : ini merupakan pelengkap cara sebelumnya. Setiap surat pemohon pembelian devisa ditempatkan dalam daftar menunggu (waiting list) sampai devisa tersedia.
Pada umumnya tujuan suatu negara menjalankan pengawasan devisa adalah:
1.    Mencegah terjadinya aliran modal ke luar negeri dan menekan Neraca Pembayaran Internasional (NPI) yang disequilibrium. Apabila suatu negara tidak menghendaki penyemimbangan NPI yang defisit dengan politik deflasi ataupun devaluasi, maka harus diadakan penekanan terhadap defisit tersebut dengan cara mengawasi langsung semua transaksi internasional.
2.    Melindungi industri di dalam negeri. Dengan pembatasan impor maka pengawasan devisa mempunyai tujuan untuk melindungi industri dalam negeri dari persaingan industri luar negeri
3.    Memperoleh pendapatan bagi pemerintah. Hal ini dilakukan oleh pemerintah dengan cara menetapkan kurs (exchange rate) yang berbeda antara pembelian dan penjualan. Kurs pembelian oleh pemrintah ditetapkan lebih rendah daripada kurs penjualan. Perbedaan kurs inilah yang merupakan pendapatan bagi pemerintah.
4.    Tie In Arragement: penggunaan devisa untuk impor barang tertentu, tetapi dengan syarat importer harus juga membeli barang pelengkap atau barang yang sama hasil produksi di dalam negeri dalam proporsi tertentu.
2.5.  Pelaku Valuta Asing
2.5.1.      Perusahaan
Adanya kegiatan ekspor dan impor dalam suatu perusahaan menyebabkan perusahaan memerlukan mata uang negara lain ataupun mata uang yang biasa digunakan dalam bertransaksi dengan negara lain. Dalam perbedaan mata uang ini lah Valuta Asing dibutuhkan dalam bertransaksi.
2.5.2.      Individu
Para individu juga bisa memanfaatkan keberadaan Valuta Asing dengan beberapa sebab. Kegiatan spekulasi, yaitu dengan memanfaatkan fluktuasi pergerakan nilai valuta asing untuk memperoleh keuntungan. Serta kebutuhan konsumsi pada saat berada di luar negeri juga menjadi penyebab individu memerlukan mata uang asing.
2.5.3.      Bank Umum
Bank umum disini bersifat melayani masyarakat dalam menukarkan dan juga yang memerlukan mata uang asing. Perbankan adalah pelaku pasar valas yang terbesar dan paling aktif. Perbankan beroperasi dalam pasar valas lewat para pedagangnya. Istilah teknis untuk menyebut para pedagang ini adalah exchange dealer atau exchange trader.
2.5.4.      Pialang Pasar Valas atau Broker
Broker adalah perantara dalam perusahaan untuk menukarkan mata uang asing. Pialang pasar valas adalah perantara yang menghubungkan antara pihak yang membutuhkan dan menawarkan valas di pasar valas. Untuk jasa perantara, pialang mengenakan biaya yang telah disepakati, yang disebut brokerage. Salah satu modal dasar dasar pialang adalah penguasaannya atas informasi pasar. Informasi sempurna karena dapat mempertemukan berbagai pelaku pasar valas inilah yang membuat pasar valas menjadipasar yang efisien.
2.5.5.      Pemerintah
Disini pemerintah melakukan transaksi dengan mata uang luar negeri untuk membayar hutang piutang ataupun menerima pemasukan dan pembayaran dari ataupun ke luar negeri.
2.5.6.      Bank Sentral
Disini Bank sentral melakukan jual beli valuta asing dalam rangka menstabilkan nilai tukar mata uangnya yang biasa disebut dengan kegiatan intervensi. Tujuan utama Bank Sentral adalah mempengaruhi nilai mata uangnya dan nilai mata uang penting lain agar bergerak sesuai dengan nilai yang menurut Bank Sentral tersebut sesuai dengankepentingan ekonomi negaranya.


2.5.7.      Spekulan dan Arbitraser
Arbitraser adalah orang yang mengeksploitasi perbedaan kurs antar valas. Peran serta Spekulan dan arbitraser dalam pasar valas semata-mata didorong oleh motif mengejar keuntungan. Mereka justru menuai laba dari fluktuasi drastis yang terjadi di pasar valas. Dengan kata lain, mereka tidak mempunyai transaksi bisnis atau komersial yang perlu dilindungi di pasar valas.
2.6.  Ciri-ciri Pasar Valuta Asing
Pasar valuta asing tidak terbatas pada suatu negara tertentu. Pasar untuk poundsterling misalnya, meliputi transaksi-transaksi dalam pound sterling baik di New York, Montreal, Zurich dan lain-lain, serta transaksi-transaksi dalam valuta asing di London. Orang biasanya selalu tergoda untuk memandang pasar valuta asing itu sebagai pasar dimana seakan-akan ada ikatan geografisnya. Pandangan tersebut adalah salah. Pasar valuta asing adalah pasar untuk suatu mata uang. Bila persedian poundsterling di New York melebihi permintaannya di New York, tidak perlu terjadi perubahan kurs, kelebihannya dapat dipergunakan untuk membeli dollar di New York.
2.7       MEKANISME PASAR VALUTA ASING
Kuncoro (1996:107) mengatakan seandainya ada mata uang tunggal internasional, barangkali pasar valas tidak diperlukan. Kenyataan menunjukkan, dalam setiap transaksi internasional selalu digunakan valas. Dengan kata lain ada kebutuhan untuk mengkonversi mata uang yang satu menjadi mata uang lain. Inilah yang menimbulkan adanya permintaan akan transaksi valas. Pasar valas dunia menawarkan mekanisme yang dapat menyelesaikan transaksi kompleks dan beragam secara efisien. Perantara utama dalam pasar valas adalah bank-bank utama yang beroperasi diseluruh dunia terutama yang berdagang valas. Bank-bank ini dihubungkan dengan jaringan telekomunikasi yang sangat maju dan canggih, dimana dapat menghubungkan bank-bank tersebut dengan klien utamanya dan bank-bank lain diseluruh dunia. Tidak seperti di bursa saham yang memiliki lantai perdagangan (trading floor), pialang-pialang berbagai bank dalam pasar valas tidak pernah bertemu dan berhadapan secara langsung. Hanya telepon, modem, mesin faks, terminal computer, atau telex yang menghubungkan permintaan dan penawaran valas.
Ada dua tingkatan dalam pasar valas. Pertama, pasar konsumen/eceran (consumer/retail market), dimana individu atau institusi membeli dan menjual valas kepada bank. Sebagai contoh, bila IBM bermaksud merepatriasi keuntungan dari cabangnya di Jerman ke AS, maka IBM dapat mendatangi sebuah bank di Frankfurt dengan tawaran menjual DM yang dimilikinya untuk ditukarkan US$. Kedua, apabila bank tersebut tidak memiliki jumlah US$ yang diinginkan, maka bank tadi akan mendatangi bank lain untuk memperoleh Dolar sebagai ganti DM atau valas lain. Penjualan dan pembelian semacam ini disebut pasar antar bank.
Dalam pasar valas, tidak ada keseragaman. Dengan adanya transaksi diluar bursa perdagangan (over the counter) sebagai pasar tradisional dari perdagangan valuta asing, banyak sekali pasar valuta asing yang saling berhubungan satu sama lainnya dimana mata uang yang berbeda diperdagangkan, sehingga secara tidak langsung artinya bahwa “tidak ada kurs tunggal mata uang dollar melainkan kurs yang berbeda-beda tergantung pada bank mana atau pelaku pasar mana yang bertransaksi”. Namun dalam praktiknya, perbedaan tersebut seringkali sangat tipis.

2.8 Kelebihan dan Kekurangan Valas
2.8.1.      Kelebihan Valas:
1.    Transaksi 24-Jam
Tidak seperti transaksi di pasar modal, pasar valas berjalan 24 jam sehari selama 5 hari dalam seminggu.
2.    Rendahnya Biaya Transaksi
Biaya transaksi di pasar valas secara online tidak ada, namun hanya dikenakan biaya yang jumlahnya cukup beragam salah satu contohnya adalah biaya pada saat penarikan dana dari akun forex.
3.    Keuntungan dari Kenaikan dan Penurunan Harga
Para trader dapat menarik keuntungan dari kenaikan harga yaitu selisih antara harga beli (ask/offer) dengan harga jual/harga penutupan (bid) pada pesanan beli (buying order). Sedangkan pada pesanan jual (selling order), keuntungan didapat dari selisih antara harga jual (bid) dengan harga beli/penutupan (ask/offer).
4.    Marjin Perdagangan
Perdagangan dengan marjin dapat membuat daya beli investor melebihi jumlah modal yang dimiliki.
5.    Two way opportunities
Anda dapat menghasilkan keuntungan 2 arah, ketika market naik atau pun ketika market turun. Hal ini tidak berlaku bagi investasi jenis lain (1 way opportunity), sebagai contoh: saham.
6.    Fungsi Leverage (daya ungkit/faktor pengali)
Dengan modal relatif kecil anda dapat menghasilkan keuntungan yang jauh lebih besar. Contoh: tanpa leverage anda hanya akan mendapatkan $0.01/point dengan modal $100. Tapi dengan leverage 1:100 maka anda dapat menghasilkan $1/point dengan modal yang sama ($100). Resiko valas (forex).
2.8.2        Kelemahan Valas
1.    Risiko Kurs Pertukaran (Exchange Rate Risk)
Risiko ini timbul sebagai akibat dari naik-turunnya nilai tukar (kurs) valas.
2.    Risiko Negara Asal
Risiko ini timbul dari akibat campur tangan pemerintah yang mata uangnya di perdagangkan di pasar valas contohnya seperti intervensi bank sentral di negara tersebut dengan menaikkan tingkat suku bunga, melepas obligasi pemerintah, pembelian valuta asing secara besar-besaran oleh pemerintah dan sebagainya.



















BAB III
PEMBAHASAN
3.1.   Studi kasus : Nilai tukar rupiah tembus Rp14 ribu, pemerintah didorong siapkan rencana darurat
Nilai tukar rupiah terhadap dolar yang mencapai Rp14.050 per US$1 memang tak lepas dari fenomena ekonomi global. Namun pemerintah juga harus melihat kinerja tim ekonomi dalam negeri. Devaluasi mengakibatkan terjadinya perubahan struktural (tectonic shift) dalam pasar finansial global. Rupiah pun terpengaruh oleh perubahan ini. Dari sektor domestik, pelemahan ini juga disebabkan oleh isu-isu ekonomi yang relatif masih sama, yaitu bagaimana pemerintah mempercepat belanja agar infrastruktur mulai dibangun dan meyakinkan investor untuk melakukan investasi langsung. Namun upaya melakukan investasi langsung ini terhambat oleh sentimen pasar yang masih negatif terhadap Indonesia.
David selaku ekonom bank central asia, melihat potensi perekonomian Indonesia sebenarnya masih bagus, namun hal itu bergantung pada kemampuan pemerintah menjaga stabilitas harga pangan dan menghilangkan isu-isu yang mengganggu stabilitas tersebut. Perombakan kabinet adalah upaya untuk melakukan perubahan struktural tersebut meski butuh waktu untuk melihat hasilnya. Pemerintah dan otoritas juga harus menyiapkan rencana darurat untuk menghadapi kemungkinan terburuk, terutama dari sisi stabilitas harga pangan, mempercepat belanja infrastruktur, dan meyakinkan investor. Pemerintah juga harus menentukan langkah yang hendak diambil agar nilai tukar ke depan lebih stabil.
Sementara itu, pengamat mata uang Farial Anwar mengatakan bahwa meski ada faktor eksternal yang bermain seperti spekulasi kenaikan suku bunga di AS, namun kurs rupiah yang sudah mencapai Rp14.050 harus dilihat sebagai kondisi darurat. Ia berharap pemerintah bekerja bersama dengan Bank Indonesia untuk melakukan sinkronisasi antara sektor fiskal dengan moneter terutama dalam mengeluarkan kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi (BBCIndonesia.com).
3.2.  Analisis
3.2.1.      Pengaruh Penguatan Dollar terhadap valuta asing
Nilai tukar sebuah mata uang, pada dasarnya mencerminkan harga dari mata uang tersebut. Pada prinsipnya nilai mata uang dipengaruhi oleh kebutuhan (demand) dan ketersediaan (supply) antara dua mata uang masing-masing Negara tersebut.
Nilai tukar yang ditentukan oleh pasar akan berubah-ubah nilainya, tergantung dengan kebutuhan dan ketersediaan mata uang tersebut. Jadi, jika permintaan mata uang meningkat maka mata uang tersebut akan mengalami apresiasi, sebaliknya jika penawaran mata uang meningkat maka matauang tersebut akan mengalami depresiasi. Valuta asing akan menyesuaikan dengan system kurs yang dipakai suatu negara.
Misalnya suatu Negara menggunakan system kurs mengambang bebas yang mekanismenya tergantung dengan permintaan dan penawaran. Maka apabila suatu negara mengalami apresiasi dan sebaliknya mitra dagangnya malah mengalami deflasi, pemerintah sebaiknya tidak menginterversi. Jadi valuta asing menyesuaikan patokan harganya sendiri mengikuti pasar.
3.2.2.      Penyebab Rupiah melemah terhadap dollar AS pada Agustus 2015
Setelah melalui sejarah panjang akhirnya pada tahun 1949 rupiah resmi menjadi mata uang kebangsaan Indonesia.Kebijakan kurs mengambang bebas di Indonesia dari waktu ke waktu malah melemahkan rupiah. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kian melemah, bahkan semakin mengkhawatirkan ketika posisinya melampaui level lebih dari 13 ribu per dolar sehingga menjadi beban bagi pemerintah Joko Widodo.
Melemahnya rupiah, akan berdampak pada valuta asing untuk melakukan ekspor-impor. Permintaan dan penawaran menjadi rendah dikarenaka harga jual-beli tidak stabil. Dampaknya, Indonesia yang merupakan negara berkembang, mudah terdepresiasi nilai mata uangnya karena pengaruh penguatan mata uang negara maju, khususnya Amerika Serikat. Nilai Mata uang Indonesia memiliki karakteristik tersendiri, yaitu  soft currency yang artinya sensitif sekali terhadap kondisi perekonomian internasional.


Bila menilik faktor penyebab jatuhnya rupiah, sulit menampik adanya pengaruh perbaikan ekonomi Amerika Serikat yang bangkit dari lembah krisis 2008. Pada Mei 2013 ketika Amerika mulai pulih, The Fed atau bank sentral Amerika mengumumkan rencana memotong dana stimulus sehingga mendorong pelemahan mata uang global, tak terkecuali rupiah. Pengaruh untuk indonesia dari perbaikan ekonomi Amerika Serikat , yaitu:
1.    Dollar menguat
Pemulihan ekonomi Amerika Serikat pasca krisis 2008 membuat The Fed atau bank sentral Amerika menghembuskan rencana tappening off atau pemangkasan quantitatife easing, yang biasa disebut stimulus ekonomi. Rencana yang kemukakan Gubernur The Fed, Ben Bernake sejak mei 2013 itu menjadi awal melemahnya mata uang global terhadap dolar AS karena supply dolar akan berkurang.
Kebijakan yang diambil Amerika Serikat adalah sebagai adalah sebagai berikut:
Quantitative easing
·         The Fed  mencetak dolar lebih banyak.
·         The Fed mengguyurkan stimulus dengan membeli obligasi.
·         Dolar mengalir ke pasar emerging market termasuk indonesia.
·         Mata uang dunia menguat terhadap dolar.

Tapering off
·         Memotong stimulus.
·         Menaikan suku bunga.
·         The Fed menjual obligasi untuk menarik dana.
·         Dolar di penjuruh dunia kembali ke Amerika.

Penguatan dollar
·         Dolar langka tapi di buru untuk keperluan transaksi.Mata uang global melemah terhadap dolar.


2.    Terus Tertekan oleh Sinyal Buruk The Fed
Nilai tukar rupiah dan index harga saham gabungan (IHSG), mulai berfluktuasi tajam ketika the fed mewancanakan pengurangan pembelian obligasi pada mei 2013. Muncul kekhawatiran pemulihan ekonomi di amerika serikat akan berdampak pada kembalinya modal dan mempengaruhi pasar keuangan dunia. Rupiah terus bergerak hingga menembus level Rp.13.000 pada minggu ke 3 maret, 2015.
3.    Mata Uang Melemah Melanda Seluruh Dunia
Pemulihan ekonomi amerika serikat yang diikuti dengan pemotongan stimulus oleh The Fed berdampak pada menguatnya dollar terhadap hampir seluruh mata uang dunia. Bila dibandingkan dengan mata uang lainnya, kondisi rupiah yang anjlok hingga 9,6 % tahun lalu bukanlah yang terburuk, meski juga bukan yang menggembirakan.
4.    Booming Harga, Komoditas Telah Berlalu.
Pelemahan mata uang dunia terhadap dolar Amerika membuat permntaan barang komoditas menurun. Akibatnya, harga komoditas yang menjadi andalan ekspor indonesia anjlok, dan berdampak pada neraca perdagangan yang pada akhir nya memperburuk pelemahan rupiah.

5.    Kinerja Ekspor, Kian Merosot.
Pelemahan rupiah ikut didorong oleh menurunnya kinerja ekspor indonesia. Ketika rupiah melemah, seharusnya ekspor mengalami kenaikan. Namun karena produk ekspor indonesia di dominasi barang komoditas yang harga dan permintaannya sedang anjlok, maka kontribusi terhadap neraca perdagangan tidak signifikan, sehingga mendorong pelemahan rupiah.
6.    Import Barang Cukup Tinggi
Sejak enam tahun terakhir import barang modal dan konsumsi melonjak sehingga menekan neraca perdagangan Indonesia. Hal ini ikut mendorong pelemahan rupiah terhadap dollar yang terjadi sejak 2013. Meski terjadi penurunan import pada tahun 2014, hal ini tidak cukup signifikan untuk menahan laju pelemahan rupiah.
7.    Bom Waktu Peninggalan Rezim Lama
Pelemahan nilai tukar rupiah dari 2013-2015. Selain dipicu oleh faktor eksternal, pelemahan ini juga di sebabkan oleh defisit transaksi berjalan mulai terjadi 2012. Kendati sudah berupaya, pemerintah SBY tidak mampu membalik defisit neraca transaksi berjalan menjadi surplus.















BAB IV
PENUTUP

4.1.  Kesimpulan
Ketergantungan Indonesia terhadap negara asing masih cukup tinggi. Salah satu faktor yang menyebabkan tingginya ketergantungan ini adalah konsumsi dalam negeri. Konsumsi dalam negeri yang tinggi menjadi penopang perekonomian Indonesia saat perekonomian negara-negara maju mengalami keterpurukan akibat krisis 2008. Konsumsi dalam negeri yang tinggi ini tidak diiringi dengan produksi dalam negeri yang memadai sehingga Indonesia harus mengandalkan import dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Saat perekonomian Indonesia tumbuh pesat, konsumsi juga ikut meningkat dan import juga ikut membengkak.
Perbaikan perekonomian Amerika Serikat dapat menjadi ancaman bagi stabilitas perekonomian Indonesia. Perbaikan ekonomi Amerika Serikat berpotensi menyebabkan arus modal keluar karena investor asing akan menarik dananya dari Indonesia untuk diinvestasikan di sana. Perbaikan perekonomian Amerika diikuti dengan pengurangan stimulus oleh The Fed  sehingga penawaran menurun.
Pemerintah harus melakukan perbaikan pada perekonomian Indonesia. Pemerintah harus meningkat investasi agar Indonesia tidak perlu lagi melakukan import untuk memenuhi kebutuhan pokok dalam negeri. Pemerintah sebaiknya mengutamakan investasi dalam negeri didanai oleh investor lokal agar mengurangi ketergantungan terhadap penanaman modal asing. Pembatasan import juga perlu dilakukan pemerintah agar produk-produk dalam negeri dapat bersaing dengan produk asing. Diharapkan langkah-langkah pemerintah ini dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap negara lain dan permintaan matauang negara asing bisa menurun sehingga stabilitas nilai tukar dan perekonomian Indonesia bisa terjaga.


DAFTAR PUSTAKA
BUKU
Ball, Donald A. 2014. Bisnis nternasional. Jakarta:Salemba Empat.
Boediono. 1997. Ekonomi Internasional, Edisi I. Yogyakarta:BPFE
Hady, Hamdy. 2001. Teori dan Kebijakan Keuangan Internasional. Jakarta:Ghalia Indonesia.
fff. 2011. Ekonomi Internasional, Edisi 3. Yogyakarta:BPFE.
Kuncoro, Mudrajad. 1996. Manajemen Keuangan internasional. Edisi pertama. Yogyakarta: BPFE UGM

INTERNET
Isyana, Artharini. 2015. “Nilai tukar rupiah tembus Rp14 ribu, pemerintah didorong siapkan rencana darurat”.  http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/08/150824_indonesia_rupiah_anjlok. Diakses pada tanggal 12 Mei 2016.
Uido, Alvin. 2015. Memahami Pelemahan Rupiah (secara benar).  https://litterpress.wordpress.com/2015/08/25/memahami-pelemahan-rupiah-secara-benar/ . Diakses pada tanggal 18 Mei 2016.n matauang negara asing bisa menurun sehingga stabilitas nilai tukar dan perekonomian Indonesia bisa terjaga.


DAFTAR PUSTAKA
BUKU
Ball, Donald A. 2014. Bisnis nternasional. Jakarta:Salemba Empat.
Boediono. 1997. Ekonomi Internasional, Edisi I. Yogyakarta:BPFE
Hady, Hamdy. 2001. Teori dan Kebijakan Keuangan Internasional. Jakarta:Ghalia Indonesia.
Nopirin. 2011. Ekonomi Internasional, Edisi 3. Yogyakarta:BPFE.
Kuncoro, Mudrajad. 1996. Manajemen Keuangan internasional. Edisi pertama. Yogyakarta: BPFE UGM

INTERNET
Isyana, Artharini. 2015. “Nilai tukar rupiah tembus Rp14 ribu, pemerintah didorong siapkan rencana darurat”.  http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/08/150824_indonesia_rupiah_anjlok. Diakses pada tanggal 12 Mei 2016.
Uido, Alvin. 2015. Memahami Pelemahan Rupiah (secara benar).  https://litterpress.wordpress.com/2015/08/25/memahami-pelemahan-rupiah-secara-benar/ . Diakses pada tanggal 18 Mei 2016.