Jumat, 11 Maret 2016

Teori Perdagangan Internasional (Modern)


Mia Amalia Suci (2013310002)                      

                                   
                                  Teori faktor proporsi atau Heckscher&Ohlin (H&O)

Setelah mempelajari teori perdagangan klasik, penulis akan membahas mengenai teori perdagangan modern. Terdapat tiga teori perdagangan modern, yaitu: teori faktor proporsi atau Heckscher&Ohlin (H&O), teori kesamaan harga faktor produksi oleh P.Samuelson, dan teori permintaan&penawaran/teori parsial (Nopirin, 2011:20). Sedangkan di dalam buku Ekonomi Internasional Dr. Hamdy terbagi menjadi empat, yaitu: teori H&O, paradox leontief, teori opportunity cost, dan offer curve/reciprocal demand (Hamdy, 2001:39-51). Penulis tidak membahas semua teori yang telah disebutkan, tetapi berfokus pada teori H&O.
Teori H&O menerangkan analisis perdagangan antar dua Negara, yang setiap Negara memiliki karakteristik yang berbeda (Halwani, 2002:40). Perbedaan dalam opportunity cost suatu Negara dengan Negara yang lain terjadi karena adanya perbedaan jumlah atau proporsi faktor produksi yang dimilikinya. Suatu Negara yang memiliki capital lebih banyak dari pada Negara lain, dan Negara lain memiliki tenaga kerja lebih banyak dari pada Negara tersebut dapat menyebabkan adanya pertukaran. Contohnya, Negara X memiliki tenaga kerja yang besar dan relatif sedikit capital, sehingga untuk sejumlah uang tertentu akan memperoleh tenaga kerja lebih banyak dari pada capital. Misalnya uang $400 dapat dibeli 10 unit tenaga kerja atau 3 unit mesin, jadi 10 unit tenaga kerja sama dengan 3 unit mesin (Nopirin, 2011:20). Jadi, Negara yang memiliki faktor produksi yang relatif murah/banyak dalam memproduksinya akan dapat melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor barangnya. Sebaliknya Negara yang memiliki faktor produksi yang relatif mahal/langka akan mengimpor barang tertentu (Hamdy, 2001:39). Kurva Isocost, yaitu kurva yang menggambarkan total biaya produksi yang sama. Kurva Isoquan, yaitu kurva yang menggambarkan kuantitas. Ketika kurva Isocost dan Isoquan bersinggungan satu sama lain pada suatu titik optimal, maka dengan biaya/cost yang terendah akan menghasilkan sejumlah produk tertentu, atau biaya/cost tertentu akan menghasilkan produk yang maksimal (Nopirin, 2011:23).


Lihat gambar 1, sudut arah Isocost ini menunjukkan perbandingan harga antara tenaga kerja dan mesin di Negara X yaitu 20:5 atau 4:1 artinya 4 unit tenaga kerja nilainya sama dengan 1 unit mesin. Untuk Negara Y yang memiliki lebih banyak capital/mesin dan relatif sedikit tenaga kerja mengeluarkan $100 akan mendapatkan 10 unit tenaga kerja atau 20 unit mesin. Jadi jelas Negara X akan lebih murah apabila memproduksi barang yang relatif menggunakan banyak tenaga kerja dan sedikit capital. Dan Negara Y sebaliknya.

Lihat gambar 2, Negara X dapat memproduksi 20 unit barang A pada biaya $200 dengan memakai 32 tenaga kerja dan 2 unit mesin. Sedangkan Negara Y dapat memproduksi 20 unit barang pada biaya $300 dengan 25 unit tenaga kerja dan 5 unit mesin. Negara Y mengeluarkan biaya lebih besar karena barang A tersebut menggunakan banyak tenaga kerja. Dan Negara X relatif dikit. Sebaliknya untuk memproduksi barang B sebanyak 50 unit Negara X mengeluarkan biaya $300 dengan 32 unit tenaga kerja dan 8 unit mesin. Untuk Negara Y mengeluarkan biaya $200 dengan 8 unit tenaga kerja dan 20 mesin. Oleh karena negara X berspesialisasi pada produksi barang A, dan Negara Y pada barang B (Nopirin, 2011:23-24).
Kelemahan teori ini adalah perbedaan harga barang sejenis terjadi karena perbedaan jumlah faktor produksi yang dimilikinya ketika memproduksi, oleh karena itu jika jumlah faktor produksi relatif sama maka harga barang sejenis sama dan perdagangan internasional tidak terjadi, namun walaupun jumlah faktor produksi yang dimilikinya relatif sama maka harga barang sejenis akan sama dan perdagangan internasional terjadi (Hamdy, 2001:43).

Sumber:

Hady, Hamdy. 2001. Ekonomi Internasional: Teori dan Kebijaksanaan Perdagangan Internasional (Jilid 1). Jakarta: Ghalia Indonesia.

Halwani, Hendra. 2002. Ekonomi Interasional & Globalisasi Ekonomi. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Nopirin, Ph. D. 2011. Ekonomi Internasional. Yogyakarta. Anggota IKAPI



1 komentar: