Mia Amalia Suci (2013310002)
Teori faktor proporsi atau Heckscher&Ohlin (H&O)
Setelah
mempelajari teori perdagangan klasik, penulis akan membahas mengenai teori
perdagangan modern. Terdapat tiga teori perdagangan modern, yaitu: teori faktor
proporsi atau Heckscher&Ohlin (H&O), teori kesamaan harga faktor
produksi oleh P.Samuelson, dan teori permintaan&penawaran/teori parsial
(Nopirin, 2011:20). Sedangkan di dalam buku Ekonomi Internasional Dr. Hamdy
terbagi menjadi empat, yaitu: teori H&O, paradox leontief, teori opportunity cost, dan offer curve/reciprocal demand (Hamdy,
2001:39-51). Penulis tidak membahas semua teori yang telah disebutkan, tetapi
berfokus pada teori H&O.
Teori
H&O menerangkan analisis perdagangan antar dua Negara, yang setiap Negara
memiliki karakteristik yang berbeda (Halwani, 2002:40). Perbedaan dalam opportunity cost suatu Negara dengan Negara
yang lain terjadi karena adanya perbedaan jumlah atau proporsi faktor produksi
yang dimilikinya. Suatu Negara yang memiliki capital lebih banyak dari pada Negara lain, dan Negara lain
memiliki tenaga kerja lebih banyak dari pada Negara tersebut dapat menyebabkan
adanya pertukaran. Contohnya, Negara X memiliki tenaga kerja yang besar dan
relatif sedikit capital, sehingga
untuk sejumlah uang tertentu akan memperoleh tenaga kerja lebih banyak dari
pada capital. Misalnya uang $400
dapat dibeli 10 unit tenaga kerja atau 3 unit mesin, jadi 10 unit tenaga kerja
sama dengan 3 unit mesin (Nopirin, 2011:20). Jadi, Negara yang memiliki faktor
produksi yang relatif murah/banyak dalam memproduksinya akan dapat melakukan
spesialisasi produksi dan mengekspor barangnya. Sebaliknya Negara yang memiliki
faktor produksi yang relatif mahal/langka akan mengimpor barang tertentu (Hamdy,
2001:39). Kurva Isocost, yaitu kurva
yang menggambarkan total biaya produksi yang sama. Kurva Isoquan, yaitu kurva yang menggambarkan kuantitas. Ketika kurva Isocost dan Isoquan bersinggungan satu sama lain pada suatu titik optimal, maka
dengan biaya/cost yang terendah akan menghasilkan
sejumlah produk tertentu, atau biaya/cost
tertentu akan menghasilkan produk yang maksimal (Nopirin, 2011:23).
Lihat
gambar 1, sudut arah Isocost ini
menunjukkan perbandingan harga antara tenaga kerja dan mesin di Negara X yaitu
20:5 atau 4:1 artinya 4 unit tenaga kerja nilainya sama dengan 1 unit mesin.
Untuk Negara Y yang memiliki lebih banyak capital/mesin
dan relatif sedikit tenaga kerja mengeluarkan $100 akan mendapatkan 10 unit
tenaga kerja atau 20 unit mesin. Jadi jelas Negara X akan lebih murah apabila
memproduksi barang yang relatif menggunakan banyak tenaga kerja dan sedikit capital. Dan Negara Y sebaliknya.
Lihat
gambar 2, Negara X dapat memproduksi 20 unit barang A pada biaya $200 dengan memakai
32 tenaga kerja dan 2 unit mesin. Sedangkan Negara Y dapat memproduksi 20 unit
barang pada biaya $300 dengan 25 unit tenaga kerja dan 5 unit mesin. Negara Y
mengeluarkan biaya lebih besar karena barang A tersebut menggunakan banyak
tenaga kerja. Dan Negara X relatif dikit. Sebaliknya
untuk memproduksi barang B sebanyak 50 unit Negara X mengeluarkan biaya $300
dengan 32 unit tenaga kerja dan 8 unit mesin. Untuk Negara Y mengeluarkan biaya
$200 dengan 8 unit tenaga kerja dan 20 mesin. Oleh karena negara X berspesialisasi
pada produksi barang A, dan Negara Y pada barang B (Nopirin, 2011:23-24).
Kelemahan
teori ini adalah perbedaan harga barang sejenis terjadi karena perbedaan jumlah
faktor produksi yang dimilikinya ketika memproduksi, oleh karena itu jika
jumlah faktor produksi relatif sama maka harga barang sejenis sama dan
perdagangan internasional tidak terjadi, namun walaupun jumlah faktor produksi
yang dimilikinya relatif sama maka harga barang sejenis akan sama dan
perdagangan internasional terjadi (Hamdy, 2001:43).
Sumber:
Hady, Hamdy. 2001. Ekonomi Internasional: Teori dan
Kebijaksanaan Perdagangan Internasional (Jilid 1). Jakarta: Ghalia Indonesia.
Halwani, Hendra. 2002. Ekonomi Interasional &
Globalisasi Ekonomi. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Nopirin,
Ph. D. 2011. Ekonomi Internasional. Yogyakarta. Anggota IKAPI









Kereeen ih materinya...
BalasHapus