Ade Putri Mayangsari
2013230026
TEORI PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Teori perdagangan internasional
bertujuan untuk menjelaskan bagaimana arah dan komposisi perdagangan
internasional yang dilakukan negara satu dengan negara lain. Teori Perdagangan internasional
juga dibuat untuk menunjukan keuntungan yang didapat dari transaksi jual beli
internasional. Teori Perdagangan Internasional dibagi menjadi dua yaitu Teori
Klasik, dan Teori Modern. Disini penulis akan membahas mengenai teori modern,
lebih spesifiknya lagi yaitu Faktor Proporsi atau yang biasa dikenal dengan
Teori Hecksher Ohlin.
Faktor
Proporsi (Hecksher & Ohlin)
Teori Modern yang dikemukakan
oleh Eli Hecksher dan Bertil Ohlin menjelaskan bahwa perbedaan dalam
opportunity cost suatu negara dengan negara lain karena adanya perbedaan dalam
jumlah faktor produksi yang dimilikinya. Suatu negara yang memiliki tenaga
kerja lebih banyak dari negara lain sedangkan negara lain memiliki capital
lebih banyak daripada negara yang memiliki tenaga kerja lebih tersebut sehingga
terjadinya pertukaran (Nopirin, 2010). Negara-negara yang memiliki faktor
produksi yang relative lebih banyak atau murah akan melakukan spesialisasi dan
mengekspor barang yang dihasilkan ke negara lain, dan sebaliknya negara yang
faktor produksinya relative lebih mahal akan mengekspor barang tertentu. Dalam
teori ini negara juga memilih spesialisasinya berdasarkan faktor produksi yang
dikeluarkan. Di analisisnya, hecksher dan ohlin menggunakan dua kurva yaitu Isocost
(kurva
yang menggambarkan biaya produksi yang sama) dan Isoquant
(kurva
yang menggambarkan kualitas produk yang sama. Jadi dengan biaya tertentu akan
diperoleh produk yang maksimal atau dengan biaya minimal akan diperoleh produk
tertentu. Sebagai contoh, Indonesia sebagai negara yang memiliki banyak tenaga
kerja harus memproduksi barang yang membutuhkan banyak tenaga kerja, sedangkan
jepang yang memiliki banyak modal harus memproduksi barang yang membutuhkan
banyak modal. Ketika dua negara ini
berdagang mereka akan memperoleh barang-barang yang memerlukan sejumlah faktor
produksi yang relative langka dengan harga yang lebih rendah dan keduanya pun
akan memperoleh keuntungan dari perdagangan produk tersebut.
Selain mengajarkan mengenai
keefektifan dalam produksi barang suatu negara, teori H-O ini juga memiliki
beberapa kelemahan, pertukaran barang yang dijelaskan disini karena adanya
perbedaan antara jumlah dan proporsi faktor produksi, jika jumlah atau proporsi
faktor produksi relative sama maka tidak akan terjadi pedagangan internasional.
Dari penjelasan yang dibahas,
dapat disimpulkan bahwa proposisi faktor-faktor produksi yang dimiliki suatu
negara berbeda-beda, sehingga menimbulkan perbedaan harga di setiap negara. Suatu
negara cenderung untuk memproduksi barang yang menggunakan faktor produksi yang
dimiliki negara itu dalam jumlah besar.
Daftar Pustaka:
Nopirin, Ph.D. 2011, Ekonomi
Internasional. BPFE Yogyakarta.
e-journal.uajy.ac.id diakses pada
9 maret 2016 pukul 20.30






0 komentar:
Posting Komentar