Sabtu, 14 Mei 2016

Makalah Kelompok 8 MNC

EKONOMI INTERNASIONAL
“PERANAN PERUSAHAAN MULTINASIONAL DALAM EKONOMI INERNASIONAL”


Disusun oleh :

Ayu Devita Damayanti                                   2015230041
Aprilia Puspita W                                            2015230046
                        Taqiyyah Pingkan                                           2015230067
Anggian Anugerah                                          2015230069
                       

PROGRAM SARJANA (S1)
INSTITUT ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
JAKARTA
Mei 2016
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
Ekonomi Internasional adalah ilmu ekonomi yang membahas mengenai akibat saling ketergantungan antara Negara-negara di dunia, baik dari segi perdagangan Internasional maupun pasar kredit Internasional. Cakupan dari ekonomi Internasional sejatinya lebih luas daripada sekedar perdagangan Internasional yang hanya mengurus mengenai ekspor serta impor suatu Negara dengan Negara lainnya. Beberapa masalah yang diatur oleh ekonomi internasional diantaranya ialah pola perdagangan, harga ekspor dan impor, manfaat perdagangan, pengaruh makro, mekanisme neraca pembayaran, politik perdagangan luar negeri, persekutuan perdagangan modal luar negeri, dan pengalihan teknologi.
Perusahaan Multinasional atau Multinational Corporation (MNC) merupakan salah satu pembahasan dalam ekonomi Internasional, yang melihat bahwa dunia sebagai satu kesatuan enitas ekonomi dan dampaknya pada perekonomian global sangatlah penting. Banyak pihak yang kurang setuju dengan kehadiran MNC pada era globalisasi yang semakin modern ini. Ada pendapat eksterm yang mengatakan bahwa perusahaan multinasional hanya agen dari imperialism ekonomi yang memiliki tujuan untuk mengeruk keuntungan sebanyak mungkin tanpa mempertimbangkan efek yang timbul pada lingkungan dan manusia, selain itu muncul juga beberapa pendapat bahwa perusahaan multinasional sebenarnya berada dibawah control kaum elit tertentu yang mencoba memperluas kekuasaan dan pengaruhnya. Namun apabila mengesampingkan pendapat tersebut, maka memang dapat disimpulkan bahwa perusahaan multinasional (MNC) memang memegang peranan penting dalam skala Internasional.

1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan penjelasan dari latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang lebih mendalam ialah:
Bagaimana Peranan Honda dalam Ekonomi Internasional?
1.3. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini ialah sebagai berikut :
1.      Memenuhi tugas ekonomi Internasional mengenai peranan perusahaan multinasional dalam ekonomi Internasional.
2.      Mempelajari lebih dalam mengenai perkembangan perusahaan multinasional.
3.      Mengetahui lebih jelas mengenai peranan dari perusahaan multinasional bagi ekonomi Internasional.
4.      Dampak dari kemunculan perusahaan multinasional bagi ekonomi Internasional.
















BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Perusahaan Multinasional
2.1.1. Pengertian dan Definisi Perusahaan Multinasional
Secara umum, pengertian dari perusahaan multinasional (MNC) adalah perusahaan yang berusaha di banyak Negara, dan biasanya sangat besar. Perusahaan multinasional biasanya memiliki kantor-kantor, cabang atau pabrik di banyak Negara, dan biasanya memiliki satu kantor pusat dimana mereka dapat mengkoordinasi manajemen pemasaran secara global. Pengaruh dari perusahaan multinasional pun biasanya cukup besar bagi ekonomi dan politik Internasional.
Perusahaan Multinasional atau Multinational Corporation ialah badan usaha yang memiliki, mengendalikan, dan atau mengelola fasilitas-fasilitas produksi yang tersebar di sejumlah Negara (Salvatore,1995). Dari definisi tersebut paling tidak dapat dibayangkan bahwa perusahaan multinasional adalah perusahaan yang berskala besar, memiliki gross profit yang luar biasa, serta seringkali melibatkan manajemen yang kompleks. Pada kenyataannya, memang secara keseluruhan perusahaan multinasional menguasai lebih dari 20% output dunia dan nilai transaksi perdagangannya mencapai lebih dari 25% dari keseluruhan transaksi perusahaan manufaktur dunia. Jadi, pentingnya keberadaan perusahaan multinasional bukan hanya karena besarnya perusahaan mereka, namun lebih karena keberadaannya. Perusahaan multinasional juga disebut sebagai non-actor state atau actor non-negara yang keberadaannya dianggap dapat berdampak banyak bagi suatu Negara.
Prof. John Dunning, memberikan beberapa kriteria membedakan Perusahaan Multinasional atas empat bentuk, yaitu:
1.      Multinational Producting Enterprise (MPE), yakni perusahaan yang memiliki dan mengontrol berbagai fasilitas produksi lebih dari satu negara.
2.      Multinational Trade Enterprise (MTE), yaitu semata-mata bergerak dalam bidang perdagangan dengan menjual barang yang diproduksi di dalam negeri, langsung kepada badan usaha atau orang di negeri lain.
3.      Multinational Internationally Owned Enterprise (MOE).
4.      Mutinational (Financial) Controlled Enterprise (MCE); sebagaimana MOE, MCE yang diawasi oleh lebih dari satu negara.
Kaitannya perusahaan multinasional dengan perekonomian dunia, menurut kaum kapitalis neoliberal ialah mengenai pemenuhan kebutuhan modal yang besar, sehingga dikatakan bahwa Negara berkembang harus melakukan liberalisasi pasar modal agar akses terhadap modal dan sumber daya lainnya menjadi lebih terbuka dan bebas (Maulana, 2010:28).

2.1.2. Motif Perusahaan Multinasional
Perusahaan multinasional memiliki tiga dasar motif utama dalam pendirian dan perkembangan perusahaan tersebut. Motif-motif tersebut ialah sebagai berikut:
1.      Motif Mencari Bahan Baku (Raw Material Seeker)
Perusahaan multinasional memperluas usahanya dalam rangka mencari bahan baku dan menjual produknya ke luar negeri.
2.      Motif Mencari Pasar (Market Seeker)
Setelah terpenuhinya pasar dalam negara tersebut (pasar domestik), perusahaan multinasional berusaha mencari pasar-pasar baru untuk memasarkan produknya. Hal ini dapat memperluas jangkauan pemasaran barang tersebut.
3.      Motif Meminimumkan Biaya (Cost Minimizer)
Perusahaan multinasional memperluas usahanya (go international) karena ingin memanfaatkan keunggulan yang dimiliki oleh negara lain dan memperoleh beberapa keringanan. Keringanan tersebut dapat berupa pembebasan pajak, melakukan transfer price, memperoleh biaya tenaga kerja yang murah, meminimumkan biaya investasi, harga tanah murah, biaya pengolahan limbah dengan syarat ringan, menghindari adanya batasan kuota, dan pelayanan purna jual cepat.




2.1.3. Teknis Perusahaan Multinasional
Teknis dalam perusahaan multinasional adalah sebagai berikut:
1.      Ekspor
Ekspor merupakan proses awal untuk menjadi sebuah perusahaan multinasional. Karena dengan ekspor, keuntungannya ialah memiliki risiko minimal. Jika ekspor menurun, perusahaan dapat mengurangi atau menghilangkan ekspornya agar tidak mengalami banyak kerugian. Kelemahan ekspor ialah perusahaan dapat dikenakan tariff atas pajak ekspor produknya serta biaya transportasi yang relatif tinggi.
2.      Lisensi
Perusahaan multinasional memberikan lisensi dan mendirikan fasilitas produksi kepada mitra lokalnya. Lisensi memberikan keuntungan dengan adanya fee yang didapat dari kontrak atas hak cipta yang dipergunakan suatu perusahaan asing dan tidak memerlukan biaya transportasi yang besar untuk pengiriman barang (ekspor). Tetapi kelemahan dari lisensi adalah perusahaan sulit untuk menjamin kualitas produk mereka di luar negeri.
3.      Investasi Asing Langsung (Foreign Direct Investment)
Cara ini diambil setelah  ada jaminan bahwa investasi itu aman dari resiko dan persaingan mitra lokal dan menguntungkan karena pasar telah berkembang dan memberikan respon yang positif. Foreign direct investment (FDI) memberikan keuntungan kepada perusahaan dengan biaya produksi yang relatif lebih murah dikarenakan perusahaan membangun langsung pabrik mereka di suatu Negara serta tidak adanya biaya tarif pajak dan transportasi atas barang impor. Sedangkan kelemahannya ialah, jika perusahaan mengalami kegagalan maka akan menanggung kerugian yang besar serta memerlukan modal investasi yang lebih besar dibandingkan ekspor/impor dan lisensi.

2.1.4. Perusahaan Multinasional, Home Country, dan Host Country
Perusahaan multinasional memiliki berbagai dampak positif dan negative bagi home country (negara induk) maupun host country (negara penerima). Berikut adalah beberapa dampak dari keberadaan perusahaan multinasonal:
2.1.4.1. Dampak Perusahaan Multinasional bagi Home Country
a.       Dampak Positif
1.      Kenaikan Pendapat dan Pengurangan Resiko dari Pemilik Faktor Produksi
Adanya kenaikan pendapatan ataupun resiko yang lebih kecil dari pemilik faktor produksi. Pendapat ini dapat berbentuk kenaikan: dividen bagi pemilik saham, gaji bagi pimpinan serta upah bagi karyawan. Menurut prediksi teori klasik tentang perdagangan Internasional, faktor produksi yang melimpah di Negara induk akan memperoleh manfaat sedang faktor produksi yang jarang akan rugi, namun secara keseluruhan manfaatnya akan lebih besar daripada kerugiannya.
2.      Adanya Produk dengan Harga yang Lebih Murah
Dapat diperoleh produk dengan harga yang lebih murah yang dihasilkan di Negara lain yang biaya produksinya lebih rendah. Biasanya perusahaan multinasional mengalihkan sebagian kegiatannya di luar negeri untuk memperoleh biaya yang lebih murah.
b.      Dampak Negatif
1.      Pergeseran Tenaga Kerja
Banyak bukti menunjukan bahwa beberapa pekerjaan dapat dihilangkan oleh adanya kegiatan perusahaan multinasional di luar negeri. Kegiatan produksi yang mestinya dapat dilakukan di dalam negeri tetapi dilakukan di luar negeri sehingga tenaga kerja di dalam negeri menjadi kelebihan. Namun demikian kegiatan perusahaan multinasional di luar negeri dapat pula menciptakan lapangan kerja dalam negeri.
2.      Berkurangnya Keunggulan Modal dan Teknologi
Perusahaan multinasional sering dituduh mengekspor modal dan teknologi lalu dikombinasikan dengan tenaga kerja yang murah di luar negeri. Hal ini akan mengakibatkan: keunggulan di bidang modal teknologi di dalam negeri dapat berkurang, kegiatan industri dalam negeri dapat menyusut digantikan di luar negeri dan sumber pendapatan nasional yang berasal dari luar negeri (berupa keuntungan perusahaan multinasional) meningkat sehingga ekonomi dalam negeri dapat terpengaruh oleh perusahaan ekonomi dan politik yang terjadi di luar negeri.


3.      Penghindaran Pajak
Melalui praktek-praktek penilaian dalam faktor jual beli (terutama dengan cabang perusahaan multinasional) yang sering disebut transfer pricing serta tax holiday dan insentif yang diberikan oleh Negara penerima perusahaan multinasional dapat menghindari pengenaan pajak yang wajar. Apabila hal ini terjadi maka Negara induk akan dirugikan.
4.      Merongrong Kebijaksanaan Ekonomi Negara Induk
Jaringan yang luas dari perusahaan multinasional sering mengakibatkan kebijaksanaan ekonomi Negara asal terganggu. Kebijaksanaan anti trust dan kebijaksanaan untuk membatasi satu jenis produk tertentu jatuh ke Negara tertentu misalnya, dapat tidak/kurang efektif dengan adanya cabang perusahaan multinasional di negara lain.

2.1.4.1. Dampak Perusahaan Multinasional bagi Host Country
a.       Dampak Positif
1.      Mengurangi Pengangguran
Dengan adanya perusahaan multinasional maka akan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat di negara penerima (host country).
2.      Transfer Pengetahuan dan Skill
Adanya transfer pengetahuan dan skill maupun teknologi melalui berbagai training yang dilaksanakan perusahaan multinasional tersebut untuk masyarakat yang berada di negara penerima (host country). Teknologi yang dibawa perusahaan multinasional dapat menaikkan kualitas produk serta mendorong peningkatan efisiensi di negara penerima. Dalam jangka panjang, mungkin negara penerima dapat memilki kesempatan untuk merubah struktur perekonomiannya meskipun nantinya perusahaan multinasional telah pergi dari negara tersebut.
3.      Fasilitas Pemberdayaan yang Memadai
Dengan adanya perusahaan multinasional maka dapat membantu negara host country untuk membangun fasilitas pemberdayaan masyarakat yang memadai.
4.      Pembentukan Modal
Apabila pengusaha lokal dapat terdorong untuk melakukan investasi, maka akan terjadi penambahan stok modal nasional. Jika tidak maka kenaikan stok modal ini semuanya berasal dari perusahaan multinasional.
5.      Berkontribusi dalam Pemasukan APBD dan APBN Melalui Pajak
b.      Dampak Negatif
1.      Terjadi Berbagai Kerusakan Lingkungan (AMDAL)
2.      Banyak Terjadi Kontroversi dan Persoalan Sosial Kemasyarakatan.
3.      Perusahaan multinasional sering mengadopsi gaya manajemen dan kondisi kerja home country mereka sehingga mengeksploitasi negara berkembang yang menjadi host country (Hijzen, Swaim, 2008).
4.      Perusahaan multinasional cenderung tidak memiliki loyalitas tertentu dan tanggung jawab sosial terhadap Negara berkembang dimana mereka beroperasi.


2.1.5. Peranan Perusahaan Multinasional
2.1.5.1. Peranan Perusahaan Multinasional dalam Alih Teknologi
Perusahaan multinasional dengan kemampuan dan kapasitas permodalan, teknologi dan keahlian manajerial yang tinggi merupakan salah satu sumber dalam rangka mengisi kelangkaan modal, teknologi dan keahlian manajemen dalam negeri. Keunggulan besar perusahaan multinasional ialah kemampuannya untuk siap mengalihkan suatu kesatuan pengetahuan yang tidak dikuasai dalam pemikiran setiap pribadi. Perusahaan multinasional juga memiliki tingkat kematangan industry serta kemampuan mengaplikasikan teknologi yang berguna untuk membuka pasar internasional.

2.1.5.2. Peranan Perusahaan Multinasional dalam Industrilisasi
Perusahaan multinasional dapat membawa alam modernisasi yang lebih efektif dan matang dalam bidang teknologi industri maupun manajemen usaha. Perananan perusahaan multinasional dalam industrilisasi dapat terlihat dari bagaimana sebuah perusahaan multinasional menjadi penghubung ekonomi dunia dan perkembangan ekonomi industry dan perdagangan di Negara asalnya kepada Negara penerima model.

2.2. Studi Kasus

HONDA BERUSAHA KUASAI PASAR MOBIL INDONESIA

            Honda merupakan produsen motor dan mobil yang bermarkas di Tokyo. PT. Honda Prospect Motor merupakan perusahaan multinasional yang bergerak dalam bidang produksi mobil dan komponennya. PT. Honda Prospect Motor merupakan hasil penggabungan dari empat perusahaan terdahulu, yaitu PT. Prospect Motor, PT. Imora Honda Inc, PT. Honda Prospect Engine. Sekitar tahun 1997-1998, di Indonesia mengalami resesi ekonomi sehingga keempat perusahaan tersebut bergabung menjadi satu dengan nama PT. Honda Prospect Motor yang diresmikan pada bulan Maret 1999. Dalam menjalankan usahanya, PT. Honda Prospect Motor selalu berusaha menghadirkan produk-produk yang berkualitas dan inovatif, dengan didukung oleh mesin-mesin yang berteknologi canggih. Honda dalam menjalankan bisnisnya sebagai perusahaan multinasional yang besar tentu saja berekspansi ke pasar asing lainnya, selain Indonesia seperti Thailand, India, Filiphina, Malaysia, Pakistan, Taiwan, dan China.
            Di Indonesia, produk dari Honda yang paling terkenal dan diminati ialah motornya, namun sejak tahun 2014 hingga saat ini mulai ada peningkatan pembelian mobil Honda. Bahkan pada bulan Februari tahun 2016 kemarin, Honda mengklaim telah berhasil kuasai 21,9 persen pangsa pasar mobil di Indonesia. Sampai februari 2016, Honda mencatat telah berhasil menjual sebanyak 37.904 unit mobil. Angka tersebut meroket 37 persen dibandingkan dengan penjualan pada tahun 2015 yang hanya 27.492 unit. Jika dilihat kembali, hal tersebut menunjukkan bahwa Honda telah berhasil menaklukan pasar Indonesia. Dari tahun ke tahun memang perusahaan multinasional yang berada di Indonesia termasuk Honda menyatakan mendapatkan keuntungan yang cukup signifikan dari penjualan di Indonesia. Bahkan pada bulan Januari 2016 Honda memutuskan untuk membuka 49 diler baru di beberapa daerah yang dimulai dari Tuban, dengan  bertujuan untuk terus melakukan promosi untuk meningkatkan penjualannya.
            Peranan Honda bagi Indonesia salah satunya yang paling penting ialah sarana lapangan kerja. Hal tersebut dapat membantu Indonesia dalam meningkatkan kualitas perekonomian rakyatnya, yaitu dengan adanya Honda maka rakyat Indonesia semakin memiliki peluang untuk bekerja disana. Apalagi ditambah dengan ekspansi yang dilakukan PT. Honda Prospect Motor ke daerah-daerah di Indonesia, tentu saja hal itu disambut baik bagi Indonesia karena lapangan kerja yang tersedia pun bertambah dan tentu saja dapat mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia yang tinggi.

2.2.1 Analisis Studi Kasus

Honda adalah sebuah perusahaan multinasional asal jepang yang sangat besar, honda menguasai pasar di bidang otomotif, yaitu mobil dan motor. Keberadaanya sangat mempengaruhi perekonomian internasional. Honda sudah berdiri sejak tahun 1970, brand honda sudah sangat dikenal oleh para penggemar otomotif duni, terutama di bidang motor rodau dua. Target pangsa pasar honda terbesar adalah di bagian Asia Tenggara. Indonesia adalah salah satu dari banyak negara yang sangat meminati prosuk motor atau mobil dari brand besar ini. Motor-motor yang di produksi oleh honda di indonesia mempunyai tekhnologi yang cukup tinggi dan mempunyai harga yang sangat bersaing dengan para rivalnya. Dengan harga yang bersaing membuat para konsumen di indonesia tertarik untuk membeli produk motor atau mobil dari brand honda, contoh dengan uang 20jutaan konsumen akan mendapatkan sebuah skuter matic yang tekhnologinya sudah di atas rata-rata produk skuter matic lainya dengan harga yang sama.
Dalam hal perluasan pemasaran, produk honda di nilai sudah sangat hebat pertumbuhanya di indonesia. Dari studi kasus di atas, di paparkan bahwa sudah puluhan ribu unit motor dan mobil yang sudah berhasil di jual kepada konsumen di indonesia, setiap tahunya penjualan produk honda ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan, hal ini dikarenakan oleh pintarnya management honda dan produknya yang bervariasi. Pasar otomotif indonesia sudah bisa di tahlukan oleh honda dengan di buktikanya dengan besarnya dealer-dealer dan banhyaknya dealer yang tersebar di penjuru indonesia, di mulai dari desa hingga perkotaan.
Honda juga tidak hanya memanfaatkan indonesia sebagai target pasar penjualan produknya, honda juga mempunyai peran untuk masyarakat di indonesia. Dengan honda mnedirikan dealer dan bengkel resmi, lapangan pekerjaan untuk masyarakat di indonesia semakin banyak, terutama di daerah pedasaan. Dengan adanya honda, masyarakat indonesia bisa terbantu dalam pencarian lapangan pekerjaan dan pengangguran akan bisa berkurang dari waktu ke waktu. Cara itu adalah salah satu cara honda untuk mengambil hati masyarakat indonesia. Jadi konsumen di indonesia akan tertarik untuk membeli produk honda, karena semakin mereka membeli produk honda, maka akan muncul pemikiran bahwa honda akan terus mengembangkan dan memperluas pasar dengan melakukan penambahan jumlah dealer dan bengkel resmi di daerah-daerah di indonesia yang akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.
Tetapi untuk spare part mobil, di klaim para konsumen di indonesia harganya masih tergolong mahal dan sulit di temukan di daerah-daerah terpencil di indonesia. Hal itu akan membuat minat konsumen produk mobil honda akan berkurang, terutama di daerah pedesaan. Berbeda dengan di perkotaan, produk mobil honda cukup banyak peminatnya hal itu karena bengkel-bengkel resmi di perkotaan sangat mudah ditemukan walaupun dengan spare part dengan harga yang cukup mahal. Maka dari itu, perbandingan penjualan produk honda di indonesia lebih di ungguli dengan penjualan motor dibanding dengan mobil, karena spare part motor honda sangat mudah ditemukan di mana saja tidak hanya di kota dan bisa di dapat dengan harga yang murah.












BAB III
PENUTUP


3.1. Kesimpulan
Perusahaan Multinasional atau Multinational Corporation (MNC) merupakan sebuah badan usaha yang memiliki, mengendalikan, dan atau mengelola fasilitas-fasilitas produksi yang tersebar di sejumlah negara. Biasanya perusahaan multinasional berbentuk bsar dan mempunyai banyak cabang kantor yang menyebar ke Negara-negara di seluruh dunia, termasuk Negara-negara berkembang. Pengaruh, peranan serta dampak yang ditimbulkan oleh adanya perusahaan multinasional bagi perekonomian internasional cukup banyak. Dampak yang ditimbulkan bisa berupa dampak positif dan negatif, misalnya yang positif seperti perusahaan ini bisa membantu suatu negara untuk memberikan bantuan sumber-sumber daya untuk pembangunan di negara tersebut, dan negatifnya adalah hilangnya sejumlah lapangan kerja domestik. Hal tersebut karena perusahaan multinasional mengalihkan sebagian modal dan aktivitas bisnisnya ke luar negeri.  Walaupun begitu, perusahaan multinasional ini keberadaanya sangatlah penting bagi perekonomian, karena negara berkembang bisa lebih membuka dan membebaskan akses terhadap modal dan sumber daya lainya dengan melakukan liberalisasi terhadap pasar modalnya.













DAFTAR PUSTAKA

Maulana, Zain. 2010. Jerat Globalisasi Neoliberal: Ancaman Bagi Negara Dunia Ketiga. Yogyakarta: Riak.
Madura,  Jeff. 2011. Keuangan Perusahaan Internasional (edisi ke-8 buku 1). Jakarta: Salemba Empat.
Salvatore, Dominick. 1995. Ekonomi Internasional. Jakarta : Erlangga
https://id.scribd.com/doc/98451075/Resume-MNC (Diakses pada 13 Mei 2016 Pukul 22.10 WIB)
m.cnnindonesia.com/ekonomi/20160316084103-92-117709/februari-honda-klaim-kuasai-219-persen-pasar-mobil-ri/ (Diakses pada 13 Mei 2016 pukul 23.04 WIB)



0 komentar:

Posting Komentar