EKONOMI INTERNASIONAL
“PERANAN PERUSAHAAN
MULTINASIONAL DALAM EKONOMI INERNASIONAL”
Disusun oleh :
Ayu Devita Damayanti 2015230041
Aprilia Puspita W 2015230046
Taqiyyah Pingkan 2015230067
Anggian Anugerah 2015230069
PROGRAM
SARJANA (S1)
INSTITUT
ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
JAKARTA
Mei
2016
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Ekonomi Internasional adalah ilmu ekonomi yang membahas mengenai akibat saling ketergantungan antara Negara-negara di
dunia, baik dari segi perdagangan Internasional maupun pasar kredit Internasional. Cakupan dari ekonomi Internasional sejatinya lebih luas daripada sekedar perdagangan Internasional yang hanya mengurus mengenai ekspor serta impor suatu Negara dengan
Negara lainnya. Beberapa masalah yang diatur oleh ekonomi internasional diantaranya ialah pola perdagangan, harga ekspor dan impor, manfaat perdagangan, pengaruh makro, mekanisme neraca pembayaran, politik perdagangan luar negeri, persekutuan perdagangan modal luar negeri, dan pengalihan teknologi.
Perusahaan
Multinasional atau Multinational
Corporation (MNC) merupakan salah satu pembahasan dalam ekonomi Internasional, yang
melihat bahwa dunia sebagai satu kesatuan enitas ekonomi dan dampaknya pada perekonomian global
sangatlah penting. Banyak pihak yang kurang setuju dengan kehadiran MNC pada era
globalisasi yang semakin modern ini. Ada pendapat eksterm yang mengatakan bahwa perusahaan multinasional hanya agen dari imperialism ekonomi yang memiliki tujuan untuk mengeruk keuntungan sebanyak mungkin tanpa mempertimbangkan efek yang timbul pada lingkungan dan manusia, selain itu muncul juga beberapa pendapat bahwa perusahaan multinasional sebenarnya berada dibawah control kaum elit tertentu yang mencoba memperluas kekuasaan dan pengaruhnya. Namun apabila mengesampingkan pendapat tersebut, maka memang dapat disimpulkan bahwa perusahaan multinasional (MNC)
memang memegang peranan penting dalam skala Internasional.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan penjelasan dari latar belakang diatas, maka
rumusan masalah yang lebih mendalam ialah:
Bagaimana
Peranan Honda dalam Ekonomi Internasional?
1.3. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini ialah sebagai berikut :
1. Memenuhi tugas ekonomi Internasional mengenai peranan perusahaan multinasional dalam ekonomi Internasional.
2. Mempelajari lebih dalam mengenai perkembangan perusahaan multinasional.
3. Mengetahui lebih jelas mengenai peranan dari perusahaan multinasional bagi ekonomi Internasional.
4. Dampak dari kemunculan perusahaan multinasional bagi ekonomi Internasional.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Perusahaan
Multinasional
2.1.1. Pengertian dan Definisi Perusahaan Multinasional
Secara umum, pengertian dari perusahaan multinasional (MNC)
adalah perusahaan
yang berusaha di banyak Negara, dan biasanya sangat besar. Perusahaan
multinasional biasanya memiliki kantor-kantor, cabang atau pabrik di banyak
Negara, dan biasanya memiliki satu kantor pusat dimana mereka dapat mengkoordinasi manajemen pemasaran secara global. Pengaruh dari perusahaan multinasional pun
biasanya cukup besar bagi ekonomi dan politik Internasional.
Perusahaan Multinasional atau Multinational
Corporation ialah badan usaha yang memiliki,
mengendalikan, dan atau mengelola fasilitas-fasilitas produksi yang tersebar
di sejumlah Negara (Salvatore,1995). Dari definisi tersebut paling tidak dapat dibayangkan bahwa perusahaan multinasional adalah perusahaan yang
berskala besar,
memiliki gross profit
yang luar biasa,
serta seringkali melibatkan manajemen yang
kompleks. Pada kenyataannya, memang secara keseluruhan perusahaan multinasional menguasai lebih dari 20% output dunia dan nilai transaksi perdagangannya mencapai lebih dari 25% dari keseluruhan transaksi perusahaan manufaktur dunia. Jadi, pentingnya keberadaan perusahaan multinasional bukan hanya karena besarnya perusahaan mereka, namun lebih karena keberadaannya. Perusahaan
multinasional juga disebut sebagai non-actor
state atau actor non-negara
yang keberadaannya dianggap dapat berdampak banyak bagi suatu Negara.
Prof. John
Dunning, memberikan beberapa kriteria membedakan Perusahaan Multinasional atas
empat bentuk, yaitu:
1.
Multinational Producting Enterprise (MPE), yakni perusahaan yang memiliki dan
mengontrol berbagai fasilitas produksi lebih dari satu negara.
2.
Multinational Trade Enterprise (MTE), yaitu semata-mata bergerak dalam
bidang perdagangan dengan menjual barang yang diproduksi di dalam negeri,
langsung kepada badan usaha atau orang di negeri lain.
3.
Multinational Internationally Owned Enterprise
(MOE).
4.
Mutinational (Financial) Controlled Enterprise (MCE);
sebagaimana MOE, MCE yang diawasi oleh lebih dari satu negara.
Kaitannya perusahaan multinasional dengan perekonomian dunia, menurut kaum kapitalis neoliberal
ialah mengenai pemenuhan kebutuhan modal yang
besar, sehingga dikatakan bahwa Negara berkembang harus melakukan liberalisasi pasar modal agar akses terhadap modal dan sumber daya lainnya menjadi lebih terbuka dan bebas (Maulana,
2010:28).
2.1.2. Motif Perusahaan Multinasional
Perusahaan multinasional memiliki tiga dasar motif utama dalam pendirian
dan perkembangan perusahaan tersebut. Motif-motif tersebut ialah sebagai
berikut:
1.
Motif Mencari Bahan Baku (Raw Material Seeker)
Perusahaan multinasional memperluas usahanya dalam rangka
mencari bahan baku dan menjual produknya ke luar negeri.
2.
Motif Mencari Pasar (Market
Seeker)
Setelah
terpenuhinya pasar dalam negara tersebut (pasar domestik), perusahaan
multinasional berusaha mencari pasar-pasar baru untuk memasarkan produknya. Hal
ini dapat memperluas jangkauan pemasaran barang tersebut.
3.
Motif Meminimumkan Biaya (Cost Minimizer)
Perusahaan
multinasional memperluas usahanya (go international) karena ingin memanfaatkan
keunggulan yang dimiliki oleh negara lain dan memperoleh beberapa keringanan.
Keringanan tersebut dapat berupa pembebasan pajak, melakukan transfer price, memperoleh biaya tenaga
kerja yang murah, meminimumkan biaya investasi, harga tanah murah, biaya
pengolahan limbah dengan syarat ringan, menghindari adanya batasan
kuota, dan pelayanan purna jual cepat.
2.1.3. Teknis Perusahaan Multinasional
Teknis dalam perusahaan multinasional adalah sebagai berikut:
1.
Ekspor
Ekspor merupakan proses awal untuk menjadi sebuah
perusahaan multinasional. Karena
dengan ekspor, keuntungannya ialah memiliki risiko minimal. Jika ekspor
menurun, perusahaan dapat mengurangi atau menghilangkan ekspornya agar tidak
mengalami banyak kerugian. Kelemahan ekspor ialah perusahaan dapat dikenakan
tariff atas pajak ekspor produknya serta biaya transportasi yang relatif tinggi.
2.
Lisensi
Perusahaan multinasional memberikan lisensi dan
mendirikan fasilitas produksi kepada mitra lokalnya. Lisensi memberikan keuntungan dengan adanya fee yang didapat dari kontrak atas hak
cipta yang dipergunakan suatu perusahaan asing dan tidak memerlukan biaya
transportasi yang besar untuk pengiriman barang (ekspor). Tetapi kelemahan dari
lisensi adalah perusahaan sulit untuk menjamin kualitas produk mereka di luar
negeri.
3.
Investasi Asing Langsung (Foreign Direct Investment)
Cara ini diambil setelah ada jaminan bahwa
investasi itu aman dari resiko dan persaingan mitra lokal dan menguntungkan
karena pasar telah berkembang dan memberikan respon yang positif. Foreign
direct investment (FDI)
memberikan keuntungan kepada perusahaan dengan biaya produksi yang relatif
lebih murah dikarenakan perusahaan membangun langsung pabrik mereka di suatu
Negara serta tidak adanya biaya tarif pajak dan transportasi atas barang impor.
Sedangkan kelemahannya ialah, jika perusahaan mengalami kegagalan maka akan
menanggung kerugian yang besar serta memerlukan modal investasi yang lebih
besar dibandingkan ekspor/impor dan lisensi.
2.1.4. Perusahaan
Multinasional, Home Country, dan Host Country
Perusahaan multinasional memiliki berbagai
dampak positif dan negative bagi home country (negara induk) maupun host
country (negara penerima). Berikut adalah beberapa dampak dari keberadaan perusahaan
multinasonal:
2.1.4.1. Dampak Perusahaan Multinasional bagi Home
Country
a. Dampak
Positif
1. Kenaikan
Pendapat dan Pengurangan Resiko dari Pemilik Faktor Produksi
Adanya kenaikan
pendapatan ataupun resiko yang lebih kecil dari pemilik faktor produksi.
Pendapat ini dapat berbentuk kenaikan: dividen bagi pemilik saham, gaji bagi
pimpinan serta upah bagi karyawan. Menurut prediksi teori klasik tentang
perdagangan Internasional, faktor produksi yang melimpah di Negara induk akan
memperoleh manfaat sedang faktor produksi yang jarang akan rugi, namun secara
keseluruhan manfaatnya akan lebih besar daripada kerugiannya.
2. Adanya
Produk dengan Harga yang Lebih Murah
Dapat diperoleh produk
dengan harga yang lebih murah yang dihasilkan di Negara lain yang biaya
produksinya lebih rendah. Biasanya perusahaan multinasional mengalihkan
sebagian kegiatannya di luar negeri untuk memperoleh biaya yang lebih murah.
b. Dampak
Negatif
1. Pergeseran
Tenaga Kerja
Banyak bukti menunjukan
bahwa beberapa pekerjaan dapat dihilangkan oleh adanya kegiatan perusahaan
multinasional di luar negeri. Kegiatan produksi yang mestinya dapat dilakukan
di dalam negeri tetapi dilakukan di luar negeri sehingga tenaga kerja di dalam
negeri menjadi kelebihan. Namun demikian kegiatan perusahaan multinasional di
luar negeri dapat pula menciptakan lapangan kerja dalam negeri.
2. Berkurangnya
Keunggulan Modal dan Teknologi
Perusahaan
multinasional sering dituduh mengekspor modal dan teknologi lalu dikombinasikan
dengan tenaga kerja yang murah di luar negeri. Hal ini akan mengakibatkan:
keunggulan di bidang modal teknologi di dalam negeri dapat berkurang, kegiatan
industri dalam negeri dapat menyusut digantikan di luar negeri dan sumber
pendapatan nasional yang berasal dari luar negeri (berupa keuntungan perusahaan
multinasional) meningkat sehingga ekonomi dalam negeri dapat terpengaruh oleh
perusahaan ekonomi dan politik yang terjadi di luar negeri.
3. Penghindaran
Pajak
Melalui praktek-praktek
penilaian dalam faktor jual beli (terutama dengan cabang perusahaan
multinasional) yang sering disebut transfer
pricing serta tax holiday dan
insentif yang diberikan oleh Negara penerima perusahaan multinasional dapat
menghindari pengenaan pajak yang wajar. Apabila hal ini terjadi maka Negara
induk akan dirugikan.
4. Merongrong
Kebijaksanaan Ekonomi Negara Induk
Jaringan yang luas dari
perusahaan multinasional sering mengakibatkan kebijaksanaan ekonomi Negara asal
terganggu. Kebijaksanaan anti trust
dan kebijaksanaan untuk membatasi satu jenis produk tertentu jatuh ke Negara
tertentu misalnya, dapat tidak/kurang efektif dengan adanya cabang perusahaan
multinasional di negara lain.
2.1.4.1. Dampak Perusahaan
Multinasional bagi Host Country
a. Dampak
Positif
1. Mengurangi Pengangguran
Dengan adanya perusahaan
multinasional maka akan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat di negara
penerima (host country).
2. Transfer Pengetahuan dan Skill
Adanya transfer pengetahuan dan skill maupun teknologi melalui berbagai training yang dilaksanakan perusahaan
multinasional tersebut untuk masyarakat yang berada di negara penerima (host country). Teknologi yang dibawa
perusahaan multinasional dapat menaikkan kualitas produk serta mendorong peningkatan
efisiensi di negara penerima. Dalam jangka panjang, mungkin negara penerima
dapat memilki kesempatan untuk merubah struktur perekonomiannya meskipun
nantinya perusahaan multinasional telah pergi dari negara tersebut.
3. Fasilitas Pemberdayaan yang Memadai
Dengan adanya perusahaan
multinasional maka dapat membantu negara host
country untuk membangun fasilitas pemberdayaan masyarakat yang memadai.
4. Pembentukan Modal
Apabila pengusaha lokal dapat
terdorong untuk melakukan investasi, maka akan terjadi penambahan stok modal
nasional. Jika tidak maka kenaikan stok modal ini semuanya berasal dari
perusahaan multinasional.
5. Berkontribusi dalam Pemasukan
APBD dan APBN Melalui Pajak
b.
Dampak
Negatif
1. Terjadi Berbagai Kerusakan Lingkungan
(AMDAL)
2. Banyak Terjadi Kontroversi dan
Persoalan Sosial Kemasyarakatan.
3. Perusahaan multinasional sering
mengadopsi gaya manajemen dan kondisi kerja home
country mereka sehingga mengeksploitasi negara berkembang yang menjadi host
country (Hijzen, Swaim, 2008).
4. Perusahaan multinasional cenderung tidak memiliki
loyalitas tertentu dan tanggung jawab sosial terhadap Negara berkembang dimana
mereka beroperasi.
2.1.5.
Peranan Perusahaan Multinasional
2.1.5.1. Peranan Perusahaan Multinasional dalam Alih
Teknologi
Perusahaan
multinasional dengan kemampuan dan kapasitas permodalan, teknologi dan keahlian
manajerial yang tinggi merupakan salah satu sumber dalam rangka mengisi
kelangkaan modal, teknologi dan keahlian manajemen dalam negeri. Keunggulan
besar perusahaan multinasional ialah kemampuannya untuk siap mengalihkan suatu
kesatuan pengetahuan yang tidak dikuasai dalam pemikiran setiap pribadi.
Perusahaan multinasional juga memiliki tingkat kematangan industry serta
kemampuan mengaplikasikan teknologi yang berguna untuk membuka pasar
internasional.
2.1.5.2. Peranan
Perusahaan Multinasional dalam Industrilisasi
Perusahaan
multinasional dapat membawa alam modernisasi yang lebih efektif dan matang
dalam bidang teknologi industri maupun manajemen usaha. Perananan perusahaan
multinasional dalam industrilisasi dapat terlihat dari bagaimana sebuah
perusahaan multinasional menjadi penghubung ekonomi dunia dan perkembangan
ekonomi industry dan perdagangan di Negara asalnya kepada Negara penerima
model.
2.2. Studi Kasus
HONDA BERUSAHA KUASAI PASAR MOBIL
INDONESIA
Honda
merupakan produsen motor dan mobil yang bermarkas di Tokyo. PT. Honda Prospect
Motor merupakan perusahaan multinasional yang bergerak dalam bidang produksi
mobil dan komponennya. PT. Honda Prospect Motor merupakan hasil penggabungan
dari empat perusahaan terdahulu, yaitu PT. Prospect Motor, PT. Imora Honda Inc,
PT. Honda Prospect Engine. Sekitar tahun 1997-1998, di Indonesia mengalami
resesi ekonomi sehingga keempat perusahaan tersebut bergabung menjadi satu
dengan nama PT. Honda Prospect Motor yang diresmikan pada bulan Maret 1999. Dalam
menjalankan usahanya, PT. Honda Prospect Motor selalu berusaha menghadirkan
produk-produk yang berkualitas dan inovatif, dengan didukung oleh mesin-mesin
yang berteknologi canggih. Honda dalam menjalankan bisnisnya sebagai perusahaan
multinasional yang besar tentu saja berekspansi ke pasar asing lainnya, selain
Indonesia seperti Thailand, India, Filiphina, Malaysia, Pakistan, Taiwan, dan
China.
Di
Indonesia, produk dari Honda yang paling terkenal dan diminati ialah motornya,
namun sejak tahun 2014 hingga saat ini mulai ada peningkatan pembelian mobil
Honda. Bahkan pada bulan Februari tahun 2016 kemarin, Honda mengklaim telah
berhasil kuasai 21,9 persen pangsa pasar mobil di Indonesia. Sampai februari
2016, Honda mencatat telah berhasil menjual sebanyak 37.904 unit mobil. Angka
tersebut meroket 37 persen dibandingkan dengan penjualan pada tahun 2015 yang
hanya 27.492 unit. Jika dilihat kembali, hal tersebut menunjukkan bahwa Honda
telah berhasil menaklukan pasar Indonesia. Dari tahun ke tahun memang
perusahaan multinasional yang berada di Indonesia termasuk Honda menyatakan
mendapatkan keuntungan yang cukup signifikan dari penjualan di Indonesia.
Bahkan pada bulan Januari 2016 Honda memutuskan untuk membuka 49 diler baru di
beberapa daerah yang dimulai dari Tuban, dengan
bertujuan untuk terus melakukan promosi untuk meningkatkan penjualannya.
Peranan
Honda bagi Indonesia salah satunya yang paling penting ialah sarana lapangan
kerja. Hal tersebut dapat membantu Indonesia dalam meningkatkan kualitas
perekonomian rakyatnya, yaitu dengan adanya Honda maka rakyat Indonesia semakin
memiliki peluang untuk bekerja disana. Apalagi ditambah dengan ekspansi yang
dilakukan PT. Honda Prospect Motor ke daerah-daerah di Indonesia, tentu saja
hal itu disambut baik bagi Indonesia karena lapangan kerja yang tersedia pun
bertambah dan tentu saja dapat mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia
yang tinggi.
2.2.1 Analisis Studi Kasus
Honda adalah sebuah perusahaan
multinasional asal jepang yang sangat besar, honda menguasai pasar di bidang
otomotif, yaitu mobil dan motor. Keberadaanya sangat mempengaruhi perekonomian
internasional. Honda sudah berdiri sejak tahun 1970, brand honda sudah sangat
dikenal oleh para penggemar otomotif duni, terutama di bidang motor rodau dua.
Target pangsa pasar honda terbesar adalah di bagian Asia Tenggara. Indonesia
adalah salah satu dari banyak negara yang sangat meminati prosuk motor atau
mobil dari brand besar ini. Motor-motor yang di produksi oleh honda di
indonesia mempunyai tekhnologi yang cukup tinggi dan mempunyai harga yang
sangat bersaing dengan para rivalnya. Dengan harga yang bersaing membuat para
konsumen di indonesia tertarik untuk membeli produk motor atau mobil dari brand
honda, contoh dengan uang 20jutaan konsumen akan mendapatkan sebuah skuter
matic yang tekhnologinya sudah di atas rata-rata produk skuter matic lainya
dengan harga yang sama.
Dalam hal perluasan pemasaran,
produk honda di nilai sudah sangat hebat pertumbuhanya di indonesia. Dari studi
kasus di atas, di paparkan bahwa sudah puluhan ribu unit motor dan mobil yang
sudah berhasil di jual kepada konsumen di indonesia, setiap tahunya penjualan
produk honda ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan, hal ini
dikarenakan oleh pintarnya management honda dan produknya yang bervariasi.
Pasar otomotif indonesia sudah bisa di tahlukan oleh honda dengan di buktikanya
dengan besarnya dealer-dealer dan banhyaknya dealer yang tersebar di penjuru
indonesia, di mulai dari desa hingga perkotaan.
Honda juga tidak hanya
memanfaatkan indonesia sebagai target pasar penjualan produknya, honda juga
mempunyai peran untuk masyarakat di indonesia. Dengan honda mnedirikan dealer
dan bengkel resmi, lapangan pekerjaan untuk masyarakat di indonesia semakin
banyak, terutama di daerah pedasaan. Dengan adanya honda, masyarakat indonesia
bisa terbantu dalam pencarian lapangan pekerjaan dan pengangguran akan bisa
berkurang dari waktu ke waktu. Cara itu adalah salah satu cara honda untuk
mengambil hati masyarakat indonesia. Jadi konsumen di indonesia akan tertarik
untuk membeli produk honda, karena semakin mereka membeli produk honda, maka akan
muncul pemikiran bahwa honda akan terus mengembangkan dan memperluas pasar
dengan melakukan penambahan jumlah dealer dan bengkel resmi di daerah-daerah di
indonesia yang akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.
Tetapi untuk spare part mobil, di
klaim para konsumen di indonesia harganya masih tergolong mahal dan sulit di
temukan di daerah-daerah terpencil di indonesia. Hal itu akan membuat minat
konsumen produk mobil honda akan berkurang, terutama di daerah pedesaan.
Berbeda dengan di perkotaan, produk mobil honda cukup banyak peminatnya hal itu
karena bengkel-bengkel resmi di perkotaan sangat mudah ditemukan walaupun
dengan spare part dengan harga yang cukup mahal. Maka dari itu, perbandingan
penjualan produk honda di indonesia lebih di ungguli dengan penjualan motor
dibanding dengan mobil, karena spare part motor honda sangat mudah ditemukan di
mana saja tidak hanya di kota dan bisa di dapat dengan harga yang murah.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Perusahaan Multinasional atau
Multinational Corporation (MNC) merupakan sebuah badan usaha yang memiliki,
mengendalikan, dan atau mengelola fasilitas-fasilitas produksi yang tersebar di
sejumlah negara. Biasanya perusahaan multinasional berbentuk bsar dan mempunyai
banyak cabang kantor yang menyebar ke Negara-negara di seluruh dunia, termasuk
Negara-negara berkembang. Pengaruh, peranan serta dampak yang ditimbulkan oleh
adanya perusahaan multinasional bagi perekonomian internasional cukup banyak.
Dampak yang ditimbulkan bisa berupa dampak positif dan negatif, misalnya yang positif seperti perusahaan ini bisa membantu suatu negara untuk
memberikan bantuan sumber-sumber daya untuk pembangunan di negara tersebut, dan
negatifnya adalah hilangnya sejumlah
lapangan kerja domestik. Hal tersebut karena perusahaan multinasional mengalihkan sebagian
modal dan aktivitas bisnisnya ke luar negeri.
Walaupun begitu, perusahaan multinasional ini keberadaanya sangatlah
penting bagi perekonomian, karena negara berkembang bisa lebih membuka dan membebaskan akses
terhadap modal dan sumber daya lainya dengan melakukan liberalisasi terhadap
pasar modalnya.
DAFTAR PUSTAKA
Maulana,
Zain. 2010. Jerat Globalisasi Neoliberal: Ancaman Bagi Negara Dunia Ketiga.
Yogyakarta: Riak.
Madura, Jeff. 2011. Keuangan Perusahaan
Internasional (edisi ke-8 buku 1). Jakarta: Salemba Empat.
Salvatore, Dominick. 1995. Ekonomi Internasional. Jakarta :
Erlangga
m.cnnindonesia.com/ekonomi/20160316084103-92-117709/februari-honda-klaim-kuasai-219-persen-pasar-mobil-ri/
(Diakses pada 13 Mei
2016 pukul 23.04 WIB)






0 komentar:
Posting Komentar