
Kampus Tercinta – IISIP Jakarta
Institut
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta
PENGARUH MNC DALAM PERDAGANGAN
INTERNASIONAL
MAKALAH EKONOMI INTERNASIONAL
Erry Dwi Rahmanto 2013230091
Rindy Lia Koloay 2013230046
Ira Triwati 2013310037
Esivinia E. S 2015230104
INSTITUT ILMU SOSIAL DAN ILMU
POLITIK
JAKARTA
MEI 2016
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Masalah
Dalam
tatanan dunia internasional, setiap negara membutuhkan kehadiran negara lain
untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut,
negara menjalin kerjasama dengan negara lain salah satunya dengan cara
melakukan perdagangan internasional.
Kerjasama
perdagangan internasional merupakan transaksi dagang antara subyek ekonomi
negara yang satu dengan subyek ekonomi negara yang lain, baik mengenai barang
ataupun jasa-jasa. Adapun subyek ekonomi yang dimaksud adalah penduduk yang
terdiri dari warga negara biasa, perusahaan ekspor, perusahaan impor,
perusahaan industri, perusahaan negara ataupun departemen pemerintah yang dapat
dilihat dari neraca perdagangan.
Salah
satu aktor perdagangan internasional adalah MNC. MNC adalah perusahaan swasta
yang memiliki fasilitas produksi dan melakukan aktifitasnya di lebih dari satu
negara. Perusaan multinasional ini biasanya memiliki kantor pusat di satu
negara dan beroperasi di negara-negara lain, baik secara mandiri ataupun dengan
melakukan kemitraan dengan perusahaan-perusahaan lokal.
Tujuan
MNC dalam melakukan bisnisnya yaitu untuk memperluas pangsa pasarnya,
memperoleh sumber daya alam dan yang mengurangi biaya produksi khususnya
pembayaraan upah buruh yang relatif murah dibandingkan di negara asalnya.
tujuan-tujuan bisnis tersebut memberikan ambisi yang besar bagi MNC untuk terus
mengeksporasi berbagai negara didunia khususnya negara-negara berkembang.
Melihat
adanya keuntungan-keuntungan yang didapat MNC tersebut maka dapat dikatakan bahwa adanya MNC
diberbagai negara sedikit banyak ikut campur tangannya di dalam ekonomi politik
domestik negara tujuan produksinya. Hal tersebut memperlihatkan bahwa MNC
memiliki pengaruh dalam perdagangan internasional. Oleh karena itu, dalam
makalah ini akan membahas mengenai pengaruh MNC tersebut.
1.2 Rumusan
Masalah
Bagaimana Pengaruh MNC dalam Perdagangan Internasional?
1.3 Tujuan
Penulisan
Untuk mengetahui pengaruh MNC dalam
perdagangan internasional
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Perusahaan Multinational
Corporations – MNC
2.1.1
Perusahaan Multinational Corporations – MNC
Perusahaan
multinasional adalah sebuah perusahaan yang beroperasi di beberapa negara
tetapi dikelola dari satu negara (home
country), biasanya perusahaan tersebut memiliki kantor pusat (head office) yang mempunyai tugas untuk
mengoordinasi manajemen global. Jenis perusahaan ini memegang peranan yang
sangat penting dalam transaksi dan menjalankan kebijakan serta aturan baik di
tingkat nasional maupun internasional.
2.1.2
Karakteristik Dasar MNC
Menurut
Maheswari dalam Umar Suryadi, terdapat perbedaan antara MNC dengan perusahaan
besar biasa yang ada di suatu negara, dapat di bedakan melalui karakteristik
dasar MNC, yaitu:
1. Perusahaan MNC berada di banyak
negara pada level perkembangan ekonomi yang berbeda. Mereka membawa basis
investasi langsung ke beberapa negara.
2. Perusahaan mempertahankan organisasi
industri yang lengkap, termasuk R & D dan fasilitas-fasilitas manufaktur di
beberapa negara. Mereka membuat kebijakan atau keputusan berdasarkan alternatif
yang tersedia dimana saja di seluruh dunia.
3. Mereka beroperasi atas dasar aset
yang dimiliki secara internasional, manajemen pusat multinasional dan
kepemilikan saham.
4. Mereka berkaitan dengan transfer
internasional dari input faktor yang berbeda namun komplementer modal,
pengetahuan, kewirausahaan, dan berbagai jenis barang dan jasa.
5. Sumber-sumber daya di transfer namun
tidak diperdagangkan sesuai dengan norma-norma tradisional dan praktik
perdagangan internasional.
6. cabang-cabang MNC biasanya dikelola
oleh warga negara dari host country
(negara tuan rumah, atau negara yang ditempati cabang MNC tersebut).
2.1.3
MNC dan Foreign Direct
Investment/FDI
FDI adalah pertumbuhan investasi
asing langsung atau investasi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan
multinasional di negara-negara (host
countries) untuk mengontrol aset dan mengelola kegiatan produksi
negara-negara tersebut. Negara-negara sedang berkembang menjadi sasaran utama
FDI untuk memperluas bisnis MNC. MNC memilih FDI sebagai strategi untuk
memperluas bisnisnya karena FDI berkaitan langsung dengan kegiatan-kegiatan ekonomi
produktif di luar negeri.
Bagi MNC, negara-negara sedang
berkembang mempunyai peran penting bagi perluasan bisnis mereka, sedangkan bagi
negara-negara berkembang, MNC dan FDI memiliki peran signifikan untuk
mempercepat pertumbuhan dan transformasi ekonomi mereka. Oleh karena itu,
banyak negara sedang berkembang tertarik dan berusaha untuk menarik arus FDI ke
dalam perekonomian negara mereka, seperti langkah, strategi dan kebijakan yang
dilakukan oleh pemerintah agar mempengaruhi MNC untuk menanamkan FDI mereka.
Menurut Balaam dan Veseth, terdapat
pertimbangan ekonomi yang dilakukan MNC dalam berinvestasi diluar negeri yaitu
keunggulan kompetitif yang spesifik (firm
specific competitive advantage). Ada beberapa jenis keunggulan yang memberi
kemungkinan MNC akan berinvestasi di luar negeri dan berhasil melawan
komptitornya :
1. Ukuran perusahaan, diartikan MNC
tersebut besar dan mempunyai kekuatan pasar.
2. MNC tersebut sering berada di posisi
sebagai leader dalam hal teknologi
dan pemasaran di industri mereka.
Pertimbangan ekonomi yang kedua
yaitu keunggulan spesifik lokasi (location
specific advantage), yang di artikan lokasi yang di pilih sebagai sasaran
FDI harus memberikan keuntungan untuk MNC, dalam menentukan lokasi MNC
mempertimbangkan tiga faktor, yaitu:
1. Berkaitan dengan ketersediaan sumber
daya atau aset
2. Berkaitan dengan ukuran pasar untuk
barang dan jasa
3. Berkaitan dengan keuntungan biaya
produksi
Selain dua pertimbangan ekonomi dari
sisi MNC tersebut untuk memperlancar arus FDI dari negara maju ke negara sedang
berkembang, perlunya peran pemerintah negara-negara sedang berkembang untuk
melakukan restrukturisasi kebijakan ekonomi dan membangun kerangka regulasi
yang baik untuk FDI, misalnya membuat peraturan untuk mempermudah masuknya
pasar dan kepemilikan asing.
2.1.4
MNC, Home Countries, Host Countries
Pengaruh dan hubungan timbal balik
MNC dengan home countries adalah
sebagai berikut:
1. Para pemimpin home countries percaya ekspansi perusahaan-perusahaan multinasional
yang tersebar ke luar negeri memberikan keuntungan nasional yang sangat vital.
2. FDI yang dilakukan MNC merupakan
sarana bagi pemerintahan untuk dapat mempertahankan posisi relatifnya dalam
perekonomian dunia.
3. Perusahaan multinasional merupakan
sarana untuk mempertahankan neraca pembayaran (balance of payment) dari negara-negara home countries.
4. Perusahaan multinasional dapat
dijadikan sarana untuk membujuk bahkan memaksa negara-negara host countries untuk mengikuti
kebijakan-kebijakan negara asal MNC.
5. Perusahaan multinasional merupakan instrumen
bagi home countries untuk memasarkan
ideologi liberal (perdagangan bebas).
Pengaruh Positif keberadaan MNC bagi
Host Countries
1.
Kedatangan
MNC akan memperoleh manfaat berupa transfer teknologi, produk-produk, modal
finansial dan teknik-teknik manajemen yang canggih dari negara asal MNC (negara
maju) ke negara sedang berkembang atau negara yang belum maju, kehadiran MNC
secara tidak langsung membantu menciptakan tenaga-tenaga kerja yang terampil
dan terlatih menggunakan teknologi canggih.
2.
Kehadiran
sumber daya finansial berupa FDI yang dibawa MNC dari negara-negara maju dapat
meningkatkan kapasitas produktif dari negara host countries.
3.
Kehadiran
MNC menimbulkan spillover effects dalam
perekonomian host countries.
4.
Kehadiran
MNC dapat membantu meningkatkan neraca pembayaran (balance of payment) dari negara yang ditempati, salah satunya ada
aliran modal ke dalam perekonomian host
countries saat MNC membangun anak perusahaan baru atau mengakuisisi
perusahaan domestik.
5.
Kehadiran
MNC dengan FDI merupakan salah satu sarana yang efektif untuk menciptakan
pertumbuhan ekonomi.
6.
Kehadiran
MNC akan di ikuti dengan datangnya iklim politik yang bebas (demokratis) untuk
mendukung kegiatan bisnis mereka, sehingga di negara baru yang menjadi tempat
ekspansi bisnisnya mengharapkan iklim tersebut tetap di dapatkan nya.
Pengaruh negatif atas kehadiran MNC,
misalnya :
1. MNC yang cenderung menciptakan
perusahaan-perusahaan kecil yang tidak efisien dan tidak mampu mendorong
pembangunan di host countries secara menyeluruh.
2. MNC cenderung memperkenalkan
jenis-jenis teknologi yang tidak tepat dan justru cenderung menghancurkan
perkembangan teknologi lokal.
3. MNC umumnya memiliki konsekuensi
politik yang negatif dalam negara-negara host
countries. Seperti mudahnya terjadi intervensi dari pemerintahan
negara-negara home countries terhadap
masalah-masalah dalam negeri host
countries.
4. Kehadiran MNC cenderung berdampak
negatif dalam bidang sosial budaya, MNC menjadi agen imperialisme budaya
sehingga negara-negara host countries kehilangan
pengawasan atas kebudayaan lokal mereka. (Umar Suryadi Bakry,2015).
2.1.5
Peran Perusahaan Multinasional/MNC
Perusahaan
Multinasional atau Multinational Corporation (MNC) merupakan aktor utama dalam
bisnis internasional. Jenis perusahaan ini sangat memegang peranan penting
dalam transaksi internasional. Perdagangan internasional seperti impor dan
ekspor merupakan tahap awal dari aktifitas internasional suatu perusahaan. Pola
aktifitas internasional meliputi; usaha patungan, penanaman modal asing dan
sistem lisensi. Subjektifitas dalam perdagangan internasional secara jelas
sangat memperhitungkan peran MNC dalam hubungan dengan pemerintahan.
2.1.5.1 Peran MNC dalam Alih Tekhnologi
MNC
dengan kemampuan dan kapasitas permodalan, teknologi dan keahlian manajerial
yang tinggi merupakan salah satu sumber dalam rangka mengisi kelangkaan modal,
teknologi dan keahliann manajemen dalam negeri. Teknologo telah mendorong
seleksi alamiah yang mengarah pada yang terkuat yang bertahan. Keberhasilan
pasar akan didapat oleh perusahaan yang mampu menyesuaikan diri dengan
persyaratan lingkungan saat ini, yaitu mereka yang mampu memberikan apa yang
siap dibeli orang.
Keunggulan
besar MNC adalah kemampuannya untuk siap mengalihkan suatu kesatuan pengetahuan
yang tidak dikuasai dalam pemikiran setiap pribadi. MNC berkembang menjadi
sebuah perusahaan dengan tingkat kematangan industri dan penggunaan teknologi
yang lebih tinggi di atas rata-rata Hal ini yang menjadikan dorongan untuk
terjun ke dalam pasar baaru.
Kekuatan
lainnya adalah kemampuan MNC mengusahakan berbagai cara perlindungan bagi
teknologi yang dimilikinya. Salah satu cara yang senantiasa digunakan adalah
mengusahakan system yang efektif dan undang-undang perdagangan ataupun penggunaan
merek yang dapat melindungi teknologi. Negara Indonesia sebagai negara
berkembang, namun di dalam pengadaan pranata hukum bidang alih teknologi masih
sangat terbatas. Namun demikian perkembangan teknologi mendapatkan prioritas
yang tinggi berdasarkan 3 tujuan, yaitu:
-
Meningkatkan
impor teknologi baru
-
Pengembangan
kegiatan riset untuk di masa depan
-
Meminimalisir
hambatan, termasuk masalah biaya produksi
2.1.5.2 Peran MNC dalam Industrialisasi
MNC
yang notabene nya adalah perusahaan yang melakukan operasi atau aktifitasnya
melintasi batas suatu negara dengan segala bentuk kegiatannya yang telah memicu
atau menstimulus proses industrialisasi baik secara nasional maupun
internasional, karena pada hakikatnya suatu MNC akan mereformasi baik secara
sistem maupun secara faktor produksi yang tidak lain guna mendapatkan
kepentingan. MNC yang besar secara jelas meemiliki pengaruh dalam menentukan
arah industri secara global, termasuk meciptakan industri di belahan dunia ke
tiga sekalipun, karena dengan kekuatan yang dimiliki baik secara ekspansifitas
dalam penyeberan maupun intensifitas dalam perdagangan internasional.
2.1.5.3 Peran MNC dalam Membentuk Globalisasi
Perusahaan
multinasional hadir untuk menyediakan berbagai hal yang tidak mampu dilakukan
oleh negara, karena kapabilitas negara pada dasarnya juga terbatas. Perusahaan
multinasional dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak dari
negara, dan macam lapangan pekerjaan tersebut sangat banyak dan beragam.
Perusahaan multinasional dapat memaksa (mengonstruksi) jalan pikiran konsumen,
tetapi hanya negara yang memiliki kuasa kontrol atas teritori
Hal
yang harus dipahami adalah globalisasi merubah tatanan pola relasi antara
perusahaan multinasional dengan negara. Globalisasi menyandingkan perusahaan
multinasional dengan negara, karena keberadaan dua aktor ini memiliki
keterkaitan timbal balik. Pada dasarnya, negara mengalami rekonfigurasi de
facto ketika berhadapanan dengan isu transnasionalisasi dan perpindahan
penduduk. Dimana perpindahan penduduk menjadi dampak utama fenomena
transnasiolisasi yang dibawa oleh globalisasi. Perpindahan penduduk yang
terjadi ialah perpindahan antara negara satu dengan negara yang lain, yang
dimana tidak lain bertujuan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
Sebagian besar MNC hadir dengan segala bentuk kesejahteraan yang ingin
diberikan kepada setiap pegawainya, hal ini yang membuat masyarakat global
menilai bahwa ketika disuatu tempat tersebut tidak memenuhi kebutuhan maka
perpindahan ke tempat lain yang terdapat sejumlah MNC dirasa menjadi cara yang
tepat. Dan ini tentunya akan menimbulkan permasalahan baik bagi negara asal
maupun negara tujuan perpindahan penduduk.
2.1.5.4 Peran MNC dalam Pembuatan Kebijakan
MNC
dalam menjalankan bisnisnya cenderung untuk terus memperluas pasar ke luar
negeri. Salah satu bentuk perluasan pasar adalah melalui Foreign Direct
Investment (FDI). FDI bertujuan untuk mencapai kontrol sebagian atau penuh atas
pemasaran, produksi, atau fasilitas lainnya pada ekonomi. FDI sering dilakukan
dengan dua cara, yaitu dengan membeli perusahaan yang sudah ada atau membangun
sendiri fasilitas baru. Hal tersebut adalah salah satu perilaku atau aktifitas
MNC, yang dimana tergambarkan bahwa MNC sebagai lokomotif perekonomian suatu
negara(home country) dan tidak lupa pula bahwa MNC sangat berperan dalam
ekonomi internasional. Dan adanya
interdependensi dalam melihat kepentingan satu dengan yang lain. Dengan demikian
dapat dijelaskan pula bahwa MNC merupakan salah satu entitas yang cukup
signifikan dalam mempengaruhi sistem Internasional termasuk kebijakan luar
negeri sebuah negara. Dengan kekuatan dan modal ekonomi yang dimilikinya, MNC
bisa mempengaruhi dan mendesak kebijakan sebuah negara.
2.2
Studi Kasus: Mc Donald
Salah
satu MNC (Multinational Corporation) dari sekian banyak MNC yang masuk daftar
pemilik aset terbesar dunia adalah Mc Donald. MNC ini memiliki cabang di host
country hampir di seluruh dunia. Melayani 20 juta pelanggan di seluruh dunia per
hari, mulai dari Chili sampai Korea Selatan, Panama sampai Singapura dan bahkan
sampai ke negara komunis sekalipun yaitu China. Dana periklanan Mc Donal yang
berfungsi memperkenalkan pada pasar mencapai jumlah yang sangat fantastis.
Jumlah dana untuk menopang periklananya tumbuh sangat besar, meningkat 1/3
lebih cepat dari populasi dunia, serta naik tujuh kali lipat yaitu dari 39
milyar dolar menjadi 256 milyar pada tahun 1950 sampai 1990. Pengeluaran global
per kapita meningkat dari 15 dolar AS per orang pada tahun 1950 menjadi 50
dolar AS sekarang ini. Hal ini menunjukkan bahwa Mc Donald seolah-olah telah
menjadi berhala baru bagi peradaban manusia. Kondisi ini selain ditopang dengan
keberhasilanya dalam mempengaruhi orang untuk mengkonsumsi produknya, Mc Donald
juga terkenal dengan penetrasi pasarnya yang sangat luar biasa mulai dari sahara Afrika sampai Asia Tenggara.
Hadirnya
perusahaan multinasional seperti Mc Donald dianggap menjadi warna tersendiri
dalam melihat perdagangan internasional, melalui strategi dan aktifitasnya.
Penanaman modal asing yang tentunya dilakukan oleh Mc Donald, memberi dampak
terhadap negara tujuan. Tak hanya itu, strategi pemasaran yang inovatif dengan
mengambil berbagai unsur termasuk unsur teknologi menjadikan perusahaan multinasional
ini dapat bertahan dibeberapa negara hingga saat ini. Unsur teknologi juga
berperan penting dalam perdagangan internasional yang terjadi.
Laporan Laba Rugi Mc Donald
Neraca Perdagangan Mc Donald


Pada table diatas seakan menunjukan
signifikansi Mc Donald dalam perdagangan internasional, dengan nominal nominal
yang didapat. Dan dapat disimpulkan pula bahwa Mc Donald menjadi salah satu
perusahaan multinasional yang berpengaruh dan berperan dalam aktifitas
perdagangan internasional.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Multinational Corporationsatau MNC
adalah perusahaan yang beroperasi di dua atau lebih negara. MNC menjadi
fenomena yang dominan dalam hubungan internasional saat ini terkait dengan
adanya globalisassi perdagangan dan perkembangan perekonomian dunia. Dalam
perkembangan perdagangan internasional perusahaan Multinasional Corporation
atau MNC adalah aktor utama. Banyak perusahaan MNC yang memegang peranan yang
penting untuk transaksi internasional. Dalam hal perkembangan perekonomian
domestik suatu negara, MNC memiliki pengaruh yang signifikan sebab keberadaan
MNC pada suatu negara menjadi salah satu penyumbang pajak tertinggi bagi
pendapatan suatu negara sekaligus bagi perkembangan ekonominya.
MNC
adalah bentuk korporasi baru yang tidak dapat di hindari sebagai sebuah
konsekuensi logis dari adanya globalisasi itu sendiri. MNC merupakan wujud dari
perdagangan modern dimana profit merupakan orientasi utama dari keberadaan
setiap MNC disuatu negara. MNC itu sendiri sangat erat kaitannya dengan FDI
atau Foreign Direct Invesment. Dalam prakteknya aliran investasi langsung yang
berasal dari luar negeri selalu tertuju pada negara yang memiliki kelebihan
yaitu dalam segi politik negara tujuan FDI memiliki hukum atau kebijakan
pemerintah yang mendukung adanya FDI dan jaminan bahwa FDI yang mereka tanamkan
akan menghasilkan profit yang tinggi bagi mereka (home country). Sedangkan
dalam segi ekonomi, negara home country yang akan menanamkan investasinya ke
negara-negara host country memiliki pertimbangan utama pada tersedianya bahan
baku yang lebih murah bagi proses produksinya.
Hadirnya
MNC pada suatu negara tentunya akan menciptakan dampak positif maupun dampak
negative terhadap negara tersebut baik dari segi sosial, ekonomi, maupun
politik. Dan MNC pun turut serta beperan dalam Alih Teknologi, Industrialisasi,
membentuk Globalisasi, maupun dalam pembuatan kebijakan. Terlebih MNC juga
menjadi pemenuhan kebutuhan baik secara global maupun nasional. Hal ini
diyakini betul menjadi salah satu bentuk keniscayaan pada praktik perdagangan
interansional, yang dimana teori pasar mengatakan bahwa arus pasar begitu cepat
dan massive, serta sangat sulit untuk dibendung perkembangannya. MNC menjadi
bagian dari pelaku(aktor) perdagangan internasional yang memiliki prinsip
mendapatkan profit semaksimal mungkin, dalam kata lain akan adanya inovasi dan
signifikansi dalam penetrasi pasar. Dan tuntunya memberi perubahan bagi
perdagangan internasional baik dari sistem maupun praktik nyatanya
DAFTAR PUSTAKA
Bakry, Umar Suryadi. 2015. Ekonomi Politik Internasional Suatu
Pengantar.
Yogyakarta: Pustaka Belajar
Panglaykim, Jusuf. 2011. Prinsip-Prinsip Kemajuan Ekonomi.
Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka Utama.
Fuad. 2006. Pengantar Bisnis. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Wolf, Martin. 2005. Why Globalization Works. New Haven: Yale
Notabene.
https://www.academia.edu/9689704/PERUSAHAAN_MULTINASIONAL
,diakses pada 4 Mei 2016 pukul 17:29 WIB
http://id.investing.com/equities/mcdonalds-income-statement
,diakses pada 7 Mei 2016 pukul 08:01 WIB






0 komentar:
Posting Komentar